Batas Air retweeted
Video ini katanya banyak di-take down. Silakan download atau repost video ini, kita kalahkan takedown mereka.
Batas Air retweeted
Masih ada Amidis.
PT Amidis Tirta Mulia met, perusahaan lokal independen bukan payung grup gede kayak Aqua / Le Minerale.
Didirikan 1990 di Bandung, pendirinya Bapak Budi Santoso, sekarang CEO-nya Edwin Abednego.
Di list boikot, Amidis gak masuk kubu mana-mana.
Batas Air retweeted
BYD baru buka pabrik di Subang, eh sudah kena demo. 😅
Warga minta 70% tenaga kerja diprioritaskan orang lokal.
Menurut kalian gimana?
Batas Air retweeted
🚨RESMI: Windah Basudara sudah menetapkan Raffi Ahmad, Willie Salim dkk sebagai musuh bocil kematian & komunitas gamer.
Berikut DOSA Raffi, Willie Salim dkk pada tanggal 29 di bundaran HI:
• Menumbalkan nama mahasiswa
• Mencoreng kredibilitas almamater
• Membodoh-bodohi Dino, Sari dkk
Sekarang Windah sudah melepaskan "segel" bocil kematian, itu artinya bocil kematian diizinkan mengamuk sesuka hati di akun Willie salim, Raffi Ahmad dkk.
SANGGUPKAH BOCIL KEMATIAN MENGHYTAMKAN AKUN MEREKA.🫣
🚨NEW: Windah Basudara sudah bisa menebak bagaimana cara main dari ke-2 "mega influencer".
"YG SATU BAKAL POST ANAK, SATUNYA LAGI BAKAL POST ACARA KEAGAMAAN"
Inilah yg dinamakan The power of Windah Basudara dengan bekingan bocil kematiannya.
Bahkan sekelas Raffi & Willie Salim bisa dibuat sungkem dan gk berdaya.😹
BAPAKNYA ILHAM MEMANG NGEWRI🥶
Batas Air retweeted
من يتخيل أن هذا المشهد حقيقي لطفل فلسطيني يجره مستوطن اسرائيلي حقير.
Readers added context they thought people might want to know
الفيديو لا يظهر طفلاً فلسطينياً بل خروفاً ميتاً يجرّه مستوطن. المقطع قديم من ديسمبر 2025 وسبق تداوله بوصفه الصحيح.
fullfact.org/world/video-sh…
kashif.ps/%d9%85%d9%82%d…
Batas Air retweeted
terpantau ada gerakan baru lagi
setelah stillprabowo dan foto profil abu abu
sekarang ada gerakan stand with prabowo
Batas Air retweeted
diduga bahwa pengurus ma'had atau santriwati terlibat dalam pembakaran warung babi di Sukoharjo, sebuah pondok pesantren hamalatul quran di sukoharjo di grebek polisi pada jam 03.20 dinihari.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka sehingga seluruh ustadzah dan santriwati dipulangkan. Meski demikian, barang-barang inventaris ma'had dan milik pribadi, seperti uang, kendaraan, emas, tabungan, komputer, dan HP, dengan total nilai sekitar Rp50 juta, belum dikembalikan. Hingga berita ini ditulis, pengurus maupun pemilik barang juga belum menerima surat penyitaan.
baca kronologinya ga tega banget😭😭
Batas Air retweeted
Ada yang kunjungan ke batujajar, cimahi, di KCIC Padalarang tapi ga ada warga yang nengok atau sekedar minta foto. Udah pada muak semua ya. Tapi beliau pasti tidak sadar ☺️️
Batas Air retweeted
Yth #Kapolri @SuyudiArioSeto
Mohon Staf Anda melakukan klarifikasi dan komfirmasi agar tidak khianati komitmen Anda, bertransformasi untuk adaftif
💥Polisi Dobrak Paksa Pesantren Putri di Sukoharjo Diduga Tanpa Surat Resmi, Kronologi Penggerebekan Dinilai Kejam dan Tak Manusiawi
Tahukah Kamu?, SUKOHARJO - Sebuah tragedi horror dan traumatis bagi anak-anak santri perempuan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo baru saja terjadi pada 29/10/2026. Sekolompok polisi dengan senjata lengkap tiba-tiba mendobrak tempat tinggal santriwati sekitar pukul 3 pagi, tidak hanya mendobrak masuk, para polisi diduga melakukan kekerasan pada santri perempuan tanpa memberikan kesempatan bagi mereka menggunakan hijab.
Kasus ini viral di media sosial setelah salah seorang pengurus pesantren membagikan surat pernyataan resmi pesantren atas tragedi yang mereka alami.
Bagaimana sebenarnya kasus ini? mari kita bahas:
- Kronologi Versi Ponpes.
Menurut surat edaran Nomor 010/RTQ-HQ/SE/X/2026 tanggal 29 Oktober 2026 dari Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin, pukul 03.20 WIB Brimob bersenjata lengkap dan puluhan polisi yang mengaku dari Polda Jateng dan Polres Sukoharjo mengetuk pintu pondok saat santriwati masih tertidur. Karena tidak ada yang buka, pintu didobrak. Santriwati kaget dan belum pakai jilbab, sembunyi di kamar ustadzah, tapi pintu kamar itu juga didobrak hampir rusak. Mereka ditarik keluar dan ditodong laras panjang dalam keadaan belum menutup auratnya.
