Dari kasus pemggrebekkan ponpes ini kita tahu bahwa kaum onoh tidak mengangkat issue tersebut evendo korbannya Perempuan dan itu lebih dari satu. Sekalinya dibahas mereka malah membela pelaku. Padahal mereka paling vokal dalam menyuarakan hak perempuan ššš
Fakta lain tentang TRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO ššš
facebook.com/share/p/1N9MUNdā¦
Giliran kebakaran hutan Kalimantan nggak ada tuh beberapa polisi-polisi yang ngegrebek pelaku pembakaran hutan tersebut.
Red (赤) š retweeted
Report aja bang akun rasis begitu, jangan di ladenin, kesenengan dia kalau antum ladenin.
Red (赤) š retweeted
Warung daging BABI dibakar,eeh yg kenak tuduh Pesantren yg berada disekitar.
Pesantren Putri pulaknya..,koq bisa berpikiran klw yg ngebakar pasti org2 dlm Pesantren (Muslim)??
Knp ga berpikir klw bisajadi itu persaingan antar penjual atw preman/tukang palak dll??
Sat...
Red (赤) š retweeted
libtard saat perdukunan bukan witchcraft, santet bukan hex, tuyul bukan spirit, karuhun bukan deity, pesugihan bukan money binding, pelet bukan love spell. sagala-gala kudu dibritishkeun, keprok atuh
Red (赤) š retweeted
Lagi sibuk ngebela bencong memperjuangkan hak mereka.
Red (赤) š retweeted
libtard saat tarot & witchcraft getting cooked, setelah bertahun-tahun mengkritisi agama abrahamik sambil yapping logika mistika
Saya yakin banyak kaum onoh yang berkumpul di komentar ku dimulai dari hitungan:
3.....2.......1
ā ļøTRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO
Sebuah insiden traumatis menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada Rabu (29/10/2026) dini hari.
š Kronologi Kejadian (Versi Ponpes):
Pukul 03.20 WIB: Belasan polisi & Brimob bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu.
Tanpa Hijab & Ditodong: Santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab/cadar ditarik keluar, ditodong laras panjang, hingga mengalami intimidasi fisik & verbal (wajah dicengkram & dibentak). Bahkan, balita 3 tahun ikut terbawa dan mengalami trauma, serta anak 5 tahun sempat terpisah.
Pukul 03.51 - 17.00 WIB: Santriwati digiring ke Polsek Mojolaban lalu dipindah ke Polres Sukoharjo untuk diinterogasi tanpa didampingi wali/kuasa hukum dan tanpa surat panggilan. Mereka juga sempat kelaparan karena baru diberi makan sore hari.
Penyitaan Barang (~Rp50 Juta): Polisi menyita peralatan ekstrakurikuler (busur panah & drone), HP santri/ustadzah, uang tunai, emas, dirham, hingga 3 unit motor tanpa surat penyitaan. Aktivitas ponpes lumpuh akibat garis polisi.
š”ļøKlarifikasi & Versi Pihak Kepolisian:
Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penyidikan kasus pembakaran warung di Grogol, Sukoharjo.
Polisi mengamankan dan memeriksa 27 orang saksi (termasuk anak di bawah umur) dari dua lokasi di Karanganyar & Sukoharjo dengan melibatkan pendampingan P2TP2A/UPTD PPA.
Setelah pemeriksaan, seluruh santri dan pihak ponpes yang diperiksa telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat, meskipun pihak ponpes menyayangkan prosedur penggerebekan yang dinilai tidak humanis dan mendesak pengembalian barang-barang yang disita.
(Sumber: Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin / Rilis Resmi Pesantren)
Red (赤) š retweeted
Liatin warga demo tapi gapunya figur sentral dan msh ngarep dicarry sm oposisi era lalu mah ketawain aja dah
Dicarry pun kalo gagal nanti cuma jd samsak disalah2in doang
Giliran kaum woke melawan kejahatan Rezim pada seneng mereka š¤£š¤£
Replying to @KapudS640
Hahaha kangen FPI dan HTI kan, dulu pas mereka di kriminalisasi pada seneng, pas HTI BHP nya dicabut pada seneng, padahal dia ormas itu yang paling lantang meneriakkan kejahatan rezim, sekarang tugas lu pimpin
























