BRAHMANTYA. (@awaskara) header
BRAHMANTYA. (@awaskara) profile picture

𝐋𝐀𝐊𝐎𝐍 𝐒𝐄𝐌𝐔────Dekatlah, biar lidahku bisikkan kata yang kau sangka rasa, sedang ia cuma buai halus agar kau sudi tenggelam.

ava by @aaa_v_v
Joined October 2024
1
1,753
“Iya, Bunda. Iya,” candaan terselip——bagai sudah akur saja dirimu. Tidak ada salahnya. Ini pertama kalinya bagi Brahmantya, walau di umurnya yang sekarang bukan hal aneh bilamana ia menanggung seorang anak.
Cepat mana hadiah untuk anakmu yang cantik ini, @awaskara. Bapak yang stepped up kan kamu katanya?
1
105
Kau pula seorang anak, terlepas dari darah yang mengalir tak memiliki asal yang sama. Namun kau dicintai, Raras. Kau dicintai oleh pria yang dicintai oleh Brahmantya, maka cinta ini pun sudah seturutnya dibaginya padamu jua.
1
90
Selamat ulang tahun, @diguratkannya. Semoga dewasamu direngkuh oleh hangatnya cinta, dan tiada rasa sakit yang pernah menyentuh rapuhnya sebuah hati.
1
1
118
Replying to @sukmalunga
Yang seharusnya diejek malah merasa bangga, tidak ada malu. Atau tidak punya malu, sebab hanya dirimu yang punya kesempatan untuk tahu itu. Hanya Yasa, bukan yang lain-lain. "Diusap-usapnya sama kamu kok. Senang aku," sahutnya kelewat bangga.
1
159
"Enggak pernah terlalu sibuk buat kamu." Brahmantya melantur kelewat asal bagai gombal——namun, memang benar begitu. Tangannya masih meraih mana yang bisa dibereskan, sebelum benar-benar membersihkan sisanya. "Ya, sudahlah. Makan di luar yuk, @sukmalunga? Kamu mau makan apa?"
1
153
/ Makanya pas habis putus langsung insomnia. Enggak ada yang puk-puk ...
Replying to @sukmalunga
ㅤ "Orang yang kepalanya harus diusap-usap supaya bisa tidur nggak pantes ngomong begitu." Biar kurang setara, tapi setidaknya Brahmantya juga punya sisi yang tidak banyak orang tahu. ㅤ
1
137
Replying to @sukmalunga
Seringai di wajah Brahmantya terasa semakin mengembang, mana bisa ia melepaskan ini dari kepalanya. Tidak kuasa ia menahan keinginan untuk menggoda kesayangannya. "Mas Maha Yasadiputra yang terkenal bisa apa saja itu, ternyata belum lulus kelas memasaknya?"
1
63
Walau sedemikian rupa kacaunya dapur miliknya, mana tega Brahmantya untuk marah. Juga mana bisa dibiarkannya dirimu membereskan semuanya sendirian. "Mau masak apa? Kenapa enggak panggil aku?" tanyanya pada @sukmalunga, lantas perlahan-lahan mulai membereskan yang bisa dibereskan.
1
54
Replying to @sukmalunga
Mengerjapkan mata——sekali, lalu dua kali. 𝑂𝘩. Menyembunyikan apa sebenarnya kau di dapur sana? Menarik, Brahmantya jadi penasaran sampai-sampai senyumnya mengembang.
1
37
"Hayo, habis ngapain kamu?" Brahmantya tidak menurut, tidak akan pernah. Langsung ia melepaskan diri menuju dapur, mau mengungkap rahasia di balik lukamu. Dan ... wah, luar biasa memang, @sukmalunga. Berantakan, berantakan, dan berantakan.
1
43
Replying to @sukmalunga
Brahmantya hanya membalas dengan senyum. Sedikit banyak lega sebab warna telah kembali di wajahmu. Rasanya akan lebih bijaksana bila tidak mempertanyakan lebih lanjut mengenai air mukamu yang tadinya berubah pasi. "Iya, sama-sama," sahutnya dengan senyum.
1
37
"Kamu ngapain tadi? Aku beresin saja ya?" Brahmantya lantas berdiri, sebab apapun yang kau lakukan kini buat ia khawatir jika semakin melukaimu, @sukmalunga.
1
44
Replying to @sukmalunga
Brahmantya menepuk-nepuk luka itu selembut mungkin dengan kapas yang dituang obat, tidak mau melukaimu lebih jauh lagi. Sejenak, ia memandang wajahmu——pucat, sangat pucat. Namun lukamu belum sepenuhnya diobati, khawatir jika dibiarkan terlalu lama akan memperparah.
