DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_ @goldstar41
Emang butuhnya revolusi. Glazers tuh betul-betul jadi vampire penghisap darah buat klub. Mereka nyemplungin duit cuma pengen dapet duit yang lebih banyak lagi, persetan dengan hasil di lapangan. Jadi badut aja duit mereka nambah terus. Fanatisme suporter malah jadi mainan mereka.
DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_
Jaga ruang sih. Mou daridulu punya keinginan setiap pemain mengover ruang 2 meter mereka.
DZAN Football retweeted
sisain lammens, mazraoui, sesko, tielemans, mainoo, santos, baleba sisanya rombak deh.
mau pake akademi atau strategi moneyball
Jose Mourinho ternyata benar soal Manchester United?
Tahun 2018, setelah kalah dari Sevilla, dia berdiri hampir 12 menit dan ngomong soal “football heritage.” Intinya apa yang diwariskan ke manajer berikutnya.
City punya pemain yang sudah terbukti (De Bruyne, Silva, Sterling, Aguero) hasil investasi masa lalu. Liverpool beli Van Dijk & Alisson yang sudah top di Eropa. United malah terus belanja potensi yang belum jadi.
Belanjanya selalu mahal tapi belum matang: Sancho 73 juta di umur 21, Antony 86 juta, Højlund, Yoro, Maguire, sampai Casemiro & Onana. Banyak yang datang dengan ekspektasi tinggi, lalu gagal tumbuh di klub yang sedang kacau.
Pemain yang keluar juga jarang dilirik klub besar. “See where they play, how they play, if they play” kata Mourinho dulu. Polanya masih sama sampai sekarang ternyata hehe..
Manajer terus diganti tapi masalah nggak hilang: Solskjær (legenda yang belum siap), Rangnick (bukan pelatih), Ten Hag (dibelikan pemain Eredivisie yang mahal tapi flop), Amorim (nggak sepenuhnya didukung), sampai Carrick yang lagi-lagi legenda klub. Setiap ganti pelatih, warisannya malah nambah 🫣
Pemilik baru (INEOS) datang dengan janji perbaikan, tapi akhirnya ngajuin juga belanja-belanja besar sebelumnya itu overpaid dan nggak cukup bagus. Siklusnya tetap berlanjut.
Kemarin setelah kalah dari Como, kapten (Bruno Fernandes) bilang di depan umum:
“That’s on the manager and on the staff to see it. It is not on me.” Doi malah nyalahin pelatih dan staf, bukan dirinya sendiri.
Sekarang United masih kesulitan, pemain kritis di depan umum, kalah telak dari klub yang beberapa tahun lalu masih di Serie B. Lanjut kalah lagi oleh Bournemouth. Masalah yang diingatkan Mourinho delapan tahun lalu masih terjadi hampir kata per kata.
Solusinya sederhana tapi berat: butuh pelatih yang sudah terbukti + pemain yang sudah tahu cara menang. Bukan terus nambah “heritage” buruk.
Jadi mending rombak squad dulu apa ganti pelatih? Lalu pertanyaannya, siapa aja ya yang masuk🤔
Percayalah, halangan terbesar Mourinho sebelumnya tu taktik Pep plus adanya Messi si penghancur sistem. Kalo sekarang jujur agak ngeri karena dua hal itu gak ada di Barca, apalagi dia ni patokannya menang, bukan main cantik, pragmatis final boss. Let's see deh
Madrid era Mou keknya bukan Madrid biasa lagi. Summary era baru doi nih… (Bacaan iseng nih sambil nunggu matchday yang lama banget)
• Mourinho sekarang unbeaten di 5 laga terakhir vs Barca (3 menang, 2 seri). Generasi beda, pemain beda, Barca yang lagi bagus juga bisa dikalahin.
• Setelah kekalahan dari Atletico, pemain mulai paham apa yang diinginkan Mourinho: organisasi defensif, pressing trigger, pergerakan antar lini, dan terutama mentalitas.
• Hasilnya 5 kemenangan keren beruntun: menang 10 orang vs Villarreal, comeback 4-3 dari tertinggal 3-1 vs Roma, hancurkan Sevilla 4-1, 4 gol vs Leipzig, lalu performa paling lengkap musim ini di Camp Nou vs Hansi Flick.
