Kapolda Sumut Laksanakan Minggu Kasih di Gereja Katedral Medan.
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kepedulian dan toleransi antarumat beragama, Kapolda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Minggu Kasih di Gereja Katedral Medan.
Melalui kegiatan ini, Kapolda Sumut hadir untuk menjalin komunikasi, menyerap aspirasi masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Sumatera Utara.
Kapolda Sumut Ajak Jamaah Masjid Muslimin Teladan Bersama Tolak Narkoba dan Jaga Kamtibmas
MEDAN – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk memerangi peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolda Sumut saat melaksanakan program Shubuh Keliling dan menunaikan Sholat Shubuh berjamaah di Masjid Muslimin Teladan, Jalan Turi, Kota Medan, Sabtu (31/10/2026) pagi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk mempererat hubungan dan membangun kedekatan dengan masyarakat melalui program Polisi Bersama Masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Kapolda Sumut didampingi Wakapolda Sumut, Karo SDM, Dirressiber, Dirbinmas, Kabid Keu, Kabidkum serta Kapolrestabes Medan. Kedatangan rombongan disambut Ketua BKM Masjid Muslimin Teladan bersama jamaah.
Usai melaksanakan Sholat Sunnah dan Sholat Shubuh berjamaah, Kapolda Sumut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para jamaah.
“Kami jajaran Polda Sumatera Utara melaksanakan program Bapak Kapolri, yaitu Polisi Bersama Masyarakat, salah satunya dengan melaksanakan Sholat Shubuh berjamaah. Kami, Polri, adalah bagian dari masyarakat yang selalu ingin memberikan pelayanan terbaik,” ujar Sonny.
Kapolda mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menebarkan kebaikan dan menjaga persatuan. Menurutnya, Sumatera Utara memiliki posisi strategis di tingkat nasional dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk terbesar di Pulau Sumatera.
Sejak dipercaya memimpin Polda Sumut, Sonny mengatakan pihaknya terus membangun komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh agama serta pimpinan organisasi kemasyarakatan di Sumatera Utara.
“Kami mengajak Bapak dan Ibu sekalian untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak mudah diobok-obok. Mari kita jaga persatuan dan kebersamaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surat Al-Anbiya ayat 107 yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Kapolda turut menyoroti persoalan peredaran narkoba yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia menyebut pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan Polri seorang diri.
Hal itu juga sejalan dengan pengungkapan kasus narkotika dalam jumlah besar yang menjadi perhatian nasional di Sumatera Utara.
“Kami mohon bantuan Bapak dan Ibu sekalian untuk bersama-sama memberantas narkoba. Tidak mungkin Polri bisa berjalan dan bekerja sendiri untuk memberantas narkoba,” tegasnya.
Sonny menegaskan komitmen Polda Sumut untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkoba, termasuk apabila terdapat anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut.
“Kalau ada polisi yang ikut-ikutan mengedarkan narkoba, kami akan memecatnya dan memproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Kapolda.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menolak narkoba, menjaga situasi kamtibmas serta ikut mencegah berbagai bentuk kejahatan, termasuk kejahatan jalanan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus membudayakan tertib berlalu lintas.
Kegiatan Shubuh Keliling tersebut ditutup dengan pemberian cenderamata, foto bersama dan pembagian kue kepada para jamaah.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Sumut berharap sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan Sumatera Utara yang aman, tertib dan kondusif.
Kapolda Sumut Gandeng Sultan Deli XIV dan FKN Rawat Keberagaman, Perkuat Persatuan di Sumut
MEDAN – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keberagaman dan memperkuat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Sultan Deli XIV Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah bersama pengurus Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Sumatera Utara di Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Jumat (30/10/2026).
Kehadiran Kapolda Sumut bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut disambut langsung oleh Sultan Deli XIV yang juga menjabat sebagai Ketua FKN Sumut, beserta jajaran pengurus dan tokoh lintas suku, agama, serta organisasi kemasyarakatan.
