Alan Septyawan retweeted
#intinyadeh Polda Metro Jaya minta maaf terkait acara Sumpah Pemuda tgl 29 Okt di Bundaran HI. Nerima kritik, akan jd evaluasi.
Blg jg Raffi Ahmad & Willie Salim hadir atas undangan.
Tp gak jelasin ttg mahasiswa gadungan: siapa yg organisir, yg bayar, yg kasih almet.
(1/2)
🚨NEW: Callout Abdur Arsyad kepada Polda Metro Jaya masuk chapter yg lebih dalam.
Menurut abdur, permintaan maaf dari PMJ terlalu diplomatis dan tidak menjawab kebingungan tentang:
"Siapa yg membayar mahasiswa gadungan? Apakah PMJ? Atau ada pihak ke-3 yg melakukannya?
"Kalau memang PMJ yg bayar, apa tujuannya? Dan kalau pihak ke-3 yg melakukannya, siapa pihak ke-3 itu?"
Dan pertanyaan terakhir dari Adbur Arsyad kepada PMJ adalah:
"Kenapa PMJ (sebagai pihak penyelenggara) menginisiasi acara tersebut di bundaran HI, dan tepat sehari setelah mahasiswa yg asli unjuk rasa? Tujuannya apa?"
———————
Gg bang abdur, sebuah tindakan yg sangat-sangat berani.👏
RESPECT ABDUR ARSYAD🫡
Alan Septyawan retweeted
"BUKTIKAN BAHWA KAMI TIDAK BOLEH AKSI DISINI, BUKTIKAN SECARA HUKUM. KITA BICARA SECARA HUKUM, TAPI BAPAK TIDAK PUNYA DASAR."
guys kakak ini sedang memasaaaak 🔥🔥🔥
Alan Septyawan retweeted
Hayoo jan jane, sampean2 d posisi pemerintahan bingung juga to itu KopDezzzz dibuat apaan wkwkwwkwk
Hla mbok yakin.
Cuma isin ae ngakoni “sejujurnya saya juga mumet mase ini bangunan buat apa”
Mangkane usulnya mulai waton.
Alan Septyawan retweeted
Dimana Bakar Duitnya? Nih gue kasih datanya...
Udah kayak PESTA SEX BEBAS nih... 🤣 PAKE DUIT MERTUA
Nih, daftar tandingan program yang bikin kepala senot-senot karena nabrak fungsi yang udah ada...
Sektor Pendidikan & Kaderisasi:
🔹️Udah ada sekolah negeri/swasta konvensional, dibuat lagi program "Sekolah Rakyat".
🔹️Udah ada sekolah reguler, dibuat lagi konsep "Sekolah Terintegrasi".
🔹️Udah ada Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional), mau dibikin lagi "Sekolah Pertahanan".
🔹️Udah ada IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) buat cetak birokrat, masih bikin lagi jalur-jalur "Sekolah Calon Pejabat".
Sektor Pangan & Konsumsi Harian:
🔹️Udah ada kantin sekolah dan warung/UMKM lokal di sekitar sekolah, diguyur program "MBG" (Makan Bergizi Gratis) yang sentralistik.
🔹️Udah ada warung kelontong rakyat, pasar tradisional, dan minimarket swasta (Indomaret/Alfamart), malah dibikin "Kopdes/KDMP" yang jualan ritel sembako juga buat head-to-head langsung di gang-gang kampung.
Sektor Kesehatan:
🔹️Udah ada Puskesmas yang dibiayai negara buat layanan preventif & kuratif dasar masyarakat, sekarang Kopdes/KDMP mau dijejelin "Klinik" tandingan yang otomatis bikin bentrok layanan dan perebutan klaim BPJS di tingkat akar rumput.
Sektor Jasa Keuangan & Logistik (Tambahan):
🔹️Udah ada bank himbara, BPR, agen laku pandai (BRILink/Mandiri Agen), sampai koperasi simpan pinjam swadaya, Kopdes/KDMP masih mau nyerobot masuk jadi "Bank Desa" dan hub logistik.
Semua entitas yang ada pakai suntikan dana APBN, tapi disuruh tarung bebas head-to-head ngerebutin porsi pasar yang itu-itu juga—bahkan nabrak lapak pedagang kecil, swasta murni, sampai fasilitas publik eksisting yang dari dulu sudah berfungsi.
Kalau udah gini, yang bobol bukan cuma anggaran fiskal negara, tapi tatanan ekonomi bawah yang tadinya adem ayem malah dipaksa chaos berjamaah.
Ada lagi sektor lain yang kelewat? Silakan dilanjut kalau masih ada yang kurang.
