Pinned Tweet
Silahturahmi politik yang gaduh di tengah terpaan isu ekonomi global dan rapuhnya konsolidasi politik dalam negeri di enam bulan pertama pemerintahan Prabowo. Menyisakan pertanyaan publik, benarkah kita berada di bawah matahari kembar?
#SocietyReview #SocietyReviewIndonesia
#SocietyReviewInstitute #MatahariKembar #Politik #Jokowi #JokoWidodo #PrabowoSubianto #PolitikDalamNegeri #GengSolo #PresidenPrabowo
Society Review retweeted
Pemuda yang tew4s Dikeroyok di mesjid Sibolga ternyata anak yatim piatu,
Seorang pemuda T3w4a Dikeroyok 5 Orang di Masjid Agung Sibolga, Dis3ret ke Pinggir Jalan
Seorang pemuda berinisial AR (21), warga Kelurahan Kalangan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), t3w4s setelah menjadi korban pnger0yokan di dalam Masjid Agung Kota Sibolga, Sabtu (1/11) dini hari.
Korban yang tengah beristirahat di dalam masjid tiba-tiba didatangi oleh lima orang tak dikenal. Tanpa alasan jelas, para pelaku langsung melakukan pnger0yokan hingga korban tak sadarkan diri.
Tragisnya, dalam kondisi pingsan korban di5er3t keluar masjid dan ditinggalkan di pinggir jalan. Warga yang menemukan korban tergeletak segera mengevakuasi ke RSUD Sibolga, namun ny4wanya tidak tertolong.
Pihak kepolisian telah menangkap dua dari lima pelaku pada Sabtu (1/11) sore dan kini masih memburu tiga pelaku lainnya yang melarikan diri
Via momen_indonesia
Akibat nekat berlayar dengan kapal perompak nahkoda tak berdaya, yang penting sudah jadi nahkoda walau kendali di tangan perompak. Mau ke kiri salah, ke kanan salah, nahkoda asyik berlayar yang penting toh pangkat di bahu tetaplah nahkoda..#Apakabar #timreformasiPOLRI
Society Review retweeted
↖️✍🏻”𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻 𝗗𝗶𝗿𝗮𝗴𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗺𝗽𝘂 𝗚𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝗿𝗶 ?”
Secara hukum tata negara, pengangkatan Kapolri memang merupakan hak prerogatif Presiden yang sederhana saja proses pelaksanaannya.
Proses formalnya jelas kok. Presiden memilih satu calon (dari internal Polri), mengajukan nama tersebut ke DPR untuk persetujuan, dan kemudian melantiknya. Setidaknya begitulah yang terjadi dulu, di era Tukang Kayu menjadi Presiden ketika mengganti Kapolri Jenderal Idham Azis dengan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Namun di era Presiden mantan Jenderal Kopassus, praktiknya malah menjadi ruwet, rumit dan kusut. Proses yang seharusnya sederhana itu bergeser dari sekadar "pelaksanaan hak" menjadi sebuah "arena negosiasi politik" yang kompleks.
Hak Prerogatif Presiden dihiasi dengan "Tarik-Menarik" (Pull and Tug) kepentingan “pejabat pro rezim Jokowi” alias termul, oligarki pemilik “Boneka Solo” beserta kendaraan tunggang (partai politik) dibelakangnya agar Kapolri petahana “tidak diganggu" atau tidak mengganggu Kapolri yang mengamankan kepentingan politik dan mesin politik mereka.
"Tarik-menarik" ini adalah bentuk negosiasi antar-elite penguasa loyalis Solo beserta Ketum-Ketum partai koalisi yang ingin "menitipkan" kepentingannya kepada Presiden.
Posisi Kapolri menjadi "alat tawar" (bargaining chip) dalam dinamika politik mereka. Pendukung Presiden yang berasal dari loyalis Solo bisa saja menggunakan "ancaman" terselubung, misalnya, mengganjal RUU prioritas Presiden di DPR jika usulan mereka terkait Kapolri tidak didengar.
Jadi dengan proses penggantian Kapolri yang memakan waktu lama, melewati batas kelaziman masa jabatan Kapolri sebelumnya, atau diwarnai banyak "drama" dan tekanan yang justru datang dari kolega Presiden sendiri, maka wajar jika muncul dugaan atau analisis yang menilai Presiden "lemah" dalam menjalankan kekuasaannya.
Dugaan "kelemahan Presiden" seringkali berbanding lurus dengan dugaan adanya "tekanan". Tekanan ini bisa bermanifestasi dalam berbagai bentuk, dari yang halus hingga yang bersifat intimidatif.
Para pemilik bisnis besar (terutama di sektor ekstraktif seperti tambang, sawit, atau infrastruktur) sangat berkepentingan dengan siapa yang menjabat Kapolri. Mereka membutuhkan "backing" keamanan untuk operasional bisnis mereka.
Dalam pertarungan elite, bukan tidak mungkin ada faksi (baik dari internal Polri, intelijen, atau partai) yang "menyandera" Presiden atau lingkarannya dengan informasi sensitif/negatif.
Bentuk intimidasi yang lebih jauh adalah ketika faksi tertentu "bermain" dengan membiarkan eskalasi isu keamanan di wilayah tertentu, untuk mengirim pesan kepada Presiden bahwa "stabilitas terancam" jika ia salah memilih Kapolri.
Ini adalah skenario "deep state" yang ekstrem, namun sering menjadi bahan spekulasi di kalangan pengamat.