Dalam pertemuan tersebut, Sultan Deli XIV menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kapolda Sumut. Ia berharap silaturahmi tersebut semakin memperkuat hubungan antara kepolisian dengan elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan di Sumatera Utara.
Sultan juga menyampaikan bahwa FKN telah beberapa kali mengambil peran dalam meredam berbagai persoalan sosial di Kota Medan melalui pendekatan dialog dan komunikasi, termasuk ketika muncul polemik terkait penertiban pedagang daging nonhalal serta sejumlah persoalan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumut menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas sambutan Sultan Deli XIV beserta seluruh pengurus FKN. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun kolaborasi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Saya sudah beberapa kali bertugas di sejumlah provinsi, tetapi baru kali ini menemukan sebuah forum yang menghimpun berbagai perwakilan organisasi kemasyarakatan dan etnis dalam satu wadah, yakni Forum Keberagaman Nusantara. Ini merupakan hal yang sangat baik dan perlu kita jaga bersama," ujar Sonny.
Ia menegaskan, keberagaman masyarakat Sumatera Utara merupakan kekuatan yang harus terus dirawat. Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang bukan menjadi penghalang, melainkan modal untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
"Keberagaman di Sumatera Utara sudah terjalin dengan baik. Ini harus kita jaga dan rawat bersama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Kami juga memohon dukungan dan sinergi dari FKN untuk membantu pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam mendukung program Bapak Kapolri," katanya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut juga menekankan pentingnya pembenahan internal Polri dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengakui masih terdapat anggota yang belum sepenuhnya mampu memenuhi harapan masyarakat, namun pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan.
"Saya sudah menyampaikan kepada seluruh Pejabat Utama dan anggota agar menjadikan profesi Polri sebagai ladang ibadah. Permudah urusan masyarakat, jangan dipersulit. Yakinlah, setiap kebaikan yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Tuhan. Tuhan tidak pernah diam," ungkapnya.
Terkait penanganan kasus penembakan yang baru-baru ini terjadi, Sonny menegaskan bahwa setiap anggota yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu.
Ia menyebutkan, pihaknya telah melaporkan perkembangan penanganan kasus tersebut kepada Kapolri dan Presiden. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan transparan serta tidak boleh dipengaruhi intervensi dari pihak mana pun.
Lebih lanjut, Kapolda Sumut turut menyampaikan empat program prioritas atau Quick Wins Kapolri yang menjadi perhatian bersama, yakni menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, melakukan pencegahan serta pemberantasan narkoba, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberantas kejahatan jalanan, dan mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.
Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Perangi Narkoba Saat Salat Jumat di Medan Denai
MEDAN – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan dalam keberagaman, serta bersama-sama memerangi peredaran narkoba demi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolda Sumut saat melaksanakan Salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Raya Miftahul Iman, Jalan Panglima Denai Nomor 86, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut diikuti sekitar 300 jamaah. Kapolda Sumut hadir didampingi Wakapolda Sumut, Dansat Brimob, Dirintelkam, Dirbinmas, Karo SDM, Kabidkum, serta Kapolrestabes Medan.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Keliling dan Subuh Keliling merupakan bagian dari program Kapolri untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus membangun komunikasi secara langsung dengan warga.
Ia menegaskan, persatuan dan kerukunan di Sumatera Utara yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, dan budaya harus terus dijaga sebagai kekuatan bersama dalam membangun daerah yang aman dan harmonis.
"Persatuan harus terus kita jaga. Sumatera Utara memiliki keberagaman suku dan ras, sehingga kita harus saling menghormati, menjaga kerukunan, dan memperkuat kebersamaan," pesan Kapolda.
Selain itu, Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba, khususnya di Kota Medan dan wilayah Sumatera Utara.
Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya sinergi antara polisi dan masyarakat dalam mengantisipasi berbagai gangguan kamtibmas, seperti aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas.