• Tim mulai bermain jadi satu kesatuan, bukan cuma mengandalkan skill individu. Pressing agresif tapi terkoordinasi, defense solid, dan begitu dapet bola langsung menyerang dengan kecepatan nyeremin ala Madrid
• Jude Bellingham jadi mesin utama: pressing agresif ke depan, bisa press center-back, drop ke midfield, atau masuk ke box untuk finis. Doi bukan cuma kerja kotor, tapi juga score & assist. Lengkap lah!
• Arda Güler jadi pemain paling penting di serangan. Statistiknya gokil:
5.54 chances created,
1.43 big chances,
0.58 xA,
3.2 line-breaking passes per match.
Dia partner sempurna Mbappe karena selalu baca gerakan sebelum lini defense lawan sempat bereaksi.
• Kylian Mbappe lagi main level Ballon d’Or (walau kaga menang wqwq) : 14 gol + 3 assist di 13 laga. Brace di Camp Nou, capai 100 gol resmi untuk Madrid, dan total 13 gol di 11 laga vs Barcelona (dari era PSG sampai Madrid). Doi jadi mimpi buruk Barca.
• Taktik Mourinho mirip Inter vs Messi dulu: dia nggak harus dominasi bola, tapi kontrol ruang yang boleh dimainkan lawan (khususnya Lamine Yamal). Begitu Madrid dapat bola, transisi mereka mematikan.
- Doi bikin struktur pertahanan yang tutup area-area berbahaya.
- Khusus buat Lamine (yg suka bawa bola, masuk ke half-space, atau potong ke dalam), Madrid nggak kasih ruang lega. Fullback + midfielder + Bellingham diatur posisinya biar Yamal susah dapat ruang 1v1 atau ruang tembak.
- Jadinya Barca boleh pegang bola, tapi main di area yang kurang berbahaya. Mereka dipaksa main di sisi yang Madrid sudah siap, atau dipaksa operan horizontal yang nggak nembus.
• Hasilnya Madrid yang sempat terlihat lost di awal musim sekarang bisa press bareng, defend bareng, dan serang dengan efisiensi tinggi. Bellingham thriving, Guler create chances, Tchou berkembang jadi senjata serangan (tadinya cuma tau bertahan) Mbappe di level tertinggi.
Intinya sih Mourinho lagi ngebangun Real Madrid yang bukan cuma bisa ngalahin Barcelona, tapi berpotensi mendominasi Eropa lagi. Optimis dong treble nya?
DZAN Football retweeted
Tapi emang yaa. Beberapa orang bilang dia ini malesin karena gak nyerang² terus. Tapi menurut ku yang paling nyeremin dari mou tuh kadang lawan gak sadar kalau mereka di dikte.
Madrid era Mou keknya bukan Madrid biasa lagi. Summary era baru doi nih… (Bacaan iseng nih sambil nunggu matchday yang lama banget)
• Mourinho sekarang unbeaten di 5 laga terakhir vs Barca (3 menang, 2 seri). Generasi beda, pemain beda, Barca yang lagi bagus juga bisa dikalahin.
• Setelah kekalahan dari Atletico, pemain mulai paham apa yang diinginkan Mourinho: organisasi defensif, pressing trigger, pergerakan antar lini, dan terutama mentalitas.
• Hasilnya 5 kemenangan keren beruntun: menang 10 orang vs Villarreal, comeback 4-3 dari tertinggal 3-1 vs Roma, hancurkan Sevilla 4-1, 4 gol vs Leipzig, lalu performa paling lengkap musim ini di Camp Nou vs Hansi Flick.
• Tim mulai bermain jadi satu kesatuan, bukan cuma mengandalkan skill individu. Pressing agresif tapi terkoordinasi, defense solid, dan begitu dapet bola langsung menyerang dengan kecepatan nyeremin ala Madrid
• Jude Bellingham jadi mesin utama: pressing agresif ke depan, bisa press center-back, drop ke midfield, atau masuk ke box untuk finis. Doi bukan cuma kerja kotor, tapi juga score & assist. Lengkap lah!
• Arda Güler jadi pemain paling penting di serangan. Statistiknya gokil:
5.54 chances created,
1.43 big chances,
0.58 xA,
3.2 line-breaking passes per match.
Dia partner sempurna Mbappe karena selalu baca gerakan sebelum lini defense lawan sempat bereaksi.
• Kylian Mbappe lagi main level Ballon d’Or (walau kaga menang wqwq) : 14 gol + 3 assist di 13 laga. Brace di Camp Nou, capai 100 gol resmi untuk Madrid, dan total 13 gol di 11 laga vs Barcelona (dari era PSG sampai Madrid). Doi jadi mimpi buruk Barca.
