
Nahdliyin-Historian-GUSDURian | Contributing Author at @islamidotco, Former Co-Founder @gayengco | Support & Give: https://xitter.cf/t.co/b9r62BEIpG
Kadipaten Japara Hadiningrat
Joined August 2009
- Tweets234K
- Following1.5K
- Followers121K
- Likes4K
Pinned Tweet
[YANG DITUNGGU]:
Konfrontasi Khalid Basalamah dan Gus Yaqut
[YANG DITUNGGU]: Konfrontasi Khalid Basalamah dan Gus Yaqut
Rumail Abbas retweeted
Replying to @MellisA_An @kompascom
Seluruh RDP dan raker dgn Komisi VIII termasuk seluruh evaluasi dan regulasi tidak dipertimbangkan kecuali secuil bagian yg digunakan untuk menyalahkan gus yaqut. Apakah BPK tengah melakukan pemeriksaan yg bias?
Pejabat yang memicu kemarahan publik sampai makan korban jiwa, lalu diterima lagi. Di zaman Umar, pengaduan rakyat saja sudah cukup untuk melepas jabatan.
Dalam Shahih al-Bukhari, dari Jabir bin Samurah: penduduk Kufah mengadukan Sa'd kepada Umar, sampai bilang ia tidak becus shalat. Umar memanggilnya, Sa'd menjelaskan shalatnya, dan Umar menjawab:
ذَاكَ الظَّنُّ بِكَ يَا أَبَا إِسْحَاقَ
"Itulah sangkaan (baik) kami tentangmu, wahai Abu Ishaq."
Tetap saja Umar mengutus orang ke Kufah untuk menanyakan Sa'd di setiap masjid. Umar mencopotnya dan mengangkat Ammar. Dalam wasiatnya kelak, Umar berkata ia tidak mencopotnya karena lemah dan tidak pula karena khianat.
Ibn Hajar menarik kaidahnya: imam boleh mencopot pegawai yang diadukan, walaupun tidak terbukti apa-apa atasnya, bila maslahat menuntut. Malik bahkan berkata, Umar mencopot Sa'd padahal ia orang paling adil di antara yang datang sesudahnya. Ibn Hajar sendiri menduga, Umar melakukannya untuk memutus bibit fitnah.
Dalam kaidah ini, jabatan bisa dilepas karena pengaduan rakyat, bahkan sebelum ada yang terbukti.
Selamat ya, @adrianoqalbi~ 🎉
Pagi itu orang Yahudi Damaskus keluar membawa Taurat, dan orang Nasrani membawa Injil. Kaum muslimin berjalan kaki memegang mushaf, dan para amir bertelanjang kaki.
Ini akhir Rabiulakhir 749 H, hari-hari wabah.
Wakil sultan, Arghun Syah, sudah menyuruh semua orang puasa tiga hari. Malam Jumat mereka bermalam di masjid jami' dengan salat, zikir, dan doa.
Laki-laki, perempuan, anak-anak, semuanya menangis berjalan ke Masjid al-Aqdam. Mereka berdoa di sana sampai menjelang tengah hari, lalu pulang dan salat Jumat.
Ibn Battutah menyaksikannya sendiri, di hari-hari yang ia sebut wabah terbesar di Damaskus.
Menurutnya, sesudah itu Allah meringankan wabah: kematian di Damaskus berhenti di dua ribu orang sehari, sementara di Kairo dan Mesir sampai dua puluh empat ribu.
Sumber: Rihlah Ibn Bathuthah
Ada di BAP.
Semua PIHK tahu bahwa "percepatan" ini ya sogokan supaya cepat, karena haji khusus itu harus antre, gak bisa "bayar sekarang, haji sekarang".
Haji khusus tetap antre 5-9 tahun. Disebut percepatan karena tidak perlu antre.
Terbukti Ustaz Khalid membayar US$4.500 per jamaahnya supaya haji di tahun yang sama, tanpa antre.
