Pinned Tweet
Thread destinasi, tips, and trik liburan/traveling
#liburanDidi
ใขใซใใค๐๐ retweeted
Feminis di X itu pada dasarnya adalah pembenci Islam.
Nggak akan mereka banyak bersuara soal ini karena korbannya Muslimah, bukan golongan kufur mereka.
Ya emang mau berharap apa? banci masuk toilet cewe dan lelaki menyamar pake hijab aja yang mereka bela malah si lakinya.
ใขใซใใค๐๐ retweeted
Ini yg tadi aku pikirin pas lihat video kapolda Jateng sama yasin.
Yasin nya diem aja nih? Nggak pengen pencitraan dikit gitu di hadapan orang-orang pesantren? Mereka ini bukannya target market politiknya yasin juga? Apa jangan-jangan bukan pesantren NU makanya yasin gaada urgensi buat pencitraan? Alias dia pencitraannya ke YNNA? (yang NU NU aja)
Sin Yasin.... Kuwapokmu kapan....
ใขใซใใค๐๐ retweeted
Fitnah terus nanti waktu akan menjawab semua..!!
Tetap kawal kasus ini saudara2 muslim di mana pun anda berada.!
Jelas ini suatu peristiwa kebiadaban yang tidak bisa dibiarkan.
ใขใซใใค๐๐ retweeted
Dosa pertama @SuyudiArioSeto sejak dilantik jadi Kapolri pada 1 Oktober 2026 yang lalu adalah:
Membiarkan anak buahnya mendobrak, menggeledah pondok pesantren dan menginterogasi wanita muda, bahkan anak dibawah umur pada tengah malam, dengan bersenjata laras panjang.
Terlepas dari kasak kusuk soal legalitas pesantren, tapi cara yg dilakukan aparat kepolisian sangat diluar nalar dan akal sehat.
ใขใซใใค๐๐ retweeted
๐จ 9 consecutive games without a win for Manchester United. 9๏ธโฃโ
Only two wins this season in all competitions: vs Sabah and vs Ipswich Town.
ใขใซใใค๐๐ retweeted
SURAT TERBUKA UNTUK KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, JENDERAL POLISI SUYUDI ARIO SETO @SuyudiArioSeto
Tentang Penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Assalamuโalaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Bapak Kapolri yg saya hormati,
Saya menulis surat ini sebagai warga negara yg masih menaruh harapan besar pada institusi yg Bapak pimpin. Baru sebulan Bapak memegang amanah ini. Justru karena itu, saya berharap surat ini sampai kepada Bapak sebagai pengingat sejak awal: bahwa wibawa polisi tidak lahir dari laras senjata, melainkan dari rasa aman yg dirasakan rakyat paling lemah, termasuk anak-anak perempuan yg sedang tidur di asramanya.
Pada Selasa dini hari, 27 Oktober 2026, aparat gabungan Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo melakukan penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Desa Laban, Mojolaban. Menurut kronologi resmi yg disampaikan pengurus pondok melalui surat edaran tertanggal 29 Oktober 2026, inilah yg dialami para santriwati dan ustadzah:
1. Sekitar pukul 03.20 WIB, pintu pondok didobrak saat para santriwati masih tertidur. Mereka ditarik keluar dan ditodong laras panjang dalam keadaan belum mengenakan jilbab dan pakaian yg semestinya.
2. Seorang santriwati yg sendirian di ruang belakang disuruh tiarap, tubuhnya dibolak-balik, wajahnya dicengkeram, lalu dibentak berulang kali dengan pertanyaan apakah ia laki-laki atau perempuan, sambil diminta memperlihatkan rambutnya di bawah todongan senjata.
3. Para santriwati, termasuk anak di bawah umur, diinterogasi di Polsek Mojolaban lalu Polres Sukoharjo tanpa didampingi wali maupun kuasa hukum. Mereka sempat menahan lapar berjam-jam sebelum diberi makan.