1
54
"Enggak, cuma luka gores kecil," jawabnya berusaha menenangkan. Tepukan-tepukan pada luka goresmu semakin memelan, hingga ia rasa cukup untuk ditutup plester. "Sakit? Terlalu ketat?" tanyanya, jemarinya ikut mengusap luka @sukmalunga harap-harap bisa menenangkan.
1
52
Replying to @sukmalunga
Tatap matanya langsung melotot melihat lukamu. Sontak Brahmantya berdiri dan menggenggam bahumu dengan tergesa. "Di laci. Kamu duduk di sini," pintanya sembari mendudukkan tubuhmu di tempatnya duduk.
1
42
Brahmantya membongkar laci tempat ia taruh kotak obat, ingat betul kalau ia menaruhnya di laci paling bawah di nakas. Tangannya langsung menggenggam satu plester, obat luka, serta kapas. "Yang mana yang luka?" tanyanya sembari berjongkok di hadapan @sukmalunga.
1
51
Sorot matanya benar-benar lesu kala melihatmu. Sepertinya sudah ada tiga kali Brahmantya berganti posisi, dan tidak ada satu pun yang digubris olehmu. Lebih menarik kah tugasmu yang masih ada tenggat waktu dua minggu itu dibanding kekasihmu ini, @sukmalunga? Cemberut dia.
1
158
"Kamu tidak suka?" Pertanyaan itu melayang, mengambang tanpa tujuan yang jelas. Brahmantya tahu dia akan melakon apa demi perhatianmu yang lebih besar. Serakahnya dia. "Boleh lagi?" izinnya untuk yang kedua kali hari ini.
1
61
Harap-harap cemas jawabanmu buat jantungnya berdebar tak karuan. Belum pernah ia begini sebelum-sebelumnya. Hanya pada kamu, @sukmalunga. Kau, kekasih pria pertamanya. Apa yang sudah kau perbuat pada dirinya sampai seorang Brahmantya tergila-gila begini?
77
Salah, Brahmantya adalah manusia yang tidak diajari apa itu puas. Ragumu membuat darahnya berdesir semangat. Panas rasanya sekujur tubuh, dan semuanya berkumpul di perutnya. Seketika rasa lapar dan dahaga menggelitik perutnya, namun bukan ingin masakanmu yang enak itu.
1
57
Ah, dia ingin memakanmu. Mau sekali menelan naifmu sampai kau hilang akal. Nakalnya tangan lainnya Brahmantya pun menyelinap ke bawah pakaian yang kau pakai, sampai jemarinya menyentuh kulit punggungmu yang mulus itu. Sekarang bagaimana, @sukmalunga?
1
64
Replying to @sukmalunga
Kekehan kecil lolos dari bibirnya, bagai senang buat kamu repot. Mungkin Brahmantya akan terus begini, jadi seenaknya dan menyusahkan, sampai-sampai semua perhatianmu menghujani dirinya. Tidak ada celah bagimu untuk memikirkan yang lain selain Brahmantya, itu maunya.
1
61
Akhirnya benar juga Brahmantya mengikis jarak, sampai bibir bertaut dan hangat tubuh terasa begitu lekat. Mungkin kepandaian Brahmantya selalu ada di berpacaran, sebab lidahnya juga lihai menggoda bibirmu. Ingin sekali ia mengecap setiap rasa yang bisa kau sajikan, @sukmalunga.
1
59
Replying to @sukmalunga
"Ada," jawabnya. Kepalanya mendongak sedikit, ditemukannya elok rupamu yang membuatnya tidak mampu membuang muka. Apa jadinya Brahmantya kalau sekarang juga ia memangkas jarak yang hadir? Brahmantya tiba-tiba merasa bersalah saat berlaku sesukanya padamu. "Masih empat hari lagi."
1
41
Waktu yang cukup untuknya mengerjakan semua itu. Tidak secuil pun pedulinya pada tanggung jawab yang diembannya sebagai mahasiswa. Perhatiannya sudah kelewat habis untukmu. "Boleh cium, @sukmalunga?"
1
43
Replying to @sukmalunga
Sejenak tertegun karena memang benar. Memang benar dia bisa meminta perhatian bila ia mau. Seketika sekujur tubuh lemas dan butuh tumpuan, bersandar padamulah yang ia lakukan.
1
53
Tubuh seolah tidak mengenal jarak——lengan yang bersentuhan dan kepala yang bersandar di bahumu hingga surai kelam seolah bertaut. "Kamu kalau sedang serius, cantik juga," ucapnya kelewat asal, namun memang benar begitu adanya, @sukmalunga.
1
46