"Polisi bersama masyarakat harus saling menjaga situasi kamtibmas. Mari kita bersama-sama mengantisipasi kejahatan jalanan, seperti begal dan curanmor, serta meningkatkan kesadaran dalam tertib berlalu lintas," ujarnya.
Ia menambahkan, Polri berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, dukungan, komunikasi, dan kerja sama masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan bersama.
Sementara itu, khotbah Jumat yang disampaikan Ustaz Ridwan Harahap mengangkat tema Empat Pilar Kokohnya Suatu Bangsa. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan pentingnya Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Ia juga menekankan pentingnya peran ulama dalam memberikan nasihat kepada pemimpin serta membimbing masyarakat agar kehidupan berbangsa dan bernegara berjalan dengan baik, aman, dan sejahtera.
Tatap Muka Dengan Insan Pers, Kapolda Sumut Ajak Bergerak Bersama Perangi Narkoba
MEDAN — Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gerakan bersama untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba. Menurutnya, upaya tersebut tidak cukup dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi harus dimulai dari keluarga dan lingkungan terkecil.
Ajakan itu disampaikan Sonny saat kegiatan Tatap Muka Dengan Insan Pers. Ia menjelaskan, pemberantasan narkoba menjadi salah satu dari empat program prioritas Polda Sumut sebagai penjabaran program Kapolri 'Polisi Bersama Masyarakat'.
Kapolda menilai persoalan narkoba membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan bersama karena dampaknya tidak hanya menyasar individu, tetapi juga keluarga, generasi muda, dan lingkungan sosial.
“Narkoba adalah musuh kita bersama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan upaya represif dari kepolisian dan BNN. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mengawasi dan melindungi anggota keluarga dari pengaruh narkoba. Peran tersebut perlu diperkuat melalui lingkungan pendidikan, komunitas masyarakat, organisasi keagamaan, serta berbagai kelompok sosial.
Kapolda juga mendorong keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan insan pers untuk menyebarkan pesan antinarkoba secara konsisten. Edukasi di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, tempat ibadah, dan komunitas dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif.
Selain pencegahan, Sonny menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap jaringan peredaran narkoba harus terus dilakukan. Ia juga mengingatkan bahwa anggota Polri yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Minimal kita memiliki niat dan komitmen yang sama untuk memberantas kejahatan. Khusus narkoba, kita harus bergerak bersama karena ini menyangkut masa depan generasi kita,” tegasnya.
Dalam arahannya, Kapolda turut menekankan pentingnya memastikan gerakan antinarkoba benar-benar dilaksanakan di lapangan, bukan sebatas deklarasi atau slogan. Koordinasi dengan jajaran kewilayahan dan berbagai elemen masyarakat diperlukan agar program tersebut berjalan berkelanjutan.
Ia berharap insan pers turut mengambil peran melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif, sekaligus membantu masyarakat memahami bahaya narkoba dan pentingnya melaporkan informasi yang dapat ditindaklanjuti aparat.
Melalui gerakan bersama tersebut, Polda Sumut ingin memperkuat pencegahan dari hulu, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memastikan penindakan terhadap kejahatan narkoba tetap berjalan sesuai hukum.
Kapolda menegaskan, keberhasilan pemberantasan narkoba membutuhkan komitmen bersama agar masyarakat Sumatera Utara semakin terlindungi dari ancaman peredaran gelap narkotika.
Kapolda sumut menghadiri rakernis SPKT di polda sumut. Tema kegiatan kali ini mewujudkan polisi bersama masyarakat SPKT polda sumut siap melaksanakan penguatan layanan digital, peningkatan mutu SDM, dan Standarisasi pelayanan prima.
Tatap Muka Dengan Insan Pers, Kapolda Sumut Ajak Bergerak Bersama Perangi Narkoba
MEDAN — Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gerakan bersama untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba. Menurutnya, upaya tersebut tidak cukup dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi harus dimulai dari keluarga dan lingkungan terkecil.
