๐๐ฎ๐ฟ๐ต๐๐๐น๐ฎ ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ถ๐ป๐ถ ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐น๐ถ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ถ๐ป๐ด๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฎ๐ต๐๐ฎ ๐ฏ๐ฒ๐ป๐ฐ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐น๐ฎ๐ด๐ถ ๐ฐ๐๐ธ๐๐ฝ ๐ฑ๐ถ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐น๐ฎ๐ธ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐ธ๐ฒ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐๐ฟ๐ฎ๐ ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ฎ๐. Risiko bencana perlu dipandang sebagai tantangan struktural dengan implikasi fiskal, kelembagaan, dan pembangunan jangka panjang.
Jeda untuk melakukan reformasi semakin sempit. Menunda perbaikan institusi, fiskal, dan lingkungan hanya akan meningkatkan kerugian manusia dan ekonomi akibat bencana di masa mendatang.
Lanjut pembahasan di Komen! ๐
๐Read more: lpem.org/indonesia-economic-โฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #Karhutla #BencanaIndonesia #kebijakanpemerintahanpublik
Lanjut pembahasan Konten! ๐
Read more: lpem.org/indonesia-economic-โฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #Karhutla #BencanaIndonesia #kebijakanpemerintahanpublik
Sesuai prediksi LPEM, suku bunga bertahan! Tapi risiko tetap perlu diantisipasi.
Usulan reklasifikasi MSCI dan tekanan yang terus-menerus pada rupiah, meningkatkan risiko arus keluar modal lebih lanjut yang dapat memperkuat argumen untuk kenaikan suku bunga.
Di luar kebijakan moneter, pengelolaan pasokan pangan yang lebih baik dan percepatan reformasi pasar modal dapat mengurangi kerentanan domestik.
Dalam beberapa bulan ke depan, stabilitas makroekonomi dan kepercayaan investor sangat bergantung pada konsistensi koordinasi kebijakan moneter dan fiskal, serta implementasi kebijakan yang kredibel.
Kamu punya pandangan lain tentang hal ini? Yuk, diskusi di kolom komen!
Lanjut pembahasan konten di komen! ๐
Read more: lpem.org/rapat-dewan-gubernuโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #MSCI #BIRate #PasarModal
Lanjutan pembahasan konten! ๐
Read more: lpem.org/rapat-dewan-gubernuโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #MSCI #BIRate #PasarModal
LPEM FEB UI baru saja merilis Economic Experts Survey Semester II 2026. Di dalamnya, perhatian para ahli tidak hanya tertuju pada kondisi dan prospek ekonomi, tetapi juga pada pelaksanaan sejumlah agenda prioritas pemerintah, terutama MBG, Koperasi Merah Putih, dan target pertumbuhan ekonomi 8%.
Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa pencapaian ambisi ekonomi pemerintah
masih menghadapi sejumlah tantangan, sehingga diperlukan penguatan implementasi kebijakan, disiplin fiskal, dan kapasitas kelembagaan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Setuju dengan penilaian para ahli? Bagaimana menurutmu?
Economic Experts Survey merupakan publikasi rutin semesteran LPEM FEB UI yang pertama kali terbit pada Semester I 2025. Semester II 2026 ini merupakan edisi keempat.
Read more: lpem.org/survey-lpem-ahli-ekโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #EkonomiPolitik #PrabowoGibran #KebijakanPublik
๐ฅ๐๐ฝ๐ถ๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ธ๐ฎ๐ป, ๐ฎ๐ป๐ฐ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ป ๐ ๐ฆ๐๐ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ถ. ๐ก๐ฎ๐บ๐๐ป, ๐๐ฃ๐๐ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฟ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ธ๐๐ถ ๐๐ ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ฝ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป ๐๐๐ธ๐ ๐ฏ๐๐ป๐ด๐ฎ ๐ฑ๐ถ ๐ฑ,๐ณ๐ฑ%. ๐ ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฝ๐ฎ?
Read more: lpem.org/rapat-dewan-gubernuโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #BankIndonesia #TheFed #BIRate
Di momen dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, pasar karbon menjadi salah satu isu penting dalam agenda ekonomi hijau Indonesia. Potensi pasarnya mencapai Rp140 triliun per tahun. Dengan nilai sebesar itu, pertanyaannya bukan hanya berapa banyak emisi yang bisa dikurangi, tetapi juga siapa pemainnya, siapa yang berpengaruh, dan siapa yang menikmati manfaatnya?
Melanjutkan seri carbon pricing, Tanya Peneliti LPEM FEB UI kali ini bersama Rizal Shidiq, Irfan Adhityo, dan Khairunnisa Rangkuti membahas ekonomi politik pasar karbon. Mulai dari peran pemerintah, peran pengusaha, serta partisipasi dari perusahaan di sektor-sektor dengan emisi tinggi.
Diskusi juga menyoroti peran kunci modal politik dan finansial, serta pentingnya regulasi dan pengawasan pembagian manfaat dan safeguards pada proyek karbon.
Mampukah koalisi di balik pasar karbon mendorong transisi hijau yang inklusif, atau justru membuka ruang bagi green oligarchy?
Simak selengkapnya: youtu.be/en3Y2-suXUQ?si=PAjuโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #CarbonPricing #PasarKarbonIndonesia #EkonomiPolitikHijau
Angka lebih rendah belum bisa menjadi ukuran keberhasilan pengendalian inflasi antarnegara, ya..
