Kendil Nggoling retweeted
Plot twist terbaik minggu ini: Wawancara Tifa, tapi sound-nya 'Hidup Jokowi!' 😭 Merindingnya dapet, lucunya dapet."
Kurang ajar apa nggk di briefing dulu itu pendukunya bu dokter @DokterTifa 🤣😝😜
Kendil Nggoling retweeted
Eks Branch Manager MNC Bank Curhat ke Jusuf Hamka, Ngaku Mulutnya Disumpal Sepatu oleh Hary Tanoe
“Kalau saya bohong, saya ini sudah di kantor polisi, Pak.”
Begitu jawaban Sadiah Amir Sussy, mantan Branch Manager MNC Bank Kebon Sirih, saat Jusuf Hamka alias Babah Alun menanyakan kebenaran cerita dugaan mulutnya disumpal sepatu.
Di hadapan Babah Alun, Sadiah kembali membenarkan pengakuannya terkait dugaan penganiayaan yang dilaporkannya ke polisi dan dikaitkan dengan Hary Tanoesoedibjo.
Jusuf Hamka pun berjanji mengawal kasus tersebut agar Sadiah mendapatkan keadilan.
Pihak MNC Bank sebelumnya membantah tuduhan penganiayaan itu. Saat kembali dimintai konfirmasi oleh Inilah.com, MNC menyatakan enggan menjawab karena menilai media ini tidak kredibel dan tidak menjalankan praktik jurnalistik profesional terkait pemberitaan MNC Group.
Benarkah cerita Sadiah? Simak percakapannya dengan Babah Alun dalam video ini.
#JusufHamka #BabahAlun #SadiahAmirSussy #HaryTanoe #MNCBank
Jokowi bener2 telah menjadi sosok pemimpin yang susah dicari bandingannya.
Sabarnya, tegasnya, kepekaanya dan keberaniannya sampai detik ini belum ada yg mampu mensejajarinya.
Dunia terbelalak Indonesia ditangan Jokowi begitu tampak sebagai negara besar, sbg bangsa besar.
Kendil Nggoling retweeted
🚢🔥Bahlil bongkar strategi baru ekspor Indonesia: barang dari Indonesia harus langsung ke tujuan, nggak perlu mampir-mampir ke negara perantara kayak Singapura lagi.
Ekspor LNG ke Jepang? Langsung. Ke Eropa? Langsung. Barang kita sendiri, kenapa harus transit dulu?Ini langkah penting buat naikin nilai tambah, devisa, dan kendali logistik nasional. 🇮🇩
Keren juga kalau bisa memangkas perantara dan makelar eksport. 😁
Kendil Nggoling retweeted
Alhamdullilah , Masih Ada politikus yg Waras ya di Indonesia. Pihak yg bahas Ijazah & pemakzulan Gibran udah pada gak Waras semua termasuk buzzer2nya. Karena melanggar apa sehingga harus dimakzulkan. Aneh2 wae 😂
Kendil Nggoling retweeted
Dulu saya kagum dengan Singapura. Negara kecil, tetapi bisa sangat maju.
Namun, pernahkah kita berpikir, sebagian bahan baku yang mereka olah dan perdagangkan berasal dari negara lain, termasuk Indonesia?
Bayangkan jika Indonesia mampu mengolah SDA sendiri, memperkuat industri, dan meningkatkan nilai ekspornya.
Dengan kekayaan alam sebesar ini, bukankah Indonesia juga punya peluang menjadi jauh lebih maju?
Kendil Nggoling retweeted
Nolak RJ itu blunder. Tujuan Roy bukan cari kebenaran tapi downgrade Jokowi. Kalau cari kebenaran,uji forensik di lab & PTUN, bukan potong dokumen di X. Makanya JPU siapkan 94 saksi + 26 ahli. Pasal 35 UU ITE 12 thn + 5M jadi kunci,biar isu ijazah palsu mati total di pengadilan.
Kendil Nggoling retweeted
Katanya anak muda NOTHING? Lihat ini :
Batik rapi, map VitalSense di tangan, adab dijaga ke orang tua, duduk dengar karya mahasiswa.
Di Istana melayani, di lapangan merangkul.
Tak ribut di medsos, kerja senyap hasil nyata.