Replying to @Stakof
Ga ada pengakuan ukb bayar fee percepatan ya Abbas Bambang,, yg dia tau awalnya itu adalah biaya bisa haji khusus,, Jan ngadi2 lu
Relawan patungan sepuluh ribu untuk operasional pemadaman. Pertanyaannya sederhana: biaya ini sebenarnya beban siapa?
Al-Mawardi dalam al-Ahkam as-Sulthaniyyah menyusunnya berurutan. Pengeluaran untuk maslahat umum bergantung pada ada atau tidaknya dana:
فإن كان موجودًا في بيت المال وجب فيه وسقط غرضه عن المسلمين
"Bila dana ada di baitulmal, wajib dikeluarkan darinya, dan bebannya gugur dari kaum muslimin."
Kalau baitulmal kosong dan mudaratnya merata, barulah ia menjadi fardhu kifayah atas seluruh kaum muslimin, seperti jihad.
Di bab hisbah ia memberi contoh: negeri yang air minumnya putus atau temboknya runtuh. Selama baitulmal punya dana, perbaikannya hak yang wajib atas baitulmal, bukan atas warga. Kalau baitulmal kekurangan, perintahnya beralih ke semua orang yang mampu.
Jadi patungan warga itu pintu terakhir dalam susunan al-Mawardi, dan para relawan yang mengetuknya tetap mulia. Tapi pintu pertamanya ada di kas. Kasnya memang sudah kosong?
Di Delhi, seorang sultan kembali ke majelisnya, memanggil seorang anak, dan menyerahkan sebatang tongkat kepadanya.
"Demi kepalaku, kamu harus memukulku seperti aku dulu memukulmu!"
Anak itu, putra seorang raja, menggugat sultan ke qadi karena dipukul tanpa alasan. Putusannya: sultan harus memuaskan anak itu dengan harta kalau ia mau menerimanya. Kalau tidak, anak itu boleh membalas.
Ini raja yang paling suka memberi hadiah, juga paling suka menumpahkan darah. Pintunya tidak pernah sepi dari orang miskin yang dibuat kaya, atau orang hidup yang dibunuh.
Ibn Battutah menyaksikannya sendiri hari itu: anak itu memukul sultan dua puluh satu kali, sampai peci sang sultan terlempar dari kepalanya.
Sumber: Rihlah Ibn Bathuthah
"Wahai syaikh, di mana qadi duduk?" tanya seorang perempuan kepada lelaki tua yang baru keluar dari masjid di Mardin.
Suamiku memukulku, katanya. Ia menolak dipanggil ke qadi, dan aku miskin, tidak punya uang untuk orang-orang qadi supaya mereka menghadirkannya.
Aku ikut kamu ke rumahnya, kata lelaki tua itu, tanpa bayaran.
Lelaki itu qadi agungnya sendiri, Burhan al-Din al-Maushili. Bajunya wol kasar yang harganya tidak sampai sepuluh dirham, sampai orang mengira ia pelayan qadi.
Sang suami membentak: siapa syaikh sial ini? "Ya, demi Allah, aku memang begitu. Tapi berbuat baiklah kepada istrimu."
Orang-orang datang mengenalinya. Menurut kisah yang sampai kepada Ibn Battutah, lelaki itu takut dan malu, lalu membuat istrinya rida kepadanya.
Qadi memberi keduanya nafkah hari itu, lalu pergi.
Sumber: Rihlah Ibn Bathuthah
Rumail Abbas retweeted
Yik Luthfi di awal-awal juga sudah beberapa kali nengok Gus Yaqut untuk menyemangati dan mendoakan. Semoga barokah
Senang sekali rasanya melihat Mas Syauqi Alatas, Yik Luthfi, dan Bib Segaf Baharun datang ke persidangan dan menyemangati Gus Yaqut yang tidak ada satu pun bukti aliran dana korupsi yang dituduhkan.
Rumail Abbas retweeted
Yg py usaha beginian dan maen sogok ngacung
Sy paham betul ya maen dg pejabat
Habis itu ayat ayat dikeluarin berbusa busa dan mark up dibebankan jamaah dan jamaahnya tau
Luar biasa semoga hajinya mabrur
Menurut tweet ini, korban keracunan MBG di Cirebon "dibungkam" dengan satu box KFC. Coba sandingkan dengan kisah dari zaman Umar.