Read more: lpem.org/inflasi-bulanan-oktโฆ
Lanjut pembahasan di Komen!๐
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #InflasiOktober #InflasiSeptember #InflasiNegaraBerkembang
Lanjutan pembahasan konten yaa!๐
Read more: lpem.org/inflasi-bulanan-oktโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #InflasiOktober #InflasiSeptember #InflasiNegaraBerkembang
Kebijakan hilirisasi tidak cukup hanya dirancang untuk mendorong peningkatan nilai tambah. Kebijakan perlu mengantisipasi risiko pasar dan perubahan di masa depan yang bisa mengubah lanskap industri.
Kamu punya pandangan lain tentang hal ini? Yuk, diskusi di kolom komen. ;)
Read more: lpem.org/assessing-market-riโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #Hilirisasi #IndustriNikel #IndonesiaChina
Jadi, jual-beli emisi itu menguntungkan atau nggak? ๐ค
Tapi sebelum bicara soal untung-rugi, ada pertanyaan lain yang lebih mendasar: kenapa emisi sampai perlu diberi harga?
Emisi karbon dari pabrik, pembangkit listrik, kendaraan, dan banyak sumber lainnya berkontribusi pada perubahan iklim, yang dampaknya dirasakan masyarakat luas. Namun, dampak ini tidak tercermin dalam biaya produksi maupun harga barang.
Dalam episode Tanya Peneliti LPEM FEB UI kali ini, Rafika Farah Maulia dan Dandy Rizky Wibowo membahas carbon pricing dari dasar, sebagai cara agar biaya tersebut ikut diperhitungkan oleh penghasil emisi.
Dari sini, obrolannya berkembang ke pajak karbon, perdagangan emisi, dan pasar karbon sukarela, termasuk membahas soal untung-rugi.
Simak selengkapnya di: youtube.com/watch?v=ARHhzgojโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #TanyaPeneliti #CarbonPricing #PasarKarbon #PajakKarbon
๐ ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐๐๐ฎ๐ต๐ฎ ๐บ๐ถ๐น๐ถ๐ธ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐บ๐ฝ๐๐ฎ๐ป ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐๐๐น๐ถ๐ ๐๐ฒ๐ฟ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด? ๐ค
ada 4 hambatan utama:
1. Norma sosial yang membatasi
2. Bias dalam akses pembiayaan
3. Bias dalam formalisasi usaha
4. Bias dalam pengembangan skala usaha
Lanjut pembahasan konten di komen ๐
Baca selengkapnya: lpem.org/msmes-for-inclusiveโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #UMKM #perempuan #gender
Lanjutan pembahasan konten ๐
Baca selengkapnya: lpem.org/msmes-for-inclusiveโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #UMKM #perempuan #gender
Infonya udah tembus Rp140 ribu/kg harga cabe di Gorontalo sama Sulawesi Utara, nih. Gimana di daerah kalian? ๐ฅ๐ถ๏ธ
Baca selengkapnya: lpem.org/inflasi-bulanan-oktโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #InflasiOktober #InflasiSeptember #HargaPangan
Lanjutan pembahasan konten! ๐
Baca selengkapnya: lpem.org/inflasi-bulanan-oktโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #InflasiOktober #InflasiSeptember #HargaPangan
Di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan, Forum Konsultasi Daerah (FKD) menjadi ruang yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk membahas arah transformasi ekonomi bersama.
Lewat diseminasi ini, LPEM FEB UI membagikan pembelajaran dari pelaksanaan FKD di dua provinsi sekaligus menghimpun masukan untuk menyempurnakan rancangan panduannya.
Bagaimana menurutmu agenda ini?
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #ForumKonsultasiDaerah #EkonomiDaerah #SektorPertambangan
Terima Kasih Telah Menjadi Bagian dari Agenda ini!
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #ForumKonsultasiDaerah #EkonomiDaerah #SektorPertambangan
Widjojo's rice policy once saved Indonesia from hyperinflation. Today, that same legacy has become a trap.
This paper introduces the "rice trap" hypothesis, where historical success breeds policy dependence, productivity stagnation, and inescapable climate vulnerability.
Read more: lpem.org/from-rice-anchor-toโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #RiceTrap #IndonesiaPolicy #DevelopmentEconomics
Kenapa emisi bisa diberi harga dan diperjualbelikan?
Emisi karbon dari pabrik, pembangkit listrik, kendaraan, dan banyak sumber lainnya berkontribusi pada perubahan iklim, yang dampaknya dirasakan masyarakat luas. Namun, dampak ini tidak tercermin dalam biaya produksi maupun harga barang.
Dalam episode Tanya Peneliti LPEM FEB UI kali ini, Rafika Farah Maulia dan Dandy Rizky Wibowo membahas carbon pricing dari dasar, sebagai cara agar biaya tersebut ikut diperhitungkan oleh penghasil emisi. Apa bedanya perdagangan emisi (ETS) dan pajak karbon? Mengapa pajak karbon yang sudah diatur oleh Pemerintah Indonesia sejak 2021 belum juga diterapkan?
Obrolan juga membahas pasar karbon sukarela dan perkembangan IDXCarbon, termasuk mengapa menanam pohon belum tentu bisa menghasilkan kredit karbon.
Simak selengkapnya di tautan ini: youtube.com/watch?v=ARHhzgojโฆ
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia


















































