Batalin aja pernikahan, cari yg lain.
Analisa sederhana :
"Kalau kamu balik kampung tapi gajinya setengahku, aku kayaknya juga nggak mau nikah sama kamu."
In case, one day suamimu sedang jatuh (phk/sakit), kamu akan frustasi sebagai istri & kemungkinan nyari laki lain.
Warga, aku mau tanya pendapat. Aku perempuan 26 tahun dan akan menikah dengan laki-laki 26 tahun.
Aku karyawan tetap dengan gaji 5,5 juta di Jateng. Tinggal di rumah orang tua, anak terakhir, jadi aku menetap. Calon suami kerja kontrak di Jabar dengan gaji 8 juta.
Ketika aku tanya nafkah berapa, dia jawab pembagiannya:
Untuk dia sendiri 3 juta.
Untuk ibunya 1 juta (ibunya baik sekali, sedang struggle di ekonomi).
Untuk kos dia 1 juta (kita bakal LDM).
Nafkah untuk aku 3 juta.
Total kebutuhan dia 5 juta, untukku 3 juta. Menurut kalian gimana?
Dia sebenarnya capek merantau dan pengin kerja di sini biar nggak LDM. Tapi kalau kerja di sini, gajinya cuma UMR 2,4 juta. Kata dia cukup buat dia, kerja slow living, nggak capek dan nggak LDM.
Tapi aku dalam hati merasa kurang cukup. Aku tanya gimana nafkah kalau begitu (tinggal di rumah ortuku). Dia jawab gajinya buat aku semua.
Terus aku jawab, aku nggak bisa ngatur uang segitu. Aku maunya dikasih bersihnya aja, udah dipotong bensin dan makanmu (dia sukanya makanan beli). Terus dia tersinggung, dia jawab, "Kamu kan punya gaji juga."
Terus aku bilang, aku sebenarnya nyari cowok yang gajinya minimal setara sama aku. Kalau kamu balik kampung tapi gajinya setengahku, aku kayaknya juga nggak mau nikah sama kamu.
Akhirnya dia tetap bakal pertahanin kerja di Jabar dan mau kuliah supaya pas balik kampung gajinya bagus. (Dia SMA, aku S1).
Apakah aku wajar bilang kayak gitu? Menurut kalian, bagaimana sebaiknya menyikapi perbedaan pandangan soal nafkah ini?
Hei dude, we are like brother.
Bokap gw juga kabur pas gw umur 13 bulan.
Turut berduka atas kehilanganmu ya, 🥲 its okay to be not okay.
Terima kasih telah berbakti kepada ibumu sepenuh jiwa, ibumu pasti sangat mencintaimu. Jika berkenan, aku juga ingin mendoakan ibumu.
🤣🤣🤣
Gw pun bakal seperti mantanmu itu kok mbak, sans aja kali ah.
Itu namanya risiko atas apa yang kau keluarkan dari mulutmu sendiri.
Jika Anda cukup cerdas, Anda akan minta waktu untuk sendiri dan mengelola emosimu terlebih dahulu sebelum melontarkan argument. 🍻 cheers!
Replying to @Symply_rhoda1
He didn’t even try reaching me through another number. He didn’t show up at my house. He simply accepted my decision and carried on with his life.
That’s when I realised how easily some people can walk away from someone they claim to love.
Ladies, choose a man who is willing to fight for the relationship, not just when things are sweet, but especially when things get difficult. Choose a man who doesn’t give up at the first sign of conflict, who is willing to put his pride aside, communicate and find a way to make things work.
You deserve a man who is intentional about keeping you.
I don’t care what anyone says, I would rather have a man who fights to keep me than one who is always ready to prove that he can live without me.
Pernah relation ma yg lebih tinggi, gw ga minder sama sekali.
But, si cewe lebih banyak menerima cemoohan/ejekan dari temen² bahkan keluarganya. Dia jadi sering merasa sedih/nangis. So, gw bilang ke dia :
"Kita udahan aja ya, kamu perlu banyak tersenyum & bahagia."
End.
Fenomena yg unik, makin kesini sebagian individu makin mudah kesentil ego/tersinggung. 😅
Hal yg harmless bisa dipersepsikan offensif/defensif.
Ada benarnya itu bung, wanita juga perlu belajar gmn berbicara dg partner. Pun lelaki perlu mengerti kondisi emosi pasangan.
Individu cenderung merasa aman ketika bersama pasangan.
Sebagai lelaki, klo sama partner gw cenderung mengamati emosi apa yg dibawa doi ketika berbicara.
kok gue belum ngelihat feminis2 twiter bersuara soal kasus ini ya??? beberapa gw cek akunnya juga gada brisik soal ini? kenapa tuhhh ya??? ini melebihi cat calling lohh…
⚠️TRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO
Sebuah insiden traumatis menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada Rabu (29/10/2026) dini hari.
🕒 Kronologi Kejadian (Versi Ponpes):
Pukul 03.20 WIB: Belasan polisi & Brimob bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu.
Tanpa Hijab & Ditodong: Santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab/cadar ditarik keluar, ditodong laras panjang, hingga mengalami intimidasi fisik & verbal (wajah dicengkram & dibentak). Bahkan, balita 3 tahun ikut terbawa dan mengalami trauma, serta anak 5 tahun sempat terpisah.
Pukul 03.51 - 17.00 WIB: Santriwati digiring ke Polsek Mojolaban lalu dipindah ke Polres Sukoharjo untuk diinterogasi tanpa didampingi wali/kuasa hukum dan tanpa surat panggilan. Mereka juga sempat kelaparan karena baru diberi makan sore hari.
Penyitaan Barang (~Rp50 Juta): Polisi menyita peralatan ekstrakurikuler (busur panah & drone), HP santri/ustadzah, uang tunai, emas, dirham, hingga 3 unit motor tanpa surat penyitaan. Aktivitas ponpes lumpuh akibat garis polisi.
🛡️Klarifikasi & Versi Pihak Kepolisian:
Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penyidikan kasus pembakaran warung di Grogol, Sukoharjo.
Polisi mengamankan dan memeriksa 27 orang saksi (termasuk anak di bawah umur) dari dua lokasi di Karanganyar & Sukoharjo dengan melibatkan pendampingan P2TP2A/UPTD PPA.
Setelah pemeriksaan, seluruh santri dan pihak ponpes yang diperiksa telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat, meskipun pihak ponpes menyayangkan prosedur penggerebekan yang dinilai tidak humanis dan mendesak pengembalian barang-barang yang disita.
(Sumber: Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin / Rilis Resmi Pesantren)
Cinta ini kuabadikan dalam frasa penuh rasa, mengalir bersama rima.
Melukiskan tentangmu, tentang anak-anak kita, tentang hidup yang kita jalani bersama.
Cinta yang tak sekedar menuntut materi atau validasi, namun selalu memenuhi relung kalbu, menjadi inspirasi untuk hidup. 🫠
Para lelaki perlu banyak belajar tentang komunikasi ke lawan jenis. 😅
Perempuan tuh selalu notice gmn cara kita ngomong/texting cuy
Apalagi klo bertatap muka ya, beuh... area penglihatan wanita beda, bisa notice apa aja.
Cctv kalah dah 🤣
Replying to @SAIBdelvi
Pdhl ada opsi yg lbh enak didengar.
"Bahasa Indonesia aja yuk. Aku lbh nyaman pakai Bahasa Indonesia, lbh akrab rasanya. Hehe. Ngomong2, alasan kamu childfree realistis juga ya."
+ mengajak, tdk mendikte/menggurui
+ asertif, tdk agresif
+ keliatan menyimak
+ overall lbh fun



















