Insan Amm retweeted
Seorang Sekjen NU yg sekaligus merangkap menjadi Menteri, Saifullah Yusuf, mengerahkan belasan Lawyer untuk kembali mensomasi Hamzah Sahal @hhsahal , Direktur NU Online. Semuanya bermula dari sebuah opini yg ditulis oleh Hamzah Sahal yg mungkin merugikan posisi politik Saifullah Yusuf.
NU yg seharusnya menjadi ruang rileks dalam memperadukan segala macam opini dan gagasan, berubah menjadi ruang teror bagi siapa yg tidak sehaluan. Semuanya karena satu hal; masuknya manusia-manusia politik.
Insan Amm retweeted
Menguatnya Militer (Lagi)
Pasca Reformasi 1998, Gus Dur merupakan presiden yang gigih mengembalikan TNI ke tugas pokoknya: pertahanan. Salah satu cara agar mengurangi keterlibatan militer di sipil adalah menghapus Kepala Staf Teritorial (Kaster).
25 tahun setelahnya, di era Prabowo, Kaster kembali dihidupkan.
What a life 😌
Insan Amm retweeted
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...
Turut berduka cita atas wafatnya Arianto Tawakal (14 tahun) siswa MTsN 1 Maluku Tenggara yang dibunuh oleh anggota polisi.
Semoga arwah Arianto diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh polisi masih terus terjadi. Kali ini korbannya seorang pelajar. Semoga reformasi Polri benar-benar dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Rest in power, Arianto.
Insan Amm retweeted
Catat namanya: Bripda Masias Siahaya.
Mukul anak Madrasah di Tual, Mauluku pakai helm, mengakibatkan meninggal dunia.
Videonya seliweran di timeline dari semalam.
Harus dihukum dan dipecat dari Kepolisian.
@ListyoSigitP
Insan Amm retweeted
Bukannya fokus ke tugas utama di bidang pengamanan dan pertahanan, malah ikut-ikutan bisnis. Hadeuh.
Gambar @perupadata
Insan Amm retweeted
Tidak habis pikir. Petunjuk teknis terbaru menunjukkan YAYASAN pengelola MBG dapat insentif 6 JUTA PER HARI selama 313 hari, libur pun masih dapat. Insentif itu tanpa kena pajak.
6 juta x 313 hari=1,87 miliar per SPPG
Bayangin POLRI kelola 1.179 SPPG PER HARI DAPAT INSENTIF Rp 7,07 M dan 1 tahun jadi Rp 2,21 Triliun.
Itu pun belum yayasan lain di bawah TNI.
Udahlah bubar aja negara ini.
Dijelaskan bahwa insentif ini bukan berdasarkan output based (berlaku 2025) yaitu jumlah porsi yang diberikan, tapi malahan availability based yaitu asal sudah ada dapur meski belum beroperasi. Jelas-jelas enak donk yang penyaluran porsinya sedikit bahkan belum kerja sudah dapat 6 JUTA PER HARI. Cukup duduk manis dukung rejim.
Memang MBG INI DIBIKIN BUAT MENGGERERUK DUIT NEGARA.
Kepada elite mereka royal dan disebutkan sebagai insentif, sementara bantuan ke rakyat disebut subsidi dan dianggap beban.
Insan Amm retweeted
Polisi penembak Gamma Rizkynata Oktafandy Pelajar SMKN 4 Semarang sudah di vonis 15 tahun penjara tapi sampai kini sang pelaku Aipda Robiq Zaenudin masih tercatat sebagai anggota polri
Insan Amm retweeted
Kapan Bang Jago ini ditangkap? Harus dipecat ini, jangan sampe berakhir hanya dengan materai
Insan Amm retweeted
BEGAL & JAMBRET MERAJALELA
- Welawan salah, gak ngelawan juga salah, karena mereka diduga dilindungi oleh hukum, aparat dan pengacara!
- Melawan mati konyol, gak ngelawan raib harta benda!
- Apes bener jadi WNI!
#Ngik
Insan Amm retweeted
🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘
🚨POLISI OGAH TANGKAP PEMERKOSAAN GADIS DISABILITAS
Bantu up🆙🆙🆙🔝 🙏🙏🙏🙏🙏
No viral no justice
Kronologi ‼️‼️‼️
Di negara ini harus harus viral dulu ini baru polisinya source: berita_kriminal_sumut Peristiwa memilukan menimpa seorang gadis penyandang disabilitas asal Riau. Korban menjadi sasaran bujuk rayu seorang pria bernama Pujinaro Tampubolon, yang dikenalnya melalui media sosial Facebook, hingga akhirnya mengalami kekerasan se...ks. Kejadian bermula pada Selasa, 26 November 2024, sekitar pukul 10.00 WIB, ketika pelaku bertemu korban di daerah Bagan Batu, Riau.
Dengan dalih ingin memperkenalkan korban kepada orang tuanya untuk menikah, pelaku berhasil meyakinkan korban untuk ikut ke Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut). Korban yang percaya pada janji tersebut akhirnya berangkat bersama pelaku menggunakan sepedamotor.
Setibanya di Tebing Tinggi, korban dibawa ke rumah orang yang disebut pelaku Wawak Angkat di Dusun Kerompol, Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai. Di sana ia mengalami nasib nahas itu Jumat, 29 November 2024 sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku membawa korban ke samping kamar mandi sekolah madrasah di Dusun V Emplasemen Rambutan, Desa Paya Bagas. Usai melampiaskan nafsunya, pelaku meninggalkan korban begitu saja.Kondisi korban yang merupakan penyandang disabilitas membuat warga sekitar terkejut saat menemukannya sendirian.
Melalui informasi di Facebook, keluarga korban akhirnya dihubungi dan segera menjemput korban. Keluarga korban kemudian melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Tebing Tinggi pada 1 Desember 2024. Namun hingga berita ini diterbitkan, proses hukum masih terhambat, karena pihak penyidik mengaku sedang melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa (P19). Padahal kasus sudah berjalan 9 bulan.
Insan Amm retweeted
ada lagi 👀
5 org datang bawa linggis & martil ngerusak pagar rumah SP. udah diusir baik-baik tapi tetap maksa buka pagar
akhirnya SP ngusir pakai kayu, kena 1 org. pelaku kabur & buat laporan penganiayaan ke Polsek Medan Labuhan. salah 1 pelaku diduga suruhan mantan Polisi
Insan Amm retweeted
Terjadi aksi pemukulan karena serempetan mobil di jalan
Pelaku berbaju abu abu setelah menyerempet tidak Terima ditegur marah dan memukul pemilik mobil yang diserempet, setelah memukul lalu kabur
Plat nomer kendaraan pelaku ada di video
Insan Amm retweeted
Sejumlah pegawai ritel menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di kawasan Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/1) dini hari.
Berdasarkan keterangan warga, peristiwa bermula ketika sebuah mobil diduga menabrak sepeda motor yang terparkir di area toko ritel.
Pemilik motor kemudian meminta pengemudi mobil untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Pengemudi sempat menyatakan akan menyelesaikan persoalan dan menghubungi keluarganya untuk datang ke lokasi.
Namun, setibanya di tempat kejadian, sejumlah orang yang disebut sebagai keluarganya justru diduga melakukan penganiayaan terhadap para pegawai ritel.
Akibat insiden tersebut, beberapa pegawai mengalami luka-luka. Aksi kekerasan itu juga terekam kamera pengawas atau CCTV di lokasi.
Berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah korban memilih tidak melapor ke pihak kepolisian karena khawatir terjadi serangan susulan.
Kiriman via DM
