Ajakan itu disampaikan Sonny saat kegiatan Tatap Muka Dengan Insan Pers. Ia menjelaskan, pemberantasan narkoba menjadi salah satu dari empat program prioritas Polda Sumut sebagai penjabaran program Kapolri 'Polisi Bersama Masyarakat'.
Kapolda menilai persoalan narkoba membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan bersama karena dampaknya tidak hanya menyasar individu, tetapi juga keluarga, generasi muda, dan lingkungan sosial.
“Narkoba adalah musuh kita bersama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan upaya represif dari kepolisian dan BNN. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mengawasi dan melindungi anggota keluarga dari pengaruh narkoba. Peran tersebut perlu diperkuat melalui lingkungan pendidikan, komunitas masyarakat, organisasi keagamaan, serta berbagai kelompok sosial.
Kapolda juga mendorong keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan insan pers untuk menyebarkan pesan antinarkoba secara konsisten. Edukasi di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, tempat ibadah, dan komunitas dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif.
Selain pencegahan, Sonny menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap jaringan peredaran narkoba harus terus dilakukan. Ia juga mengingatkan bahwa anggota Polri yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Minimal kita memiliki niat dan komitmen yang sama untuk memberantas kejahatan. Khusus narkoba, kita harus bergerak bersama karena ini menyangkut masa depan generasi kita,” tegasnya.
Dalam arahannya, Kapolda turut menekankan pentingnya memastikan gerakan antinarkoba benar-benar dilaksanakan di lapangan, bukan sebatas deklarasi atau slogan. Koordinasi dengan jajaran kewilayahan dan berbagai elemen masyarakat diperlukan agar program tersebut berjalan berkelanjutan.
Ia berharap insan pers turut mengambil peran melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif, sekaligus membantu masyarakat memahami bahaya narkoba dan pentingnya melaporkan informasi yang dapat ditindaklanjuti aparat.
Melalui gerakan bersama tersebut, Polda Sumut ingin memperkuat pencegahan dari hulu, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memastikan penindakan terhadap kejahatan narkoba tetap berjalan sesuai hukum.
Kapolda menegaskan, keberhasilan pemberantasan narkoba membutuhkan komitmen bersama agar masyarakat Sumatera Utara semakin terlindungi dari ancaman peredaran gelap narkotika.
Polda Sumut Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi, Raup Rp80 Juta dalam 3 Bulan
MEDAN – Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan penyebaran konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung di platform TikTok. Seorang pria berinisial SR alias RR ditangkap setelah diduga mengelola siaran langsung dengan modus permainan challenge atau tantangan yang menghasilkan keuntungan lebih dari Rp80 juta dalam kurun waktu tiga bulan.
Pengungkapan kasus ini berawal dari penelusuran tim siber yang menemukan akun TikTok dengan konten bermuatan pornografi. Hasil penyelidikan mengarah kepada tersangka yang berperan sebagai host atau pemandu siaran langsung.
Direktur Reserse Siber Polda Sumut Kombes Pol Bayu Wicaksono, didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa tersangka mengelola akun tersebut dan mengadakan tantangan yang melibatkan sejumlah perempuan sebagai talent.
“Akun dikelola tersangka berinisial SR alias RR berjenis kelamin pria. Ia menjadi host dan melakukan siaran langsung (live) dengan membuat challenge kepada para talent,” kata Bayu di Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026).
Menurut Bayu, permainan yang digunakan berupa perang koin. Peserta yang memperoleh koin paling sedikit harus menjalankan tantangan yang telah disepakati, termasuk tindakan yang diduga mengandung unsur pornografi.
“Challenge dibuat tersangka berupa perang koin, dan yang kalah (koin paling sedikit) melakukan apa yang telah disepakati,” ujarnya.
Modus tersebut diduga digunakan untuk menarik perhatian penonton dan meningkatkan jumlah penayangan. Semakin banyak penonton yang mengikuti siaran, aktivitas tersebut berpotensi menghasilkan keuntungan melalui mekanisme pemberian koin atau hadiah virtual di platform.
