Mr. Simple. 🗿 retweeted
catatan sejarahnya bahkan udh semerah dan penuh amis darah, tapi masih banyak yg memilih menutup mata dan pura pura lupa. padahal di luar sana, masih banyak keluarga para korban yg bahkan mungkin namanya tidak sempat tercatat, masih mencari keadilan.
#ArsipTempo
Jenazah-jenazah ditemukan di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, pada Mei 1998. Jenazah itu diduga adalah para aktivis korban penculikan.
Mr. Simple. 🗿 retweeted
GUYS LUWU, SULAWESI SELATAN ‼️
Hasil pantauan warga, Kebakaran/Pembakaran Hutan terjadi di Area Eks PT. Panply, Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu Malam (21/10/2026).
Kobaran api di area tersebut menjadi perhatian dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi meluasnya kebakaran ke area sekitar.
Diharapkan pihak dan terkait segera membantu penanganan dan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Mari terus pantau perkembangan situasi di lapangan.
Lokasi: Area Eks PT. Panply, Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Mr. Simple. 🗿 retweeted
Kritik Warga adalah Hak!
Membungkam suara kritis tidak akan mengubah realita kegagalan Pemerintah dalam menangani Karhutla.
Mr. Simple. 🗿 retweeted
Warna yang paling sering kita lihat tahun ini bukan dari warna pemandangan atau estetika desain, tapi dari bara api dan kabut asap
Di balik warna kelabu yang menyelimuti langit dan merahnya bara api yang membakar hutan, ada jutaan orang yang harus menghirup udara beracun, kehilangan rasa aman dan berjuang menjalani hidup di tengah bencana yang terus berulang
Hutan terbakar, udara tercemar dan masyarakat harus menanggung akibatnya. Ini bukan sekadar fenomena alam atau pemandangan yang bisa kita anggap biasa setiap tahunnya. Ini adalah krisis lingkungan dan kemanusiaan yang membutuhkan tindakan nyata
Sangat menyedihkan ketika kehancuran alam dan penderitaan masyarakat justru menjadi warna yang paling melekat dalam ingatan kita tahun ini. Kita tidak seharusnya terbiasa melihat hutan terbakar dan langit tertutup asap
Kebakaran ini nyata. Penderitaan masyarakat ini nyata. Dan kita tidak boleh membiarkan tragedi ini terus berulang tanpa pertanggungjawaban











































