Pinned Tweet
Pepatah Melayu menyatakan "Raja Alim Raja Disembah, Raja Zalim Raja Disanggah"
Pemimpin yg adil akan dipatuhi, pemimpin yg sewenang-wenang akan dilawan.
Bagi kami orang Melayu, kesetiaan kepada pemimpin tidak bermakna ketundukan pada kezaliman. Kebenaran tetap perlu ditegakkan.
Mengambil jarak dari kekuasaan sangatlah penting, terutama ketika berhadapan dengan penguasa yang zalim (otoriter, tidak adil, dsb).
Kredit Janggal Pencaplokan Saham PT Bayan Resources.
youtube.com/watch?v=MAu9EHBZ…
AWAS KALIAN! Kalau kalah lagi malam ini, siap-siap hengkang dari Old Trafford.
@ManUtd
teapawt.org/i/jf/soccer/league/mat…
Pria itu tidak berjuang sendiri.
Raffi Ahmad
#INDONESIASADAR
Perry Gerr retweeted
Geger....Pembatalan Surat Keterangan (Suket) pengganti Ijazah a.n. Gibran akhirnya dikabulkan Mahkamah Agung perhari ini, Suket ini dipakai untuk kelengkapan syarat Pasal 227 huruf l UU Pemilu, dengan begitu konsekuensinya berdampak luas.
Selamat buat Bpk. H.M. Subhan yang gigih berjuang meskipun kalah ditingkat pertama dan kedua, dan menang di Mahkamah Agung.
KEBENARAN TIDAK PERNAH TIDUR, HANYA MENUNGGU WAKTUNYA!!!
sipp.ptun-jakarta.go.id/inde…
Perry Gerr retweeted
Cara berpikir seperti ini justru keliru karena menganggap salib hanya boleh hadir di ruang ibadah dan kehilangan maknanya ketika dibawa ke ruang publik.
Salib bukan simbol monopoli kebenaran, tetapi simbol penderitaan, pengorbanan, kasih, dan keberpihakan kepada mereka yang tertindas.
Ketika salib merah dibawa ke jalan sebagai simbol solidaritas terhadap penderitaan rakyat, itu bukan berarti pemerintah dianggap musuh Allah atau sekutu setan.
Justru dalam sejarah Kekristenan, salib mengingatkan manusia untuk berani melawan ketidakadilan, termasuk ketika ketidakadilan itu dilakukan oleh penguasa.
Yang berbahaya bukanlah membawa salib ke ruang politik, melainkan menggunakan kekuasaan untuk membungkam suara kenabian yang diwakili salib.
Jangan menyamakan kritik terhadap pemerintah dengan penghakiman terhadap iman para pejabatnya. Pemerintah boleh dikritik, sekalipun para menterinya beragama Kristiani.
Salib tidak harus menjadi alat kekuasaan. Salib justru dapat menjadi pengingat moral bagi kekuasaan.
Tenang, Pak! Itu salib, untuk mengingatkan diri apakah penguasa sudah bekerja untuk rakyat, jangan panik toh bukan surat panggilan pengakuan dosa dari KPK!
“Ketika Anda angkat Salib maka lawan politikmu termasuk Saya Natalius Pigai seolah2 musuh Allah. Anda orang benar dan pemerintah orang berdosa. Ketika anda angkat Salib ( anda anggap diri sudah sekutu Allah). Sementara pemerintah termasuk belasan Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet ini (termasuk Natalius Pigai) yang beragama Kristiani dianggap pendosa dan seolah2 kami ini bersekutu dengan setan. FATAL!.”.
Saat salib dibawa masuk ke panggung politik, saat itu juga salib berhenti sebagai simbol keselamatan dan berubah menjadi simbol kekuasaan serta unjuk kekuatan. Begitu salib berubah menjadi simbol kekuasaan, orang akan langsung teringat pada luka lama sejarah: Perang Salib.
Mengapa hal itu sangat berbahaya?
Salib telah kehilangan maknanya. Di hadapan salib, kita sesungguhnya harus menyampaikan credo:
“Aku anak yang berdosa, ampunilah aku.”
Namun, di panggung politik, salib bisa dipelintir menjadi:
“Kami benar. Anda, pemerintah, salah. Kami yang berkuasa.”
Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai salib yang mengajarkan kerendahan hati, pengampunan, kasih sayang, belas kasih, dan cinta kasih.
Salib juga bisa membuat lawan politik seolah-olah menjadi musuh Allah. Inilah yang paling fatal.
Dalam politik, lawan kita adalah sesama warga negara yang memiliki perbedaan pendapat dan pilihan politik. Itu merupakan hal yang wajar. Hari ini seseorang menjadi lawan, tetapi esok hari bisa menjadi kawan dalam koalisi.
Selengkapnya:
posnews.co.id/salib-merah-po…
Perry Gerr retweeted
Vonis MA yg membatalkan Suket Setara SMA utk. Gibran sdh jelas. Follow up atas jabatannya sbg Wapres terserah kpd politik, mau pilih jalan yang mana. TETAPI pembuatan Suket dan penyelundupan pasal 18 ayat (3) hrs diproses scr. pidana. KPU dan Dit. Dikdasmen seharusnya segera diperiksa.
Tidak perlu pakai narasi panjang x lebar!
FUCK YOU Raffi Ahmad 🖕
#INDONESIASADAR
Mengkritik pemerintah dengan bahasa yang ringan dan jenaka, tetapi tegas dan menohok.
WNI Drive Thru 👏
#politicalsatire
#INDONESIASADAR
Perry Gerr retweeted
BREAKING NEWS! MA Kabulkan Gugatan Pembatalan Penyetaraan Ijazah Gibran
tempo.co/politik/ma-kabulkan…
Kalau mahasiswa-mahasiswa dari kampus besar ini sudah turun ke jalan, pertanda kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
#politicalsatire
#INDONESIASADAR
teapawt.org/BiLLRaY2019/status/211…
Lawan hoax katanya, tapi di sekelilingnya hadir para mahasiswa bayaran.
Jadi yang hoax itu siapa sebenarnya @RaffiAhmad @RafiNagita1717 ❓️
Raffi Ahmad
#INDONESIASADAR
Sayang kalo gak diposting.
Nice moment! Usai demo, pulang dgn tertib bergandengan agar gak ada teman yg tertinggal. Saling melindungi.
Memulai demo pun dgn cerdas, datang naik mikrolet T19 sampai gak terdeteksi oleh aparat.
🥹 🫶 🥹 #INDONESIASADAR
Perry Gerr retweeted
Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi gugatan pembatalan surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diajukan HM Subhan, Jumat (30/10/2026).
Putusan Nomor 742 K/TUN/2026 tersebut mengabulkan seluruh gugatan penggugat dan menyatakan suket penyetaraan pendidikan Gibran tidak sah.
Mantan Wamenkumham Denny Indrayana turut mengunggah putusan tersebut. Dia menilai keputusan MA sejalan dengan pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait bukti pendidikan Gibran.
Baca selengkapnya: inews.id
Kreator: FAR/KST
#GibranRakabumingRaka #Gibran #MahkamahAgung #KasasiMA #IjazahGibran #DennyIndrayana #PutusanMA #iNews


















