Ngaca kontol elu tuh guru tp bnrn sakjiw sumpah go seek professional help asli
Replying to @boora_nuna
buat yg overhating sorry ga bkl gw tanggepin.. mau lu rep/qrt sejuta kali g bakal gw tanggepin, sakit jiwa..hate nya terlalu maniac, sakit puihhh..
Eh maav mksd gw dragging a woman down aowkwowkw paham lah ya ❤️
Replying to @boora_nuna
Elu yg ngatain dan downgrade a woman that's not even you know personally, malah elu yg sehat-sehat mentalku dan stay strong maksudnya ape? Lu kan guru ya, masa sesimple skip/mute idol yg lu benci aja kaga tau caranya NIT gimana sih org pinter. Makanya gausah jahat2 amat, cm kpop
You know why all of them problematic? Because they monopolized WATER, the basic human necessity. Drinkable water should be FREE.
🏈 retweeted
a quick update: banjir lahar dingin semeru menerjang dusun pasir rejo, desa purorejo, lumajang, hingga menyebabkan tanggul jebol. banjir juga melanda sejumlah wilayah di aceh dan sumatra utara, termasuk aceh selatan, subulussalam, langkat, mandailing natal, asahan dan medan.
🏈 retweeted
PEMERINTAH DAJJAL, F*CK YOU. KAMI SEKELUARGA KEHILANGAN HAK JKN, BPK GW GA BISA KONTROL MATA KE KLINIK MATA. PEMERINTAH ANJGGG.
PDHL KELUARGA GW KURANG MAMPU BAHKAN SKRG NGANDELIN GAJI GW YG 2 JT SETELAH JUALAN BPK GW SEPI LEBIH SEPI DARI JAMAN COVID
Info cara memperbaikinya😭
🏈 retweeted
Emang, makanya kalo ada org politik gak ngaruh di hidupnya, TANPA SADAR ini jg karna politik. LU KEPANASAN, akhirnya bau asem. Mana unsur politiknya?
URBAN PLANNING pemerintahnya gimana? Cukup gak ruang hijaunya? Bangunannya sepadat apa? Sekalinya ada hutan malah dibakar bangsat
🏈 retweeted
Ini mencurigakan banget, dia punya tunggakan utang Rp 2.4 Triliun.
Pliss guysss ini udah ga benerrr, kita dipajakin bukan buat negara tapi buat ngelunasin utang2 dia😭
Makanya dia getol mau pajakin tukang cukur, tukang pijat, warteg, salon dan usaha-usaha yg lainnya.
🏈 retweeted
do those fucking devils ever stop and think abt how rakyat indonesia are actually living? orang2 tuh sampe jungkir balik cuma buat menuhin kebutuhan paling dasar mereka. AND YOU STILL WANT MORE FROM THEM? kurang banyak apasi yg kalian ambil dari kita sebagai rakyat kecil di sini?
SEMUA TRANSAKSI HARIAN KENA PPN 11%? WARTEG SAMPAI SALON JADI SOROTAN
Hashim Djojohadikusumo dalam Rapimnas KADIN menyebut PPN 11% seharusnya dipungut di setiap transaksi ekonomi.
Ia mencontohkan transaksi tunai di warung Tegal, tukang cukur, jasa pijat, hingga beauty salon yang sering tanpa kuitansi.
Untuk mengejar potensi pajak, pemerintah disebut akan optimalkan AI, perbankan, fintech, hingga marketplace seperti Shopee, Lazada, dan GoTo.
Jika transaksi harian UMKM ikut jadi sasaran, bagaimana nasib daya beli masyarakat?
Sumber: Liputan 6 - Rapimnas KADIN, 29 Oktober 2026
BITCH WE GOTTA PULL THE MARIE ANTOINETTE RN TO SEMUA PEJABAT MABOK LEM TIKUS INIHHH !
HASYIM MINTA TUKANG CUKUR, TUKANG PIJAT, DLL HARUS KENA PAJAK BIAR DAPAT BIAYAIN PROGRAM MBG DAN KOPDES
jadi gini guys, hashim djojohadikusumo, ketua dewan penasihat kadin, bilang banyaknya transaksi "ekonomi abu-abu" bikin pajak yang masuk ke negara jadi lemah, dia ngomong gitu di rapimnas kadin di jakarta pada kamis 29 oktober
contoh yang dia kasih, tukang cukur dan tukang pijat tradisional yang dibayar tunai tanpa kuitansi, kata dia tukang cukur datang ke apartemennya dan dibayar tanpa kuitansi jadi ppn 11 persen tidak dipungut, istrinya juga pakai tukang pijat tanpa kuitansi dan tidak dipungut, dari situ dia menyimpulkan ada jutaan transaksi seperti itu
dia lalu menyebut pdb indonesia 2025 sebesar rp23.281 triliun, peringkat ke-17 dunia, dan merujuk perkiraan bank dunia bahwa ada kegiatan ekonomi setara 35 sampai 40 persen dari pdb yang tidak tercatat, katanya itu berarti kurang lebih rp10 ribu triliun tidak tercatat
menurut dia salah satu penyebabnya, aparat pajak masih agak lemah dalam memungut, sehingga penerimaan negara dari yang tercatat maupun tidak tercatat tidak maksimal, dan itu juga yang bikin pemerintah selalu dipersoalkan tidak bisa membiayai mbg, koperasi desa, dan program lainnya
tapi di tulisan yang sama ada data kemenkeu yang kelihatannya bagus, penerimaan pajak sampai 30 september 2026 tumbuh 24,1 persen dibanding tahun lalu, terkumpul rp1.607,6 triliun, atau 68,2 persen dari target apbn
ppn dan ppnbm tumbuh 38,6 persen jadi rp683,3 triliun, dan ppn dalam negeri melonjak 51,3 persen jadi rp369,5 triliun, yang sebagian besar didorong konsumsi di sektor perdagangan besar bbm
pph orang pribadi tumbuh 14,4 persen jadi rp19,2 triliun dan pph 21 karyawan tumbuh 19 persen jadi rp189,4 triliun, kemenkeu bilang ini didukung naiknya aktivitas ekonomi dan sistem coretax yang makin baik
jadi bahasa gampangnya, hashim bilang banyak transaksi kecil yang dibayar tunai tanpa catatan sehingga pajaknya lolos, dan negara rugi, padahal data resmi menunjukkan penerimaan pajak sedang naik
nah menurut kalian guys, kalau transaksi kecil kayak cukur rambut dan pijat dibayar tunai tanpa kuitansi, itu wajar dibiarkan atau seharusnya dicatat dan kena pajak?
