doviii (@dedeovero) header
doviii (@dedeovero) profile picture
.
Joined January 2020
Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)
saya aslinya 4 orang 🤲
16
3
184
3,459
190
653
144
3,935
45,062
doviii retweeted
it’s nut in oomf november
87
3,621
837
19,361
378,938
5
7,746
239
23,075
312,973
Apasi NNN. Coli mah coli aj
57
539
71
3,482
99,594
HAHAHAHAHAH AJGGGGGG
pak ogah kalo dipakein wig mirip kiki saputri.
98
pak ogah kalo dipakein wig mirip kiki saputri.
129
1,370
180
10,200
79,576
doviii retweeted
22
968
25
12,882
207,251
B dengan B:
Nape T dgn T boleh, tp B dgn B tak boleh?
13
167
11
1,080
35,118
doviii retweeted
45
8,721
389
21,995
241,715
dah dibenerin 🙏🏻
“Ketika Anda angkat Salib maka lawan politikmu termasuk Saya Natalius Pigai seolah2 musuh Allah. Anda orang benar dan pemerintah orang berdosa. Ketika anda angkat Salib ( anda anggap diri sudah sekutu Allah). Sementara pemerintah termasuk belasan Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet ini (termasuk Natalius Pigai) yang beragama Kristiani dianggap pendosa dan seolah2 kami ini bersekutu dengan setan. FATAL!.”. Saat salib dibawa masuk ke panggung politik, saat itu juga salib berhenti sebagai simbol keselamatan dan berubah menjadi simbol kekuasaan serta unjuk kekuatan. Begitu salib berubah menjadi simbol kekuasaan, orang akan langsung teringat pada luka lama sejarah: Perang Salib. Mengapa hal itu sangat berbahaya? Salib telah kehilangan maknanya. Di hadapan salib, kita sesungguhnya harus menyampaikan credo: “Aku anak yang berdosa, ampunilah aku.” Namun, di panggung politik, salib bisa dipelintir menjadi: “Kami benar. Anda, pemerintah, salah. Kami yang berkuasa.” Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai salib yang mengajarkan kerendahan hati, pengampunan, kasih sayang, belas kasih, dan cinta kasih. Salib juga bisa membuat lawan politik seolah-olah menjadi musuh Allah. Inilah yang paling fatal. Dalam politik, lawan kita adalah sesama warga negara yang memiliki perbedaan pendapat dan pilihan politik. Itu merupakan hal yang wajar. Hari ini seseorang menjadi lawan, tetapi esok hari bisa menjadi kawan dalam koalisi. Selengkapnya: posnews.co.id/salib-merah-po…
8
865
5
4,835
35,717
rame amat bjir
1
875
doviii retweeted
november belum ciuman sama sekali
114
641
259
2,624
80,122
SI ADEKK LAGI MODE MARIO BROS😹😹
64
651
19
5,070
37,052
doviii retweeted
nnn : november ngocok nonstop
85
1,431
160
8,862
127,248
doviii retweeted
oh this shit cute as fuck🥹❤️
28
754
87
12,604
111,651
"ga halloween kah?" . ga, hidup kita udah cukup HORROR 🙏🏻 whiskey and trauma dumping aja for this year's halloween 🥃🎃 – at Jakarta Selatan, DKI Jakarta
1
9
975
Baca @NataliusPigai2 Jangan engkau munafik. Banyak orang-orang di sekitar ko pakai salib untuk bisnis.
5
138
3
494
5,891
“Ketika Anda angkat Salib maka lawan politikmu termasuk Saya Natalius Pigai seolah2 musuh Allah. Anda orang benar dan pemerintah orang berdosa. Ketika anda angkat Salib ( anda anggap diri sudah sekutu Allah). Sementara pemerintah termasuk belasan Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet ini (termasuk Natalius Pigai) yang beragama Kristiani dianggap pendosa dan seolah2 kami ini bersekutu dengan setan. FATAL!.”. Saat salib dibawa masuk ke panggung politik, saat itu juga salib berhenti sebagai simbol keselamatan dan berubah menjadi simbol kekuasaan serta unjuk kekuatan. Begitu salib berubah menjadi simbol kekuasaan, orang akan langsung teringat pada luka lama sejarah: Perang Salib. Mengapa hal itu sangat berbahaya? Salib telah kehilangan maknanya. Di hadapan salib, kita sesungguhnya harus menyampaikan credo: “Aku anak yang berdosa, ampunilah aku.” Namun, di panggung politik, salib bisa dipelintir menjadi: “Kami benar. Anda, pemerintah, salah. Kami yang berkuasa.” Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai salib yang mengajarkan kerendahan hati, pengampunan, kasih sayang, belas kasih, dan cinta kasih. Salib juga bisa membuat lawan politik seolah-olah menjadi musuh Allah. Inilah yang paling fatal. Dalam politik, lawan kita adalah sesama warga negara yang memiliki perbedaan pendapat dan pilihan politik. Itu merupakan hal yang wajar. Hari ini seseorang menjadi lawan, tetapi esok hari bisa menjadi kawan dalam koalisi. Selengkapnya: posnews.co.id/salib-merah-po…
22
598
38
1,839
20,219
tolol bgt 😭😭🙏🏻
1 menit gue dan @dedeovero ngetawain keadaan
1
2
392