Indra Charismiadji (@icharis) header
Indra Charismiadji (@icharis) profile picture

Aktivis Pendidikan | Pemerhati Sosial, Politik, dan Kebijakan Publik | Penulis | Konten Kreator berbasis AI

Jakarta - Indonesia
Joined August 2009
Photo by Indra Charismiadji (@icharis)Photo by Indra Charismiadji (@icharis)Photo by Indra Charismiadji (@icharis)Photo by Indra Charismiadji (@icharis)Photo by Indra Charismiadji (@icharis)Photo by Indra Charismiadji (@icharis)Photo by Indra Charismiadji (@icharis)Photo by Indra Charismiadji (@icharis)Photo by Indra Charismiadji (@icharis)Photo by Indra Charismiadji (@icharis)
AKHIRNYA TERBIT! ๐Ÿ“š๐Ÿ”ฅ Buku perdana karya Indra Charismiadji: Darurat Pendidikan Indonesia Bukan buku biasa. Ini alarm darurat. Kalau PISA mandek 20+ tahun, Learning Poverty tinggi, dan hampir 5 tahun waktu belajar anak hilangโ€ฆ masih mau bilang pendidikan kita baik-baik saja? Pesan: Yuni +62 831-3390-5675 #DaruratPendidikanIndonesia #PendidikanIndonesia #Indonesia2045
๐Ÿค– Made with AI
8
18
2
62
9,253
"Anak-anak Indonesia itu ibarat pasien yang diukur dan dites terus, tapi NGGAK PERNAH DIOBATI!" ๐Ÿšจ Di saat pemerintah kembali menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 dengan alasan "pemetaan big data", kita perlu bertanya: Untuk apa data bertumpuk-tumpuk kalau kualitas pendidikan kita tetap jalan di tempat? Dari PISA, Ujian Nasional, hingga Asesmen Nasional, hasilnya sudah jelas: skor matematika dan membaca anak Indonesia berada di urutan bawah. Tapi alih-alih memberikan penanganan nyata, pemerintah justru sibuk membuat alat ukur baru. Ibarat sudah positif COVID saat tes antigen, bukannya dikasih obat, malah disuruh tes PCR lagi! Ada 3 poin krusial yang saya tegaskan dalam diskusi CNN Indonesia kali ini: ๐Ÿ“Œ 1. Sekolah Adalah Hak, Bukan Ajang Seleksi Penggunaan TKA sebagai syarat jalur prestasi masuk sekolah (PPDB) mencederai amanat konstitusi dan Putusan MK. Pendidikan dasar (SD & SMP) adalah hak setiap anak Indonesiaโ€”tidak boleh ada diskriminasi atau seleksi yang menghakimi kemampuan anak. ๐Ÿ“Œ 2. Target RPJMN PISA Meleset Jauh Target PISA (Membaca 409, Matematika 416, Sains 426) masih jauh dari realita 2025. Bagaimana mungkin target ini tercapai jika pelatihan 3 juta+ guru di lapangan belum menyentuh akar masalah dan orang tua tidak pernah dilibatkan dalam sistem? ๐Ÿ“Œ 3. Dosa Pembelajaran Abstrak (Simbolik Sebelum Konkret) Banyak siswa bahkan guru SD kesulitan menjawab soal cerita sederhana. Mengapa? Karena pola mengajar kita melompati hierarki belajar (Jerome Bruner). Anak langsung dipaksa ke tahap simbolik (1+2=3) tanpa melalui tahap enaktif (benda konkret) dan ikonik (gambar/kontekstual). Amanat konstitusi kita sangat jelas: MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, bukan sekadar sibuk mengukur dan memetakan! ๐Ÿ“น Tonton diskusi selengkapnya di CNN Indonesia: youtu.be/mIiqqpHaAAA ๐Ÿ’ฌ BAGAIMANA PENDAPAT ANDA? Apakah di sekolah anak/daerah Anda, TKA benar-benar membawa perbaikan kualitas mengajar, atau justru menjadi beban baru bagi siswa dan guru? Tulis pandangan dan pengalaman Anda di kolom komentar! ๐Ÿ‘‡ #TKA2026 #DaruratPendidikan #PendidikanIndonesia #PISA #Kemendikdasmen #IndraCharismiadji #RevolusiPendidikan
16
33
119
4,894
Salah satu taktik politik paling jenius yang pernah saya lihat: membuat seluruh pendukungnya, organik maupun buzzer, bicara dalam satu bahasa yang sama. ๐Ÿงต๐Ÿ‘‡ Sejak masa kampanye Pilpres sampai hari ini, ada satu hal yang bikin saya kagum sekaligus agak iri. Narasi mereka dari atas sampai bawah bisa sangat seragam dan konsisten. Mulai dari level jubir, tokoh-tokoh utama, sampai ke pendukung organik di akar rumput. Dan belakangan ini, pola yang sama terulang lagi secara masif melalui satu narasi yang tiba-tiba memenuhi timeline: "Ini bukan masalah BIAYA HIDUP yang mahal, tapi GAYA HIDUP kamu yang kegedean." Script-nya rapi banget: โ€ข Ada keluhan ekonomi/harga naik? Jawabannya: "Gaya hidupmu yang salah." โ€ข Sulit menabung? Jawabannya: "Kebanyakan kopi kekinian." โ€ข Kelas menengah tercekik? Jawabannya: "Kurangi nongkrong." Secara psikologis, ini narasi framing yang luar biasa efektif. Fokus masalahnya berhasil digeser secara halus: dari kegagalan sistem/kebijakan publik menjadi kesalahan individu. Hebatnya, pendukung organiknya menyebarkan ini tanpa merasa disuruh. Mereka menyebarkannya dengan penuh keyakinan. Apakah ini murni kesadaran kolektif, atau masterclass dalam strategi penguasaan narasi publik? Bagaimana menurut kalian? Apakah kamu merasa narasi "Biaya Hidup vs Gaya Hidup" ini valid, atau cuma pergeseran isu yang sengaja didesain?