4. Dua balita anak ustadzah ikut terdampak. Seorang anak usia 5 tahun sempat terpisah dan baru ditemukan serta diantar warga ke rumah kakeknya.
5. Menurut pengurus, uang, emas, sepeda motor, telepon genggam, komputer, serta perlengkapan panahan dan drone untuk ekstrakurikuler disita dengan nilai sekitar Rp50 juta, tanpa surat penyitaan yg diterima pemilik barang hingga surat edaran itu ditulis.
Saya juga telah membaca keterangan Kapolres Sukoharjo kepada media, bahwa penggeledahan ini bagian dari penyidikan kasus pembakaran sebuah warung, bahwa mereka yg diamankan berstatus saksi, dan bahwa semuanya telah dipulangkan. Keterangan itu justru menambah pertanyaan saya: jika mereka hanya saksi, mengapa anak-anak perempuan diperlakukan seperti tersangka teroris yg paling berbahaya?
Saya tidak berada di lokasi malam itu, dan saya tidak meminta Bapak menerima begitu saja satu versi cerita. Yg saya minta adalah agar setiap pengakuan di atas diperiksa secara jujur, terbuka, dan oleh pihak yg independen.
Bapak Kapolri,
Bayangkan mereka adalah putri Bapak sendiri. Terbangun oleh suara pintu didobrak, belum sempat menutup aurat, lalu melihat moncong senjata di depan wajahnya. Bagi seorang muslimah, auratnya adalah kehormatannya. Bagi seorang anak, malam itu bisa menjadi luka yg ia bawa seumur hidup. Trauma seperti ini tidak ikut pulang bersama surat pemulangan.
Saya tidak membela siapa pun yg bersalah. Jika ada pelaku pembakaran, silakan diusut tuntas dan dihukum seadil-adilnya. Penegakan hukum adalah tugas mulia. Namun hukum yg ditegakkan dengan melanggar hukum hanya akan melahirkan ketidakpercayaan baru. Undang-undang kita sendiri mewajibkan penggeledahan disertai surat perintah, penyitaan disertai berita acara, dan anak yg berhadapan dengan hukum didampingi orang tua atau pendamping. Perempuan semestinya diperiksa oleh polisi wanita, dengan menjaga martabatnya.
[BERSAMBUNG]
ใขใซใใค๐๐ retweeted
Bedebah semua pemainnya @ManUtd ๐ค
ใขใซใใค๐๐ retweeted
Replying to @ManUtd
ใขใซใใค๐๐ retweeted
Umat Islam negeri ini bener2 udah ga berdaya.
Mau dilecehkan, difitnah bahkan dihilangkan nyawanyapun, tidak banyak yg bela.
Padahal negeri ini mayoritas muslim. Punya ornas Islam terbesar sedunia akhirat. Punya ormas Islam terkaya.
Punya anak2 muda yg melabeli dirinya sebagai "Penolong Agama Allah"
Tapi utk melindungi para akhwat dari kekejian alat negara saja tidak mampu.
Wallahi.... klo ga ada perubahan, we are end
โ ๏ธTRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO
Sebuah insiden traumatis menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada Rabu (29/10/2026) dini hari.
๐ Kronologi Kejadian (Versi Ponpes):
Pukul 03.20 WIB: Belasan polisi & Brimob bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu.
Tanpa Hijab & Ditodong: Santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab/cadar ditarik keluar, ditodong laras panjang, hingga mengalami intimidasi fisik & verbal (wajah dicengkram & dibentak). Bahkan, balita 3 tahun ikut terbawa dan mengalami trauma, serta anak 5 tahun sempat terpisah.
Pukul 03.51 - 17.00 WIB: Santriwati digiring ke Polsek Mojolaban lalu dipindah ke Polres Sukoharjo untuk diinterogasi tanpa didampingi wali/kuasa hukum dan tanpa surat panggilan. Mereka juga sempat kelaparan karena baru diberi makan sore hari.