Padahal kesehariannya para santriwati sangat menjaga diri berinteraksi dengan lawan jenis dan selalu menggunakan hijab bahkan cadar, namun pada saat itu mereka tidak dibiarkan menggunakan hijab.
Ada satu santriwati di ruang belakang yang disuruh tiarap, dibolak-balik, wajahnya dicengkram sambil dibentak "Kamu laki-laki atau perempuan?" dan disuruh perlihatkan rambutnya sambil ditodong.
Pukul 03.51 WIB para santriwati dibawa ke Polsek Mojolaban, lalu jam 10.00 WIB dipindah ke Polres Sukoharjo untuk interogasi lanjutan tanpa didampingi wali dan kuasa hukum, tanpa surat panggilan. Jam 14.00 WIB mereka minta makan, baru dikasih makan jam 17.00 WIB setelah lemas kelaparan.
- Balita Ikut Dibawa, Wali Mengaku Tidak Ditelepon.
Karena tak ada yang mendampingi, salah seorang wali santri meminta agar para santriwati dipulangkan.
Polisi menyebut bahwa orang tua mereka sudah dihubungi untuk menjemput mereka pulang.
Namun ternyata setelah dibebaskan, para wali santri mengaku tidak pernah menerima telepon dari polisi, kecuali wali Isyana. Balita usia 3 tahun anak ustadzah yang ikut dibawa karena menangis terus trauma. Anak usia 5 tahun sempat hilang, diamankan warga dan diantar ke rumah kakeknya di Semanggi.
- Barang Disita Rp50 Juta dan Garis Polisi.
Ponpes menyebut yang disita: busur dan anak panah 1 set untuk ekstrakulikuler memanah santri, drone untuk ekstrakulikuler, HP santri dan ustadzah, uang tabungan lebih dari 16 juta, emas Antam 1 gram, dirham di brankas, dan 3 unit motor ustadzah. Total sekitar Rp50 juta tanpa surat penyitaan sampai surat itu ditulis.
Aktivitas belajar di pesantren terpaksa berhenti karena dipasang garis polisi.
- Versi Polisi.
Polisi menggeledah dua pondok pesantren di Karanganyar dan Sukoharjo pada Selasa (27/10/2026) terkait penyidikan kasus pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo. Penyidik menyita sejumlah senjata tajam, busur, anak panah, dan membawa 27 orang untuk diperiksa sebagai saksi. Dari dua lokasi, 12 orang di Jenawi Karanganyar dan 15 orang di Mojolaban Sukoharjo, termasuk anak di bawah umur. Pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan P2TP2A dan UPTD PPA, dan seluruhnya telah dipulangkan.
Ponpes sendiri bilang, setelah pemeriksaan tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka sehingga semua dipulangkan, tapi barang yang dibawa polisi belum kembali. Pihak ponpes mengutuk keras tindakan yang dinilai di luar prosedur dan berharap jadi bahan evaluasi.
Surat edaran lengkapnya bisa dibaca di Komentar.
@MuchtarLuthfi_7
Batas Air retweeted
list artis yang ikut bareng polisi dan mahasiswa bayaran di bundaran hi:
1. Raffi Ahmad
2. Willie Salim
3. Chika Jessica
4. Okan Kornelius
5. Bemby Putuanda
6. Intan RJ
7. Umar Lubis
8. Gunawan Sudrajat
Lanjutkan guys, siapa lagi?
artis pemecah belah brengsek
Batas Air retweeted
CANCEL CULTURE WILLIE SALIM RAFFI AHMAD‼️ sebagai influencer KALIAN MEMBOHONGI RAKYAT PAKE NYEWA ORG BERKEDOK MAHASISWA DI ACARA SUMPAH PEMUDA DI BUNDARAN HI KEMARIN‼️
terima kasih univ yg mengusut 💚
Batas Air retweeted
Le Minerale tuh pernah support kampanye Prabowo Waktu di GBK
Batas Air retweeted
LE MINERAL PANIK TAKUT DIBOIKOT WARGA NETIJEN
MEREKA MENGAKU TIDAK JADI SPONSOR ACARA DI BUNDARAN HI KEMARIN
Meanwhile, gapuranya segede gaban
BERDASARKAN INFORMASI ONLINE YANG BEREDAR, LE MINERALE MENJADI SPONSOR UTAMA DALAM KEGIATAN ABAL ABAL PENDUKUNG REZIM DI BUNDARAN HI HARI INI. APAPUN YANG TERAFILIASI DENGAN REZIM AKAN MENJADI MUSUH RAKYAT PENDUKUNG REVOLUSI ✊ AKU SECARA PRIBADI AKAN BERHENTI MENGKONSUMSI PRODUK @Le_MineraleID
Batas Air retweeted
Ataganaga kelakuan mereka bener2 seperti zionist. Murka banget aku bacanya, dengan alasan apapun mereka tidak berhak memaksa perempuan memperlihatkan auratnya😭
Batas Air retweeted
KALO ADA INFLUENCER 02 VOTERS YANG POST ANAK DAN KEAGAMAAN HARI INI, BERARTI TEBAKAN BANG WINDAH BENER WKWK






















































