Jejak digital itu terus membekas... Jika apa yg anda narasikan adalah hoak dan secara sengaja menyebarkannya dengan tujuan tertentu jejak digital ini yang akan menjadi bukti...
Momen penangkapan beberapa jenderal Polri ini bertepatan dengan kehadiran Jokowi di Jakarta.
Rasanya, sulit untuk tidak berpikiran jika dugaan penyadapan Presiden Prabowo berhubungan dengan langkah Jokowi ke Ibukota.
Jika dugaan ini benar terjadi, sulit bagi Jenderal Listyo Sigit untuk membela diri, juga sulit bagi geng Solo untuk menyelamatkan diri.
Langkah Presiden Prabowo bersih-bersih sudah tepat, menindak tegas penegak hukum yang masih terindikasi loyal pada penguasa sebelumnya.
Presiden butuh orang yang bisa dipercaya, bukan orang yang melapor pada matahari lain.
Udah gak ketolong ini mah... Dari Partai mana sih? Himbauan disamain dengan undangan... Hadeuuuh, mau menggiring opini tapi menyesatkan...Ketum Coba dikasih bahan yang lebih berbobot...
Replying to @deny01184907
Contoh:
Himbauan kepada warga untuk gotong royong.
Berarti apa menurut kamu?
Ngitung aja salah mau debat bahas yang lain... Ujung-ujungnya blokir, ntar pasti bilang gw yg kalah debat dan diem gak komen lagi... Padahal gw diblokir...
Minimal lo mesti belajar ngitung lagi baru berdebat ama gw...
Lah Singapura mengeluarkan peraturan wajib belajar 6 tahun tidak boleh dilakukan swasta atau non formal, harus dilaksanakan Sekolah Negri.
Klo di Indonesia lo mesti SD di Sekolah Negri tidak boleh ditempat lain...
Bukan Pak Jokowi yang mengajukan Gibran jadi Walkot (tapi PDIP), yang mengajukan Gibran jadi Wapres juga bukan Pak Jokowi (tapi Koalisi Indonesia Maju yang terdiri dari beberapa partai).
Pengajuan keduanya tidak secara independent,Pak Jokowi hanya Berdoa untuk anaknya...
Lah gimana sih Didu,Penyetaraan pendidikan SMA itu melalui SUKET tersebut, berbeda tidak menemukan ijazah dengan tidak ada Penyetaraan Pendidikan.
Penyetaraan Pendidikan mlalui Certificate&nilai transkip,apakah itu melanggar UU atau Peraturan lainya? Sah sesuai SOP Kemendismen.
Kan bisa langsung ambil. Ujian paket C... Gak perlu lagi ikut yang kata lo 3 taon... Mending lo kasak kusuk lebih dlm dulu sblm komenTAT...
MEMBONGKAR CELAH WAKTU: Kenapa Paket C Gibran di 2027 Mustahil Lulus Normal untuk Pilpres 2029?! 🔥
Hitung-hitungan logis: Paket C itu normalnya 3 TAHUN.
Kalau baru mulai daftar 2027, baru bisa lulus 2030.
Padahal pendaftaran Pilpres 2029 sudah dibuka akhir 2028!
SECARA MATEMATIKA HUKUM, GIBRAN JELAS GAK SEMPAT LULUS!
Pertanyaannya: Apakah demi si anak, aturan durasi Paket C mau disulap juga jadi 2 tahun? 😂
MAU BIKIN HUKUM KOMEDI JILID 2?! 🤡
#TuntutImpeachmentGibran
Ah ini mah kliatan sudah terorganisir...
Jika putusan MK yg menyatakan ijazah SMA Gibran tidak ada, tak segera ditindaklanjuti oleh @DPR_RI ,saya meyakini apa yg dikatakan oleh Rocky Gerung "akan terjadi amuk massa" benar-benar akan terjadi.
Ini contoh permulaan:
Mak mak men swiping ijazah polisi.
Kau tamat apa masuk polisi?
SMA
Bukan surat yg disetarakan kan?
Bukan
🤣🤣🤣
Jauh lebih miris yang Diduga lulusan SMP bisa mengalahkan yang lain...dugaan itu muncul ketika yang diduga Lulusan SMP sudah menang, dugaan yang mengada-ngada...
Nah ini posting sesuai WAG...pake bahan-bahan yang sudah di share melalui WAG...
Gak perlu pintar yang penting berpatisipasi di grup...jangan lupa tanda pagarnya diketik...
Takut amat ama Pak Jokowi...
Khawatir terus menduga-duga sih boleh, simpan buat diri sendiri...
Kasih tahu ke Publik cuma mau giring opini...
Sudahlah berhenti bernyanyi orkestra sakit hati... Seolah paling tahu hati orang lain, padahal hati sendiri saja bs diabaikan...
Kasak-Kusuk Jokowi di Jakarta Menjelang Putusan MK Soal Gibran?
Menjelang Putusan MK terkait Diskualifikasi Gibran, Jokowi di Jakarta.
Publik punya alasan untuk curiga, karena rekam jejaknya kelam. Putusan MK No. 90/2023 yang mengubah syarat usia capres-cawapres dan meloloskan Gibran lahir dari proses yang cacat etik. Anwar Usman, paman Gibran, dicopot dari kursi Ketua MK.
Majalah Tempo bahkan melaporkan dugaan lobi dari lingkar Istana: Pratikno dan timnya disebut menghubungi hakim konstitusi agar hakim yang semula menolak berbalik mengabulkan.
Dengan sejarah seperti itu, kehadiran Jokowi di Jakarta tepat menjelang putusan sulit dibaca sebagai kebetulan. Sekadar nonton bola? Atau kasak-kusuk jilid dua? Mau cawe-cawe lagi?
Jika Pak Jokowi ikut duduk bersama rombongan Pak Prabowo, pasti kalian permasalahkan juga kan...?
Pokoknya sesuai dengan WAG aja, semuanya udah diatur apa yang mesti diposting...!!!?
Kasihan ya Pak Anis dulu sendirian padahal Pejabat loh...
Pak Jokowi yang lo anggap sendirian, bkn lagi Pejabat jadi wajarlah...
dan gak bisa disebut Karma...
Gampang sih mencernanya, jika mereka teman-teman SMP disekolah yang sama pasti kenal ama tuh guru yang menyatakan hal tersebut, tinggal klarifikasi dah beres, fakta terungkap... Mereka gak anggap perlu untuk bela Pak Gibran berdasarkan isu belaka...



