53
95
4
351
20,860
Beasiswa LPDP Jakarta bakal digelontorkan Rp100 Miliar untuk kuliah ke luar negeri. Tapi pertanyaannya: Ini Beneran Investasi SDM atau Cuma "Bagi-Bagi Uang" Publik? ๐Ÿงต๐Ÿ‘‡ Banyak yang berpikir makin banyak anak bangsa dikirim ke kampus top dunia, masalah kota Jakarta langsung beres. Padahal kalau nggak ada skema penyerapan yang jelas begitu mereka lulus, ini bukan investasi. Ini namanya brain drain yang dibiayai uang rakyat! Poin penting yang saya tegaskan dalam diskusi bersama Berita Jakarta: 1๏ธโƒฃ Bukan Sekadar Beasiswa, Tapi Ikatan Dinas Pemerintah daerah jangan cuma bisa mengutus dan bayarin, tapi harus tanggung jawab menyerap. Begitu mereka lulus, pekerjaan dan posisi strategis di Jakarta sudah harus siap menunggu. Jangan sampai ilmunya dipakai membangun negara lain. 2๏ธโƒฃ Petakan Kebutuhan Industri & Kota Dulu Sebelum rilis kuota pendaftaran, petakan dulu masalah Jakarta: Tata kota, krisis lingkungan, hingga pelayanan kesehatan. Butuh keahlian apa? Jurusan apa? Jangan biarkan peserta bebas pilih jurusan tanpa relevansi dengan pembangunan daerah. 3๏ธโƒฃ Stop Pola "Nyebar Duit Tanpa Return" Investasi itu harus ada Return on Investment (ROI)-nya bagi masyarakat Jakarta. Gimana menurut teman-teman di X? Apakah LPDP daerah ini wajib berstatus Ikatan Dinas dan mewajibkan alumni bekerja di Pemprov/BUMD DKI, atau tetap dibebaskan seperti LPDP Nasional? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar! ๐Ÿ‘‡ ๐Ÿ“น Nonton selengkapnya di sini: youtu.be/1Zm9tx5f4dU?si=JywFโ€ฆ #LPDPJakarta #PendidikanIndonesia #IndraCharismiadji #KebijakanPublik #BeasiswaLuarNegeri #PendidikanMaju #DKIJakarta
3
2
1
24
1,453
Saya sudah paham sebelumnya tapi kok jadi sesak nafas ya mendengar pernyataan Prof @sociotalker dan Prof @dennyindrayana
Prof Sulfikar Amir, PhD: ๐—Ÿ๐˜‚๐—น๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐— ๐——๐—œ๐—ฆ ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ธ ๐˜€๐˜‚๐—น๐—ถ๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต. Prof @dennyindrayana: ๐——๐—ถ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐˜„๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—น ๐—ฝ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป, ๐—ฃ๐—ฎ๐—ธ! Prof Sulfikar Amir, PhD: ๐—ข๐—ต ๐˜†๐—ฎ.. ๐Ÿ˜Š ITU FAKTA, MAU BAGAIMANA? ๐Ÿ˜๐Ÿคญ
21
76
2
308
37,296
โ€œKalau sudah S1 di Singapura, ya otomatis lulus SMA dong?โ€ ๐Ÿง Pernyataan ini sekilas masuk akal karena kita terbiasa dengan jenjang linier: SD โžก๏ธ SMP โžก๏ธ SMA โžก๏ธ Perguruan Tinggi. Namun, dalam dunia pendidikan internasional, logikanya TIDAK sesederhana itu. Kuliah atau memegang gelar sarjana BUKAN bukti otomatis seseorang memiliki ijazah tamat SMA. Mengapa bisa demikian? Ada beberapa aspek mendasar yang perlu difahami: 1๏ธโƒฃ Kepentingan Negara vs Pasar Mahasiswa Asing Bagi negara, pendidikan adalah investasi SDM. Bagi kampus swasta/luar negeri, mahasiswa internasional juga merupakan pasar (revenue). Karena itu, pintu masuk dibuat beragam melalui jalur persiapan (foundation), community college, hingga diploma. 2๏ธโƒฃ Bisa Masuk Kampus Tanpa Ijazah SMA Di lembaga seperti UTS Insearch (Australia) atau MDIS (Singapura), siswa yang baru menyelesaikan kelas XI (atau setara 10 tahun sekolah formal) bisa masuk jalur Foundation atau Diploma. Mereka bisa lanjut ke jenjang S1 tanpa pernah memegang kualifikasi/ijazah tamat SMA nasional. 