Ini baru SOMETHING. 🇮🇩😁
Kendil Nggoling retweeted
Dulu bertumpah darah, kini bertumpah karya. Kepemimpinan muda bukan lagi sebuah eksperimen, melainkan jawaban atas tantangan zaman. Seperti gerak cepat para pemimpin muda hari ini, mari buktikan bahwa usia hanyalah angka, tapi kontribusi adalah segalanya! 🔥 #SumpahPemuda2026
Kendil Nggoling retweeted
Bang Fery Amshari tersenyum ketika sy mengatakan; belum kita lihat bukan berarti tidak ada.
Waktu itu beliau menjawab; iya kalau benar ada, saya janji akan mendukung Gibran 2029.
Kendil Nggoling retweeted
Usai diUltimatum, Singapura langsung Sowan dan sungkem Ke King Indo "Prabowo"
Dulu ngelihat Singapura itu sepertinya kita minder banget, sekarang ada Presiden yang bikin Indonesia terhormat dan nekuk kepongahan negara tetangga ini.
KAMI BANGGA KEPADAMU PAK @PRABOWO!
Kendil Nggoling retweeted
"Ujung dari Kasus Ijazah Gibran"
Banyak yang mengira hasil MK kemarin berujung ke pelengseran Gibran. Mereka tertawa seakan Gibran sudah berhasil mereka turunkan.
Sejak 2014 tawa itu sudah sering kita dengar untuk Jokowi, seakan-akan bisa menurunkan Jokowi. Padahal, itulah mimpi basah terpanjang dalam sejarah.
Dan seperti biasa, pada akhirnya mereka akan menelan kekecewaan lagi.
Putusan MK memang akan berlanjut ke "forum pembuktian" berikutnya. Tapi di ujung sana, SUBSTANSI yang akan memenangkan perdebatan ini.
Bahwa Gibran sudah lulus S1 secara sah, itu tak terbantahkan. Lembaga yang mengeluarkan ijazah Gibran masih ada. Dan bisa dibuktikan.
Kenapa pihak Gibran mendaftar pakai Suket saat itu? Ya karena surat keterangan sudah cukup untuk saat itu. Bukan cuma Gibran yang mendaftar memakai Suket untuk daftar calon kepala daerah.
Kenapa Dikdasmen, dan KPU saat itu mengeluarkan Suket dan meloloskan Gibran? Ya karena secara SUBSTANSI mereka tahu bahwa Gibran sudah S1 dan sudah memenuhi syarat.
Tidak ada manipulasi dari penerbitan Suket ini. Secara logika sederhana sudah cukup jelas karena mereka tahu bahwa: Gibran sudah lulus S1.
Gibran yang tidak ingin mencantumkan gelar akademik di kertas suara (seperti halnya Prabowo), memang hanya perlu surat keterangan sederhana untuk menjelaskan bahwa dia SUDAH melebihi syarat yang ditentukan, yaitu pendidikan paling rendah lulus SMA.
Orang PDIP pun, saat mendaftarkan Gibran sebagai calon wali kota Solo, juga sudah tahu. PDIP tahu bahwa semua proses itu tak ada yang melanggar hukum. Makanya dari dulu, Suket itu tidak pernah jadi masalah. Lha wong hanya memberi surat keterangan sesuatu yang sudah mereka yakini itu benar. Apa masalahnya?
Kalau sekarang MK menyatakan bahwa tidak ada sertifikat yang setara SMA saat pendaftaran itu, ya memang tidak ada. Kan yang dimiliki Gibran cuma Sertifikat O Level yang lebih rendah dari SMA, dan Sertifikat Advanced Diploma yang di atas SMA. Tidak ada yang sama persis setingkat SMA. Namun semua yang memproses saat itu sudah tahu hal itu. Dan itu seharusnya tidak ada masalah.
Sekali lagi, secara substansi dan secara niat, tak ada masalah dengan fakta: "tidak ada ijazah SMA". Hanya saja putusan MK kemarin memang belum membahas tahapan pendidikan Diploma atau S1. Tahapan kemarin, MK hanya "mencari ijazah yang setara SMA", bukan mncari ijazah yag di atas SMA.
Makanya di "forum" tahap berikutnya, entah itu hak angket di DPR atau nanti kembali ke MK, pada akhirnya ijazah S1 yang akan dibahas. Substansi dari syarat pendidikan itu yang akan jadi poin "persidangan Gibran" di tahap berikutnya.
Untuk memastikan keaslian dan kelayakan ijazah S1 Gibran, tentu negara harus memanggil lembaga pendidikan yang mengeluarkan ijazah itu. Namun, sepanjang ijazah S1 itu dinyatakan sah, "forum berikutnya" tersebut akan menghasilkan kesimpulan: Gibran memenuhi syarat pendidikan minimal sebagai wapres dan tidak ada alasan untuk melengserkan.
