itsraff retweeted
JUJUR YA…
Waktu kecil, apa yang dulu kalian anggap mewah banget, tapi sekarang ternyata biasa aja?
ada orang yang kelihatannya pendiam, ternyata kalau sudah dekat justru seru banget. ada juga yang dari awal terlihat ramah dan gampang akrab, tapi ternyata butuh waktu lebih lama buat benar-benar mengenalnya. kadang kita juga bertemu seseorang yang awalnya terasa kurang cocok diajak bicara, tetapi setelah beberapa kali bertemu, ternyata cara berpikirnya menarik dan kita bisa belajar banyak darinya.
kesan pertama memang bisa memberi gambaran tentang seseorang, tapi belum tentu cukup buat menjelaskan keseluruhan karakternya. kita cuma melihat satu bagian dari dirinya, di satu situasi, pada satu waktu. bisa saja dia sedang lelah, sedang banyak pikiran, belum merasa nyaman, atau memang membutuhkan waktu lebih lama untuk membuka diri.
makanya, nggak perlu buru-buru menyimpulkan seseorang cuma dari cara dia berbicara, penampilannya, atau bagaimana dia bersikap saat pertama kali bertemu. tentu saja, kita tetap boleh memperhatikan sikap seseorang untuk menjaga diri. hanya saja, ada perbedaan antara berhati-hati dan langsung memberi label kepada orang yang belum benar-benar kita kenal.
give people some time. mengenal seseorang itu proses, dan kadang penilaian awal kita bisa berubah setelah melihat bagaimana dia bersikap dalam berbagai keadaan. orang bisa terlihat baik saat semuanya berjalan sesuai keinginannya, tetapi karakter yang lebih dalam biasanya terlihat ketika dia menghadapi masalah, menerima penolakan, atau berhadapan dengan orang yang nggak bisa memberikan keuntungan apa pun untuknya.
jadi, nggak harus langsung menyukai semua orang yang kita temui, tetapi memberi kesempatan untuk mengenal mereka lebih jauh juga nggak ada salahnya. siapa tahu, orang yang awalnya kita anggap biasa saja ternyata punya banyak hal baik yang belum sempat kita lihat.
kadang ada orang yang gampang banget bilang maaf, tapi kesalahan yang sama terus diulang. awalnya mungkin kita masih bisa memaklumi, namanya juga manusia pasti pernah salah. kita juga nggak mungkin selalu benar dalam memperlakukan orang lain. tapi kalau kejadiannya terus-terusan, lama-lama kita juga capek, apalagi kalau setiap kali dibahas, jawabannya selalu sama.
soalnya, minta maaf itu memang penting, tapi bukan berarti semuanya langsung selesai setelah kata maaf diucapkan. ada bagian yang lebih penting, yaitu bagaimana seseorang memperlakukan kita setelah dia tahu kalau tindakannya pernah menyakiti kita. apakah dia berusaha memahami kenapa kita kecewa, atau justru menganggap kita terlalu sensitif karena masih mempermasalahkan hal yang sama?
kadang yang bikin seseorang kehilangan kepercayaan itu bukan cuma kesalahan yang dilakukan, tetapi juga perasaan bahwa orang tersebut nggak benar-benar belajar dari kesalahannya. kita jadi bertanya-tanya, sebenarnya dia menyesal karena sudah menyakiti kita atau cuma nggak nyaman melihat kita kecewa?
at the end of the day, perubahan kecil yang konsisten jauh lebih berarti daripada permintaan maaf yang terdengar manis berkali-kali. bukan berarti seseorang nggak boleh melakukan kesalahan lagi, tapi harus ada usaha untuk memperbaiki diri. karena kalau memang sadar sudah melakukan kesalahan, seharusnya ada kemauan untuk nggak terus mengulang hal yang sama.








