Jadi ideologi prabowo adalah ideologi kaum BORJUIS, apa itu? Mau enak sendiri, ga mau Susah... dan paduan kalimatnya Elu Kerja sendiri, udah sukses, punya duit, elu Bagi gue, tiap keringat lu ada jatah gue, jika elu hasilkan beras 10 karung, 2 karungnya setor ke gudang gue, supaya gue bisa Belanjain duitnya
Untuk itulah dia perlu kendalikan semua elemen agar jangan rewel
Darimana saya melihat itu? Dari Pattern nya / Patron nya / Pola nya jelas, seperti Penanganan banyaknya Bencana di negeri ini yang ga pernah selesai, dibiarkan selesai sendiri, bahkan menolak bantuan / dibantu, sementara Pemerintah sendiri tidak pernah mampu optimal menanganinya (pagu BNPB sangat Kecil) untuk menjamin perlindungan dan keadilan sosial, sehingga Nyata Penderitaan itu ada dimana?
Rakyat disuruh berjuang sendiri ("urus diri sendiri / kapitalis murni"), tapi dimanipulasi dengan kemasan Bergotong Royong lah (hanya sesama rakyat saling membantu). Negara enggan repot menjamin kesejahteraan, modal, atau perlindungan sosial yang layak.
Mau hidup, mau sukses, ya banting tulang sendiri di tengah kerasnya pasar bebas.
Giliran panen atau sukses, langsung ditarik upeti ("setor ke gudang gue")
Begitu rakyat berhasil menghasilkan sesuatu atau punya aset/uang, di situlah mesin birokrasi dan kekuasaan nagih bagian.
Keringat rakyat diperas lewat berbagai instrumen pungutan atau kebijakan fiskal, yang hasilnya kemudian dikelola dan dibelanjakan sesuai selera lingkaran elit di atas.
Makanya semua elemen harus dikendalikan ketat ("supaya nggak rewel")
Karena sistem seperti ini sejatinya tidak adil dan pincang, ia butuh kontrol totaliter ala komando.
Buruh, serikat, dan elemen masyarakat dipasangi figur pengendali dari ring satu agar tidak ada yang protes, tidak ada yang melawan, dan mesin "penyetoran" bisa terus berjalan mulus tanpa gangguan.
Paduan yang sempurna antara beban hidup dilepas ke pasar bebas (kapitalis) tapi penghisapan dan kekuasaannya dijalankan dengan kontrol total (otoriter), demi kenyamanan segelintir kaum borjuis penguasa, ini adalah potret paling dari "sistem banci" (Bukan itu juga Bukan yang Ini)
Borjuis suka BAKAR DUIT daripada alih-alih mensejahterakan Rakyat.
😎
Alan Septyawan retweeted
Jangankan ponpes, semua rumah warga kalau digeledah akan ditemukan arit, pisau, linggis, pacul, palu, obeng, batu bata, kabel, korek gas, dsb.
Beberapa warga jg nyimpen sisa kembang api Lebaran, mainan paser, alkohol 70%, spiritus, buku Iqra, mukena, jilbab, niqab.
Alan Septyawan retweeted
we won't settle for a government full of fake jobs. a government that keeps giving us reasons to lower our expectations
#INDONESIASADAR
Alan Septyawan retweeted
Simbol tiga jari tidak hanya digunakan di Indonesia.
Pada 2014 lalu, para pengunjuk rasa di Hong Kong juga menggunakan gestur yang sama dalam aksi protes terkait pemilu.
Pendemo di Thailand juga menggunakan simbol ini sebagai perlawanan terhadap penguasa yang represif.
Alan Septyawan retweeted
Sampah-sampah ini menghina merah putih dengan menjadikannya simbol kepalsuan.
KTP "merah putih" dipakai untuk mendiskriminasi dan membunuh orang Aceh.
Satgas "merah putih" isinya gerombolan Ferdy Sambo. Kopdes "merah putih" adalah koperasi palsu.
Alan Septyawan retweeted
#intinyadeh Andi, seorang pedagang singkong asal pekalongan, mengayuh sepeda ke Jakarta buat ikut demo di 28 Okt.
Tp tgl 28 Okt pagi ditangkap Bareskrim Polri & ditetapkan jd tersangka, dijerat pasal ttg penghasutan utk melawan penguasa.
Lg dilakuin pendampingan hukum oleh LBH.
Alan Septyawan retweeted
Ini maksudnya bapak LORENG IJO apa
Mau nyulik gadis sekecil itu atau gimana
Main tarik saja kau ya, nyali ciut dikerubutin laki-laki
Alan Septyawan retweeted
Replying to @empty__core
Alan Septyawan retweeted
Pelangaran UU Perlindungan Anak, Pasal 54 ayat 1:
"Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan
dari tindak Kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya.. "
Alan Septyawan retweeted
sebarluaskan teman-teman, pak andi ditangkap tanggal 28 oktober pagi dan malam harinya langsung ditetapkan sebagai tersangka.
Alan Septyawan retweeted
⚡️SHOCK - #TREASURE (featuring demonstrasi rakyat Indonesia terhadap rezim dzolim)
Alan Septyawan retweeted
editannya bagus kak, izin nambahin misuh misuhnya dokter tirta ya, gatel bgt😭🙏







