Proses penggantian Kapolri adalah mikrokosmos dari pertarungan kekuasaan di Indonesia. Hak prerogatif Presiden secara de jure (hukum) sangat kuat, namun secara de facto (realitas) ia terkunci oleh berbagai kepentingan.
Dugaan "kelemahan" Presiden muncul bukan karena Presiden tidak punya kuasa, tetapi karena ia terlihat tidak mampu atau tidak mau menggunakan kuasanya secara penuh akibat kalkulasi biaya politik yang terlalu tinggi dari tekanan koalisi, faksi internal, dan opini publik.
Begitulah realita politik, logika seringkali berlaku terbalik, tak ada jaminan Jenderal Pasukan Khusus yang ditempah dalam kawah candradimuka mampu mengalahkan Tukang Kayu yang ditempa dalam saluran gorong-gorong.
Memalukan memang, tapi begitulah faktanya, mau apa lagi..?
Society Review retweeted
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberi respons menohok seusai ditantang Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi terkait dana pemerintah daerah (Pemda) mengendap di perbankan.
Kang Dedi Mulyadi (KDM) menantang Purbaya buka-bukaan terkait data tersebut.
Purbaya menerangkan data Pemda yang mengendap di bank diperolehnya dari Bank Indonesia (BI). Ia meminta KDM untuk memeriksanya sendiri ke BI jika ingin mengetahui data tersebut secara detail. Purbaya pun menegaskan dirinya bukan pegawai Pemda Jabar.
Simak berita selengkapnya hanya di tvonenews.com
#HardNews_Ekonomi #FlashOne #CariBeritaditvOne #MenkeuPurbaya #GubernurJabar #DediMulyadi #FO03
Society Review retweeted
BEDA PERNYATAAN PRESIDEN DGN MENKEU
Purbaya: Gak ada itu BGN ngembalikin lha wong permintaan tambahan mrk blom dianggarkan
Prabowo: Kepala BGN ini seorang Patriot, orang yg jujur karena mengembalikan anggaran 70 triliun
Siapa yang bohong dan siapa yang dibohongi?
Society Review retweeted
Replying to @BangPino__
Saudaraku Alor Boys, kalau ingin menyampaikan gagasan sampaikanlah dengan intelek, sudah tidak jaman gertak gertak dengan urat. Politik semakin dinamis diperlukan otak yang semakin cerdas untuk bersaing. Tantang sana sini tidak ada guna.
Andy Noya Vs Luhut Panjaitan:
Andy Noya: "Banyak sekali pemimpin yang waktu direkam dia menyatakan tidak ingin tapi begitu waktunya dia muncul di permukaan." Power Syndrom?? #LuhutPanjaitan #AndyNoya #KickAndy
Society Review retweeted
Presiden Prabowo umumkan perampasan aset ilegal mining rugikan negara 300 Triliun. Ucapan terimakasih Presiden atas kerja aparat negara. Nama Kapolri Listyo Sigit tidak disebut? Ada apa? Sumber Video TikTok : @essenah_alam #TambangIlegal #IlegalMining #AsetTambangIlegal #Kapolri
Presiden Prabowo umumkan perampasan aset ilegal mining rugikan negara 300 Triliun. Ucapan terimakasih Presiden atas kerja aparat negara. Nama Kapolri Listyo Sigit tidak disebut? Ada apa? Sumber Video TikTok : @essenah_alam #TambangIlegal #IlegalMining #AsetTambangIlegal #Kapolri
Society Review retweeted
Senang mndengar Prof @mohmahfudmd terlibat di Komite Reformasi Polri
Mohon usulkan ke Pak @prabowo nama Jendral bintang ⭐⭐⭐ yg sarat prestasi di bidang Terorisme & Narkotika, Komjen Marthinus Hukom sebagai KAPOLRI
Cak @islah_bahrawi pasti tau persis track record beliau 🔥🇮🇩
Society Review retweeted
Namanya masuk bursa Calon Kapolri KomjenPol Marthinus Hukom eks Kepala BNN RI layak pimpin perubahan POLRI.
#MarthinusHukom #Kapolri
vm.tiktok.com/ZSHnCysyP3baL-…
Reformasi POLRI Marthinus Hukom Putera Terbaik Maluku layak pimpin POLRI.
#MarthinusHukom
#CalonKapolri
#POLRI
dki.pikiran-rakyat.com/polit…
Society Review retweeted
@prabowo Indonesia bukanlah Indonesia juga tanpa rakyat timur Indonesia. Semangat reformasi dan bersih-bersih POLRI harus bermuara pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesi, berikan kesempatan terbaik untuk rakyat timur Indonesia memimpin POLRI dengan rekam jejak bersih.
Society Review retweeted
KomjenPol Marthinus Hukom tidak lahir dari layar pencitraan, beliau berangkat dari debu dan bau mesiu berjibaku dengan bom dan ancaman negara, mantan Kepala Densus 88 AT, Kepala BNN 2023-2025
#MarthinusHukom
#Kapolri
Society Review retweeted
KomjenPol Marthinus Hukom tidak lahir dari layar pencitraan, beliau berangkat dari debu dan bau mesiu berjibaku dengan bom dan ancaman negara, mantan Kepala Densus 88 AT, Kepala BNN 2023-2025
#MarthinusHukom
#Kapolri

