Pada akhirnya, impian mereka bisa melengserkan Gibran tentu tidak akan terwujud. Dan mereka yang tertawa-tawa saat ini akan terbangun dari mimpi dan sadar mereka cuma mimpi basah, yang itu sudah mereka alami sejak 2014.
Kendil Nggoling retweeted
Ini bukti ijazah Mas Gibran dari SD sampai S1.
Pantas gerombolan kuda nil cabut gugatan, mungkin sadar peluang menangnya gak ada. 😁😇
Klo mrk masih mempermasalahkan suket, justru lucu. Saat mengajukan permohonan penyetaraan ijazah LN, Mas Gibran menggunakan layanan daring yg dikelola Kemendikbud saat itu, sekarang Kemendikdasmen.
Pemohon mengisi data & mengunggah dokumen sesuai persyaratan serta petunjuk sistem. Jika kemudian ada persoalan dalam penentuan kriteria atau proses penyetaraan, itu harus dijelaskan oleh kementerian yg berwenang, bukan otomatis dibebankan sebagai kesalahan pemohon.
Ijazah Mas Gibran lengkap mengajukan dokumen sesuai prosedur yg diminta. Klo ada yg mau dipersoalkan, periksa proses & aturan kementeriannya, jangan asal menyalahkan orangnya! 😁
Kendil Nggoling retweeted
SINGAPURA FINISHED 🥶🛑
🇸🇬 : pak kemaren kita ke Qatar mahal ternyata gasnyaa 😭 ini beneran di pangkas nih exportnya? $18/MMBtu pak, gila!
🇮🇩 : Loh 2028 juga di stop loh ya. Kan sesuai janji. Negara yang gak hormat kan gak usah dikasih gas murah lagi. Dulu cuma $8/MMBtu dari kami, sekarang silakan nikmati harga pasar dunia ya.
🇸🇬 : pak pls lah pak, listrik HDB kami naik 47% pak. PUB kami teriak pak. Jurong Rock Cavern kami aja baru muat 1,2 juta m3, itu buat nyimpen minyak Arab Saudi, bukan gas!
🇮🇩 : Lah kan Arab Saudi mau simpan minyak mentah di Jurong Rock kalian H2 2027? Bagus dong, jadi gudang. Dulu kalian HUB gas Indonesia, sekarang jadi GUDANG minyak Arab. Naik kasta kan jadi satpam gudang?
🇸🇬 : emaaakkk 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 pak kami harus beli LNG spot dari Qatar pakai kapal, ongkos kapal aja $2 juta sekali jalan pak!
🇮🇩 : Ya makanya Dr. Patrick Liew kemarin nulis "terima kasih". Terima kasih karena sudah ngajarin Singapura arti mandiri itu bayarnya pakai duit, bukan pakai surat. Dulu pas Covid kami dibantu vaksin, sekarang gantian kalian belajar bayar harga sombong.
🇸🇬 : pak kami negara kecil pak, gak ada gas pak 😭
🇮🇩 : Nah itu kalian sadar. Kecil, gak ada gas, gak ada nikel, tapi gaya ngomong di surat kayak negara superpower yang ngajari kami cara kelola negara. Sekarang rasain, mau nyalain AC di Orchard aja mikir 2x karena tagihan gas.
END.
Kendil Nggoling retweeted
Padahal waktu itu Jokowi Ingin Duet Prabowo-Ganjar, tapi Emak mu menolak.
10 Tahun jadi partai penguasa, harusnya mau dikasih kursi No 2, nanti baru gas lagi naik.
Dikasihkan ke Gibran Ngamuk2 pengen LENGSERKAN Gibran , tau gitu terima aja jadi wapres Prabowo, Riweh!
Kendil Nggoling retweeted
Mau di serang model apapun gak bakalan mempan...orang baik itu backing nya Tuhan, belom hasil kerja nyatanya yang jadi saksi walaupun gak bersuara.
#IndonesiaMaju 🇮🇩
Kendil Nggoling retweeted
Akhirnya Rismon posting bukti kuat! Koran Kedaulatan Rakyat 29 Juni 2005 - 20 tahun lalu sebelum jadi Presiden - sudah tulis: Ir Joko Widodo calon Walkot Solo terpilih, pemuda lulusan Fakultas Kehutanan UGM 1985. Arsip cetak 2005 tidak bisa direkayasa.
Ini bukti paling otentik!



