• Taktik Mourinho mirip Inter vs Messi dulu: dia nggak harus dominasi bola, tapi kontrol ruang yang boleh dimainkan lawan (khususnya Lamine Yamal). Begitu Madrid dapat bola, transisi mereka mematikan.
- Doi bikin struktur pertahanan yang tutup area-area berbahaya.
- Khusus buat Lamine (yg suka bawa bola, masuk ke half-space, atau potong ke dalam), Madrid nggak kasih ruang lega. Fullback + midfielder + Bellingham diatur posisinya biar Yamal susah dapat ruang 1v1 atau ruang tembak.
- Jadinya Barca boleh pegang bola, tapi main di area yang kurang berbahaya. Mereka dipaksa main di sisi yang Madrid sudah siap, atau dipaksa operan horizontal yang nggak nembus.
• Hasilnya Madrid yang sempat terlihat lost di awal musim sekarang bisa press bareng, defend bareng, dan serang dengan efisiensi tinggi. Bellingham thriving, Guler create chances, Tchou berkembang jadi senjata serangan (tadinya cuma tau bertahan) Mbappe di level tertinggi.
Intinya sih Mourinho lagi ngebangun Real Madrid yang bukan cuma bisa ngalahin Barcelona, tapi berpotensi mendominasi Eropa lagi. Optimis dong treble nya?
DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_
Rombak skuad dan pelatihnya Mou lagi. Kayak Sir Alex build United di tahun 80-an dulu. Harus kayak SPBU, mulai dari 0.
DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_
Buang semua pemain yang mulai tidak percaya tim, bersuara di media. Ubah peran pelatih kepala menjadi manajer.
DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_
Mampus fan emyu, yg dlu ngata2in Jose, ini lah itu lah, terlebih fans bnyk yg bela pemain macam Pogba, shaw, martial & rashford yg saat itu berkonflik dgn Jose, alhasil trjd pemecatan.. akhirnya smua terbukti omongan Jose, tntng football heritage, pemain2 virus, management.
DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_
Seperti yg dikatakan pelatih barca, biasanya di sisi kiri madrid gampang di obok2 karena vini jarang bantu belakang jadi yamal bisa lebih bebas, eh diomande mande ngikut bertahan menyerang lari semua wkwkkww panik lah strategi nya 😂
Bacaan siang hari
Madrid era Mou keknya bukan Madrid biasa lagi. Summary era baru doi nih… (Bacaan iseng nih sambil nunggu matchday yang lama banget)
• Mourinho sekarang unbeaten di 5 laga terakhir vs Barca (3 menang, 2 seri). Generasi beda, pemain beda, Barca yang lagi bagus juga bisa dikalahin.
• Setelah kekalahan dari Atletico, pemain mulai paham apa yang diinginkan Mourinho: organisasi defensif, pressing trigger, pergerakan antar lini, dan terutama mentalitas.
• Hasilnya 5 kemenangan keren beruntun: menang 10 orang vs Villarreal, comeback 4-3 dari tertinggal 3-1 vs Roma, hancurkan Sevilla 4-1, 4 gol vs Leipzig, lalu performa paling lengkap musim ini di Camp Nou vs Hansi Flick.
• Tim mulai bermain jadi satu kesatuan, bukan cuma mengandalkan skill individu. Pressing agresif tapi terkoordinasi, defense solid, dan begitu dapet bola langsung menyerang dengan kecepatan nyeremin ala Madrid
• Jude Bellingham jadi mesin utama: pressing agresif ke depan, bisa press center-back, drop ke midfield, atau masuk ke box untuk finis. Doi bukan cuma kerja kotor, tapi juga score & assist. Lengkap lah!
• Arda Güler jadi pemain paling penting di serangan. Statistiknya gokil:
5.54 chances created,
1.43 big chances,
0.58 xA,
3.2 line-breaking passes per match.
Dia partner sempurna Mbappe karena selalu baca gerakan sebelum lini defense lawan sempat bereaksi.
• Kylian Mbappe lagi main level Ballon d’Or (walau kaga menang wqwq) : 14 gol + 3 assist di 13 laga. Brace di Camp Nou, capai 100 gol resmi untuk Madrid, dan total 13 gol di 11 laga vs Barcelona (dari era PSG sampai Madrid). Doi jadi mimpi buruk Barca.