Penyitaan Barang (~Rp50 Juta): Polisi menyita peralatan ekstrakurikuler (busur panah & drone), HP santri/ustadzah, uang tunai, emas, dirham, hingga 3 unit motor tanpa surat penyitaan. Aktivitas ponpes lumpuh akibat garis polisi.
๐ก๏ธKlarifikasi & Versi Pihak Kepolisian:
Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penyidikan kasus pembakaran warung di Grogol, Sukoharjo.
Polisi mengamankan dan memeriksa 27 orang saksi (termasuk anak di bawah umur) dari dua lokasi di Karanganyar & Sukoharjo dengan melibatkan pendampingan P2TP2A/UPTD PPA.
Setelah pemeriksaan, seluruh santri dan pihak ponpes yang diperiksa telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat, meskipun pihak ponpes menyayangkan prosedur penggerebekan yang dinilai tidak humanis dan mendesak pengembalian barang-barang yang disita.
(Sumber: Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin / Rilis Resmi Pesantren)
ใขใซใใค๐๐ retweeted
๐ซด Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan penggeledahan dilakukan berdasarkan surat perintah dan putusan pengadilan sebagai bagian dari penyidikan kasus....๐
Memangnya hukum negara kita mengenal sistem dibutuhkan surat dari pengadilan utk melakukan penggeladahan dalam penyelidikan?
Bukannya itu mah ada nya di film2 kayusuci doang
๐ค
Pengasuh Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah, menyayangkan penggeledahan yang dilakukan polisi pada Selasa (27/10). Sebanyak 12 santriwati dan 4 pengasuh sempat dibawa ke Mapolres Sukoharjo untuk diperiksa terkait kasus pembakaran dan perusakan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah.
Sekretaris ponpes, Diyana Indah Sari, menilai penggeledahan tersebut tidak sesuai prosedur dan diduga disertai intimidasi. Ia menyebut polisi mendobrak asrama santriwati sekitar pukul 03.20 WIB. Seluruh orang yang diperiksa kemudian dipulangkan karena, menurut pihak ponpes, tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka.
Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan penggeledahan dilakukan berdasarkan surat perintah dan putusan pengadilan sebagai bagian dari penyidikan kasus yang terjadi pada 12 September 2026.
Andika menjelaskan, polisi melibatkan tim taktis Brimob karena sebelumnya terjadi perlawanan saat penangkapan tersangka AS hingga seorang anggota Brimob terluka terkena anak panah. Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang, termasuk samurai, parang, drone, busur dan anak panah, serta kotak peluru kosong.
Polisi menyebut pemeriksaan terhadap 15 orang, terdiri dari 10 anak di bawah umur dan 5 orang dewasa, dilakukan dengan pendampingan UPTD PPA. Para santriwati yang masih di bawah umur kemudian dipulangkan menjelang magrib dengan pendampingan petugas dan orang tua atau wali.
๐ธ: Dok. Istimewa.
โ
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.โ
๐: newsupdate | update | news | svl | keepme | R120 | E059
#bicarafaktalewatberita #kumparan
ใขใซใใค๐๐ retweeted
Polda Jateng geledah dua ponpes di Sukoharjo dan Karanganyar buntut kasus pembakaran warung mi. Tidak berizin Kemenag dan kedapatan simpan senjata tajam, ponpes tersebut disinyalir jadi tempat persembunyian DPO.
Video: ANTARA/Fx. Suryo Wicaksono/Andi Bagasela/Ludmila Yusufin Diah Nastiti
Editor: Khuzaifa
#AntaraNews #PoldaJateng #Sukoharjo #Karanganyar
ใขใซใใค๐๐ retweeted
Jangankan ponpes, semua rumah warga kalau digeledah akan ditemukan arit, pisau, linggis, pacul, palu, obeng, batu bata, kabel, korek gas, dsb.
Beberapa warga jg nyimpen sisa kembang api Lebaran, mainan paser, alkohol 70%, spiritus, buku Iqra, mukena, jilbab, niqab.



