Abd ar-Razzaq mencatat dalam al-Mushannaf, dari al-Hasan: Umar memanggil seorang perempuan yang suaminya sedang pergi. Di jalan perempuan itu ketakutan, kontraksi datang, lalu ia melahirkan. Bayinya menjerit dua kali, lalu mati.
Umar bermusyawarah dengan para sahabat Nabi. Sebagian bilang: tidak ada tanggungan atasmu, kamu hanya wali dan pendidik. Ali diam, sampai Umar menanyainya.
Ali berpendapat diyatnya atas Umar:
فَإِنَّكَ أَنْتَ أَفْزَعْتَهَا، وَأَلْقَتْ وَلَدَهَا فِي سَبَبِكَ
"Karena engkaulah yang menakutinya, dan ia keguguran karena sebabmu."
Umar lalu memerintahkan Ali membagi diyat itu atas Quraisy, kaumnya, karena itu kesalahan yang tidak disengaja.
Ibn Qudamah dalam al-Mughni menjadikan kisah ini dalil bahwa kesalahan imam ditanggung kaumnya; menurut riwayat lain, ditanggung baitulmal.
Tanggungan atas korban itu hak yang ditetapkan lewat musyawarah dan dihitung sebagai diyat. Satu box makanan tidak pernah masuk hitungan itu.
Jangan kebanyakan nonton film fiksi. Anda hidup di dunia nyata.
Kalau tidak ada pengadilan kemarin, kita gak akan tahu ternyata mafia kuota haji itu sudah beroperasi di lingkungan Kemenag sejak 2015.
Mau siapapun menterinya.
KPK itu mendakwa: semua aliran dana masuk ke pimpinan. Dari 110-an saksi yang dihadirkan, tidak ada bukti itu, termasuk saksi-saksinya tidak ada yang mengatakan aliran dana masuk ke menteri.
Gitu~
Replying to @Stakof
Gini yah.. Dalam hal Quota tidak mungkin seorang anak buah berani utak atik hal yg dimonitor ama menteri.. Jadi menurut saya hanya masalah waktu apa lagi nilainya ratusan milyar.. Bohong tidak melibatkan pucuk pimpinan heheh.. Tapiusttad khd layak tersangka
Pagi itu, selepas salat fardu, Nur al-Din berzikir di atas sajadahnya. Seorang syaikh masuk membawa kabar: ada yang menawarkan tambahan lima ribu dinar setahun untuk kantor zakat.
Sudah delapan hari wazirnya, Khalid, tidak dipanggil, sejak ia cerita mimpi: Nur al-Din menyerahkan pakaiannya dan menyuruhnya mencuci. Khalid takut dianggap pembawa sial.
Nur al-Din membentak syaikh itu. "Kamu buka hariku dengan kabar gembira soal pungutan liar!"
Lalu Khalid dipanggil. Mimpimu sudah terjawab, kata Nur al-Din. Mencuci pakaian itu mencuci kotoran dosa, dan tidak ada dosa yang lebih kotor daripada mengambil pungutan liar.
Cucu sang wazir mencatat perintahnya: mulai hari itu tidak boleh ada satu pungutan liar pun di negeri mana pun milik Nur al-Din.
Khalid lalu menuliskannya dalam surat-surat ketetapan.
Sumber: Tarikh al-Islam
Rumail Abbas retweeted
Dalam satu perjalanan bersama Nabi, rombongan melihat seekor burung kecil, humarah namanya, bersama dua anaknya.
Nabi sedang pergi untuk suatu keperluan. Mereka mengambil kedua anak burung itu.
Induknya datang. Ia mengepak-ngepakkan sayapnya di atas tanah.
Nabi datang, lalu bertanya:
"Siapa yang menyakiti burung ini dengan mengambil anaknya? Kembalikan anaknya kepadanya."
Sumber: Sunan Abi Dawud





