Bayu mengungkapkan, aktivitas tersebut telah dijalankan tersangka selama sekitar tiga bulan dengan nilai keuntungan yang mencapai puluhan juta rupiah.
“Selama tiga bulan melakukan live di TikTok, yang bersangkutan memperoleh keuntungan Rp80 juta lebih, dengan perhitungan 310 USD per harinya,” ungkap Bayu.
Tersangka ditangkap di kediamannya di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (25/10/2026). Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan telepon seluler dan barang bukti lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana pornografi.
Pengungkapan ini masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk perempuan yang diduga menjadi talent dalam siaran langsung tersebut.
“Sedangkan para talent, masih dalam penyelidikan tim siber,” jelas Bayu.
Selain menelusuri keterlibatan para talent, penyidik juga mendalami kemungkinan keuntungan yang diperoleh masing-masing pihak dari aktivitas siaran langsung itu.
“Mengenai keuntungan yang diperoleh para talent, juga masih diselidiki,” demikian penjelasan Bayu.
Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap secara menyeluruh mekanisme aktivitas tersebut, aliran keuntungan, serta peran setiap pihak yang diduga terlibat.
Polda Sumut mengingatkan bahwa pemanfaatan media sosial harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak digunakan untuk menyebarkan konten yang melanggar hukum. Penanganan perkara ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum terhadap dugaan penyalahgunaan ruang digital.
Saat ini, penyidik masih melakukanya pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk menelusuri aktivitas akun dan barang bukti digital yang telah diamankan.
Kunjungan dan silahturahmi Kapolda Sumut dengan personil Biro Logistik.
Kunjungan dilakukan sebagai bentuk komitmen Kapolda untuk bertatap muka dan menjalin kedekatan secara langsung dengan seluruh personil di satuan kerja Mapolda maupun jajaran wilayah.
Penyampaian kuliah umum kebangsaan pada Wisudawan/ti Sarjana dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan INTI, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kamtibmas
MEDAN – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan jajaran Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pusat dan Sumatera Utara di Kantor Sekretariat INTI Sumut, Kompleks CBD Polonia, Medan, Selasa (27/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat persatuan, serta merawat kebinekaan di Sumatera Utara.
Kapolda Sumut tiba di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB bersama rombongan yang terdiri atas Wakapolda Sumut, Dirbinmas Polda Sumut, Kabid Humas Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, dan Kapolrestabes Medan. Kedatangan rombongan disambut Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin, Ketua PD INTI Sumut Janlie, S.E., Ak., serta jajaran pengurus INTI dan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Ketua PD INTI Sumut Janlie menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Sumut beserta rombongan. Ia menjelaskan bahwa INTI merupakan organisasi yang mengedepankan nilai kebangsaan dan pluralisme, serta tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.
“Organisasi kami tidak hanya terdiri dari satu agama atau suku tertentu, tetapi berasal dari beragam latar belakang. Semangat kebangsaan dan pluralisme menjadi bagian penting dalam organisasi kami,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin menyampaikan terima kasih atas kesempatan bersilaturahmi dengan Kapolda Sumut. Ia juga menjelaskan bahwa INTI didirikan pada 1999, setelah peristiwa kerusuhan 1998, dengan membawa semangat kebangsaan dan kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menegaskan bahwa menjaga keamanan dan persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kami memohon dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Sonny.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat kekompakan, serta melindungi keluarga dan lingkungan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Masyarakat diharapkan saling mengingatkan agar menggunakan helm, mematuhi marka jalan, tidak melawan arah, serta mengenakan sabuk pengaman saat berkendara.
“Polri tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” katanya.
Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Ketua PC INTI Medan Syafii Salim, Ketua PC INTI Binjai Erwin, Ketua PC INTI Serdang Bedagai Budi, S.E., Ketua Perempuan INTI Sylvia Wong Fong Lan, serta para ketua organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.