🏈 retweeted
HASYIM MINTA TUKANG CUKUR, TUKANG PIJAT, DLL HARUS KENA PAJAK BIAR DAPAT BIAYAIN PROGRAM MBG DAN KOPDES
jadi gini guys, hashim djojohadikusumo, ketua dewan penasihat kadin, bilang banyaknya transaksi "ekonomi abu-abu" bikin pajak yang masuk ke negara jadi lemah, dia ngomong gitu di rapimnas kadin di jakarta pada kamis 29 oktober
contoh yang dia kasih, tukang cukur dan tukang pijat tradisional yang dibayar tunai tanpa kuitansi, kata dia tukang cukur datang ke apartemennya dan dibayar tanpa kuitansi jadi ppn 11 persen tidak dipungut, istrinya juga pakai tukang pijat tanpa kuitansi dan tidak dipungut, dari situ dia menyimpulkan ada jutaan transaksi seperti itu
dia lalu menyebut pdb indonesia 2025 sebesar rp23.281 triliun, peringkat ke-17 dunia, dan merujuk perkiraan bank dunia bahwa ada kegiatan ekonomi setara 35 sampai 40 persen dari pdb yang tidak tercatat, katanya itu berarti kurang lebih rp10 ribu triliun tidak tercatat
menurut dia salah satu penyebabnya, aparat pajak masih agak lemah dalam memungut, sehingga penerimaan negara dari yang tercatat maupun tidak tercatat tidak maksimal, dan itu juga yang bikin pemerintah selalu dipersoalkan tidak bisa membiayai mbg, koperasi desa, dan program lainnya
tapi di tulisan yang sama ada data kemenkeu yang kelihatannya bagus, penerimaan pajak sampai 30 september 2026 tumbuh 24,1 persen dibanding tahun lalu, terkumpul rp1.607,6 triliun, atau 68,2 persen dari target apbn
ppn dan ppnbm tumbuh 38,6 persen jadi rp683,3 triliun, dan ppn dalam negeri melonjak 51,3 persen jadi rp369,5 triliun, yang sebagian besar didorong konsumsi di sektor perdagangan besar bbm
pph orang pribadi tumbuh 14,4 persen jadi rp19,2 triliun dan pph 21 karyawan tumbuh 19 persen jadi rp189,4 triliun, kemenkeu bilang ini didukung naiknya aktivitas ekonomi dan sistem coretax yang makin baik
jadi bahasa gampangnya, hashim bilang banyak transaksi kecil yang dibayar tunai tanpa catatan sehingga pajaknya lolos, dan negara rugi, padahal data resmi menunjukkan penerimaan pajak sedang naik
nah menurut kalian guys, kalau transaksi kecil kayak cukur rambut dan pijat dibayar tunai tanpa kuitansi, itu wajar dibiarkan atau seharusnya dicatat dan kena pajak?
#reminder kl elu goblok dan suka dragging gg out of nowhere, apa pun fandomnya akan gw per-??????-kan #fyi #niceinfo
🏈 retweeted
revolusi tidak akan terjadi ketika pergerakan kita berhenti di ngata ngatain prabowo doang btw.
revolusi tidak akan terjadi sekalipun prabowo kepeleset di kamar mandi dan meninggal.
Aku jg penasaran asli kk rockroeff sama jawabanny, bentar kita tanya jisel aespa dlu tlong klarif mb mukamu beda2 mlu bjir tiap tahun, bulan, minggu, hari... mngerikan... #BERSYUKUR! woi sm Pemberian #Tuhan gk puas mlu dgn hasil oplasny
🏈 retweeted
Gue tanya, jatoh ga rezimnya setelah lu ngata2in tedi wowo gay???
Kalo berhasil lu bikin ni rejim jatoh gara2 begituan, tepok tangan 72jam nonstop dah gue
🏈 retweeted
imo, belajar politik ga bisa lepas dari belajar bermasyarakat. ga cukup dgn hanya baca teori, perlu turun dan bersosialisasi. misalnya, ngobrol sama pedagang di pasar. mungkin mrk ga hapal teori ekonomi, tapi mrk paham fluktuasi harga dan rantai jual beli dari hulu ke hilir.





































