Ahmad Khadafi retweeted
Replying to @bankmandiri
segera klarifikasi atau nasabah lu makin dikit?
teapawt.org/cprxn_id/status/209110…
Ahmad Khadafi retweeted
Rekening Bank Mandiri milik aktivis asal Pati, Supriyono, diblokir pada Jumat (21/8/2026).
Padahal, rekening itu menampung donasi warga sebesar Rp80 juta yang akan digunakan untuk demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) mendatang. Kok bisa terjadi? Geser slide-nya sampai habis, ya.
| Narasi Daily
Ahmad Khadafi retweeted
Presiden kasih perintah TVRI tayangkan Piala Dunia (dgn narasi hadiah presiden untuk rakyat) —> TVRI beli hak siar 1,3 triliun (300 milarnya pajak) pakai duit pajak kita (dana BABUN) —> TVRI gandeng holding agency —> holding agency gandeng Folago yg juga belum punya streaming 🥲—> Folago baru bikin layanan streaming Folaplay H-beberapa minggu sebelum Pildun 😐 dan kerja sama dgn Surge/Internet Rakyat (salah satu pemiliknya Hashim) —> masyarakat yg mau nonton Pildun lewat streaming bayar ke Folaplay atau yg langganan Surge bisa akses Folaplay.
youtu.be/VgPX34_NaDE?si=WprF…
Ahmad Khadafi retweeted
Saat ini ada 25 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN.
Padahal putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 jelas menegaskan bahwa wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan.
Ahmad Khadafi retweeted
Kalian harus tahu wak...✋️✋️✋️🚨
Tipu tipu ala TVRI
TVRI membeli hak siaran piala dunia 2026 memakai uang rakyat sebanyak Rp1,3 TRILIUN. Dengan gimick menyiarkan seluruh pertandingan piala dunia 2026 secata GRATIS bagi masyarakat Indonesia.
Faktanya:
Jika mau nonton lewat hp,tab,laptopnya dan sejenisnya wajib berlangganan di folaplay atau maxstream.
Artinya tidak gratis 100% alias scam
Ini Max Stream kenapa dah, tiba-tiba layanan ditutup, kita diharuskan bayar untuk nonton Pildun. Setelah sebelumnya free aja.
Anehnya, TVRI tiba2 lenyap sinyalnya juga (sejak Pildun dimulai). Padahal rumah saya di kota. RCTI, SCTV ada, kok bisa-bisanya sinyal TVRI malah ilang.
Sejak kapan kalian tahu, kalau sumber pendapatan APBN terbesar ternyata dari kita-kita ini?
Dari pajak kendaraan kita, pajak rumah kita, pajak belanja kita, sampai pajak saat kita bayar pajak.
Betul.
Termasuk UMR dan daya beli orang Indonesia belasan kali lebih rendah dari negara-negara yang jadi contoh Pak Seskab.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan, harga Pertamax atau bahan bakar minya (BBM) dengan oktan (RON) 92 di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan negara lain.
"Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," ujar Teddy dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/6/2026).
Teddy bilang di Indonesia, harga Pertamax yang merupakan RON 92 dipatok Rp 16.250 per liter.
Sedangkan harga BBM RON 92/95 di Filipina bisa mencapai Rp 22.158, di Laos Rp 31.945, di Thailand Rp 28.910, di Myanmar Rp 25.085, sementara di Singapura menyentuh level Rp 42.971.
Menurut Teddy, harga minyak dunia sudah naik drastis sejak Maret 2026. Namun, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah menahan kenaikan harga Pertamax selama berbulan-bulan.
Penulis: Adhyasta Dirgantara
Editor: Nawir Arsyad Akbar
+ #SeskabTeddy #Pertamax Kebijakan
Ahmad Khadafi retweeted
Replying to @Rasyad_10
Jangan pilih lagi pada pemilu tahun depan pilih yang bisa memperjuangkan aspirasi kita. Jangan pilih karena uang @Rasyad_48
Ahmad Khadafi retweeted
14. Anggaran perjalanan dinas: Rp. 20 T per tahun. Ini pemborosan. Harus dicoret. Jika saya presiden, tidak boleh pejabat RI plesiran ke LN.
Kekuasaan kadang sulit diganggu bukan hanya karena punya alat pukul secara fisik, tapi juga karena mereka punya agen intelektual.
Selama kita percaya bahwa kebijakan dari penguasa benar secara ilmiah, selama itu pula kita tidak akan pernah berpikir untuk melawannya.
Aku mau kritik Intelektual Sampanye yang asbun soal pendidikan Indonesia di sini. Ada dua:
1. Dia mengaburkan batas inkompentensi personal dan cacat sistemik kapitalisme
2. Menaikkan gaji guru bukan panacea, tapi SYARAT MINIMUM perbaikan pddkn Indo.
youtu.be/CsadZpzEfcY?si=FHkq…
Ahmad Khadafi retweeted
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia.
Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026.
Dan datanya bukan dari sembarang sumber.
Dari Forbes.
Dari LHKPN.
Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah.
Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas:
50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026.
APBN Indonesia?
Rp3.800 triliun.
Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh.
Satu tahun.
Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu.
Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari.
Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam.
Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri:
Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih.
Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang.
Dua belas orang.
Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun.
Siapa?
Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma.
Ada juga Menteri Perumahan Rakyat.
Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya.
Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri:
Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI.
Dua ratus lima puluh dua tahun.
Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun.
Itu bukan angka. Itu absurditas.
Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri.
Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama.
Di antara satu korps yang sama.
Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya:
Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili.
Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta.
Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili.
Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak.
Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap:
Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa?
Rp93 triliun per tahun.
Sembilan puluh tiga triliun.
Setiap tahun.
Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang.
Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar.
Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun.
Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh.
Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan.
Hanya dari 50 orang.
Hanya 2%. Per tahun.
Tapi itu tidak terjadi.
Dan Celios menjelaskan kenapa:
Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan.
Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi.
Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan.
Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh.
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini:
Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir.
Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki.
Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan.
Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas.
Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian.
Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret:
Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen.
Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek.
Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya.
Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan.
Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama.
50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya.
Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini.
Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya.
Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Ahmad Khadafi retweeted
Jadi, sebenarnya MBG program untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak, atau apa?
😁
Baru pertama kali dalam sejarah setelah reformasi (25 tahun) Indonesia dipimpin 6 Presiden. Kasus Andre Yunus tokoh masyarakat sipil yang menjadi korban penyiraman air keras terbongkar dalam jangka
waktu tidak kurang dari 7 hari.
Sejarah akan mencatat bahwa Pemerintah Prabowo tidak akan pernah membiarkan kejahatan (konspiratif) terjadi di Indonesia.
Perintah Presiden kepada semua Pejabat Negara termasuk Menteri HAM, Kapolri, Bakom Pemerintah dan semua pejabat negara telah mengutuk dan bekerja keras.
Hari ini Negara secara nyata sudah hadir di tengah rakyat Indonesia🇮🇩
Ada istilahnya nih: sobat ngirit. Huehe.
"Saya berharap suatu hari keluar inovasi-inovasi makanan dari ahli gizi dan chef-chef profesional sehingga akan keluar khas Program Makan Bergizi yang kualitasnya sekelas bintang 5, tetapi harganya harga Program MBG dengan bahan baku Rp 10.000," ujar Dadan.
Baca selengkapnya: nasional.kompas.com/read/202….
~SN #BGN #SPPG #MBG #menuBintang5




