Pertemuan diakhiri dengan pertukaran plakat dan cenderamata sebagai simbol silaturahmi dan penguatan hubungan antara Polda Sumut dan keluarga besar INTI.
Kunjungan Kapolda Sumut ke Kabinda Sumut
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi antarlembaga, Kapolda Sumatera Utara melaksanakan kunjungan ke Kabinda Sumatera Utara.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kerja sama strategis guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Utara.
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) wajib dipasang sesuai ketentuan dan mudah dibaca. Bukan waktunya bikin identitas kendaraan jadi misteri!
Ingat, Pasal 68 jo. Pasal 280 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur kewajiban pemasangan TNKB beserta sanksinya.
Yuk, tertib berlalu lintas! Kalau berkendara di jalan raya, identitas kendaraan juga harus jelas dan terbaca.
#OperasiPatuh2026
Mari Kita Disiplin Wujudkan Keselamatan untuk Bersama
Sobat Polri, sebelum memulai perjalanan, pastikan SIM dan STNK selalu dibawa dan masih berlaku. Kelengkapan surat kendaraan merupakan bagian dari tertib berlalu lintas sekaligus bentuk tanggung jawab setiap pengendara. Lengkapi suratnya, patuhi aturannya, selamat sampai tujuan!
#OperasiPatuh2026
Mari Kita Disiplin Wujudkan Keselamatan untuk Bersama
Dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) penyelenggaraan sistem lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, tertib, dan lancar untuk mendukung pembangunan dan integrasi nasional.
Terkait penggunaan helm SNI telah diatur dalam Pasal 106 ayat (8) jo Pasal 291 UU No. 22 Tahun 2009. Sementara penggunaan sabuk pengaman diatur dalam Pasal 106 ayat (6) jo Pasal 289 UU No. 22 Tahun 2009. Keduanya mencantumkan ancaman kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000
#OperasiPatuh2026
Mari Kita Disiplin Wujudkan Keselamatan untuk Bersama
Dalam rangka Operasi Patuh 2026, Polri melalui Polresta Palu Polda Sulawesi Tengah mengintensifkan sosialisasi keselamatan berkendara pada Selasa (27/10). Tak hanya melakukan penegakan hukum, petugas mengedepankan pendekatan humanis melalui teguran simpatik, edukasi tertib berlalu lintas, serta pembagian helm gratis kepada anak yang dibonceng tanpa menggunakan helm. Langkah ini merupakan wujud kepedulian Polri untuk melindungi anak sebagai generasi penerus sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya perlengkapan keselamatan berkendara.
Melalui kegiatan ini, Polri mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban untuk menghindari tilang. Ingat, helm berstandar SNI wajib digunakan oleh pengendara maupun anak yang dibonceng untuk melindungi kepala dan mengurangi risiko cedera serius saat kecelakaan. Mari bersama membangun budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), serta menekan angka kecelakaan, khususnya yang melibatkan anak-anak di Kota Palu.
#OperasiPatuh2026
Mari Kita Disiplin Wujudkan Keselamatan untuk Bersama
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengajak masyarakat membangun kebiasaan tertib berlalu lintas melalui Operasi Patuh 2026. Peningkatan kepatuhan dan berkurangnya pelanggaran yang membahayakan keselamatan menjadi arah utama pelaksanaan operasi.
Kepala Korlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin menegaskan keberhasilan operasi harus terlihat dari perubahan perilaku pengguna jalan.
Dilaksanakan pada 26 Oktober–8 November 2026, Operasi Patuh 2026 mengutamakan pendekatan edukatif, persuasif, serta penegakan hukum melalui ETLE dan teguran simpatik. Perhatian khusus diberikan pada pelanggaran melawan arus guna mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan.
Mari bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas! Patuhi aturan, utamakan keselamatan, dan jadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya, bukan sekadar takut akan sanksi. Ingat, keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama!
#OperasiPatuh2026
Mari Kita Disiplin Wujudkan Keselamatan untuk Bersama


