• Taktik Mourinho mirip Inter vs Messi dulu: dia nggak harus dominasi bola, tapi kontrol ruang yang boleh dimainkan lawan (khususnya Lamine Yamal). Begitu Madrid dapat bola, transisi mereka mematikan.
- Doi bikin struktur pertahanan yang tutup area-area berbahaya.
- Khusus buat Lamine (yg suka bawa bola, masuk ke half-space, atau potong ke dalam), Madrid nggak kasih ruang lega. Fullback + midfielder + Bellingham diatur posisinya biar Yamal susah dapat ruang 1v1 atau ruang tembak.
- Jadinya Barca boleh pegang bola, tapi main di area yang kurang berbahaya. Mereka dipaksa main di sisi yang Madrid sudah siap, atau dipaksa operan horizontal yang nggak nembus.
• Hasilnya Madrid yang sempat terlihat lost di awal musim sekarang bisa press bareng, defend bareng, dan serang dengan efisiensi tinggi. Bellingham thriving, Guler create chances, Tchou berkembang jadi senjata serangan (tadinya cuma tau bertahan) Mbappe di level tertinggi.
Intinya sih Mourinho lagi ngebangun Real Madrid yang bukan cuma bisa ngalahin Barcelona, tapi berpotensi mendominasi Eropa lagi. Optimis dong treble nya?
DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_
Hadiir.... Heran sama yang fanatik bela orang salah.. Tapi lebih heran sama yang saking benci pemerintah jadi lupa cinta Indonesia, seneng kalau negara dipermalukan.
DZAN Football retweeted
Katanya Bundaran HI gak boleh dipake? Kan ini juga sama bikin macet, bikin susah penumpang nyari busway atau transum lainnya. Kok ini boleh banget ya
ALLAHUAKBAR INDONESIA,
Hari ini ternyata di bundaran HI dipake buat memperingati sumpah pemuda oleh TNI-POLRI 😭 ada Raffi Ahmad sama Wille salim juga. Kenapa gak kemaren aja pak bareng sama mahasiswa dan masyarakat? kenapa kemaren mahasiswa dihadang gak boleh masuk kalo bareng dan dikondisikan kan enak.
Jujur itu backsound MC nya siapa? nyelekit amat didengernya.
DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_
Sebenarnya condong ke real food karena kandungannya lbh besar real food, ada sedikit processed food kayak minyak sawit dan bumbu
Tapi kalau mau real lagi ug tradisional
DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_
satu posisi.. gue dr dulu emang ga suka sama singapur. jd sarang bandar sarang koruptor indo. jd tempat duit pelarian bajingan2 yg mgeruk sda sini dan mereka kasih perkindungan dengan uu yg mereka bikin sendiri atas nama investasi. anjinggg.
DZAN Football retweeted
Gw wkwkwk. Gak suka rejim dan gak suka jiran yg nampung uang haram.
Pak Dino banyak disebut pro-singapore oleh yg anti singapura dalam keramaian ini
Sementara Pak Lutfie disebut jadi buzzer sama netijen yg lebih nyerang pemerintah.
Yg positioningnya susah kan org2 kek gw, yg bukan 02 voter, bukan pendukung rejim, tapi sekaligus ga suka sama kelakuan negara tetangga yg satu itu dari dulu hehe. Ada yg satu barisan ga sih?
DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_
Kagak perlu jd pendukung rezim atau 02 voter buat paham titik permasalahan ini. Soalnya yang rugi jelas² seluruh masyarakat indonesia.
Ekspor satu pintu kita dukung, under invoicing kita berantas. Enak aja negara tetangga gak produksi tapi cuma jual" aja dapet duit lebih gede
DZAN Football retweeted
Replying to @adzan_
bukan suporter pemerintah skg dan kemaren. tapi saya rasa pak dino keliru untuk hal ini. alasan yang dikemukakan pak dino kurang masuk akal dan komentar terkait MSCI seolah-olah MSCI pasti independen is not good. i wouldn't buy pak dino opinion on these matters. otoh, pak Lutfi membawa alasan yang bagus dan ini sudah gue filter retorika nasionalismenya doi. praktik-praktik transfer pricing, underinvoicing, dan pelbagai macam kontrak aneh dengan singapore itu gak optimal buat indonesia.

