3๏ธโƒฃ Aturan Administrasi vs Syarat Konstitusi Boleh kuliah luar negeri? Sah dan patut dihormati. Namun untuk syarat pejabat publik di Indonesia, Undang-Undang secara spesifik mensyaratkan "Tamat SMA atau Sederajat". Surat Penyetaraan dari kementerian adalah penilaian administratif, bukan penerbitan ijazah baru. Kepercayaan publik dibangun atas dasar bukti sah yang dapat diuji secara transparan, bukan berasumsi "pasti sudah lulus SMA". Baca artikel selengkapnya di RMOL: ๐Ÿ‘‰ rmol.id/read/2026/10/12/7246โ€ฆ Bagaimana pendapat Anda? Apakah standar penyetaraan pendidikan luar negeri di Indonesia saat ini sudah cukup transparan, atau perlu diaudit ulang secara menyeluruh? Tulis pandangan Anda di kolom komentar! ๐Ÿ‘‡ #PendidikanIndonesia #IndraCharismiadji #KebijakanPendidikan #OpiniPakar #GibranRakabuming #IjazahSMA #StandarPendidikan #PenyetaraanIjazah #RMOL
99
239
20
621
37,884
Jangan salah sangka, institusi pendidikan luar negeri menerapkan standar yang SANGAT BERBEDA antara warga negaranya sendiri dengan WNA! Bagi warga lokal, mereka wajib menyelesaikan pendidikan formal (High School) dan lulus secara ketat untuk bisa masuk perguruan tinggi. Namun bagi WNA, pendidikan sering kali menjadi industri komersial. WNA diposisikan sebagai customer yang membayar biaya kuliah jauh lebih mahal, sehingga dibuatkan berbagai jalur alternatif (pathway, foundation, community college). Pernah sekolah di luar negeri atau masuk lewat jalur pathway TIDAK OTOMATIS BERARTI LULUS ATAU PUNYA IJAZAH SMA. Di video ini, saya mengupas tuntas realitas bisnis pendidikan internasional ini dan dampaknya terhadap penyetaraan kualifikasi pejabat publik di Indonesia. ๐ŸŽฅ Tonton ulasan lengkapnya di sini: youtu.be/c4OvYP4yssw?si=4wLYโ€ฆ 6 Solusi Penting: - Standarisasi & klasifikasi dokumen (Attendance vs Ijazah). - Verifikasi langsung ke lembaga penerbit di luar negeri. - Pengakuan transparan kerangka kualifikasi jalur alternatif. - Pembangunan Sistem Penyetaraan Digital Nasional. - Integrasi data verifikasi dengan KPU & BKN. - Audit kualifikasi berkala bagi pejabat publik. Kenapa kita sering silau dengan label luar negeri, padahal standar mereka ke WNA cuma berbasis komersial? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar! #IndraCharismiadji #PendidikanIndonesia #BisnisPendidikan #IjazahLuarNegeri #EdukasiPublik #TransparansiPublik
18
68
4
156
9,765
"Kalau murid gak naik kelas, apakah mutu pendidikan otomatis naik?" ๐Ÿค” Artikel opini ini menyoroti nostalgia sistem tinggal kelas era 1980-an vs era digital & AI sekarang. Apakah sekadar menahan murid bisa langsung menyelesaikan masalah mutu jika fasilitas, pemerataan teknologi, dan sistem pendampingan belajar belum siap? Apakah kebijakan tidak naik kelas ini solusi nyata atau cuma jalan pintas yang mengabaikan pembenahan mendasar sistem pendidikan kita? kompas.com/edu/read/2026/10/โ€ฆ #PendidikanIndonesia #SistemPendidikan #KompasEdu #KebijakanPendidikan #OpiniPendidikan
1
2
7
456
Happy to share that I'll be speaking at Academia iHERO Webinar | What nobody tells you about AI in Higher education! Make sure to attend it tomorrow. linkedin.com/events/academiaโ€ฆ
1
1
238
๐Ÿšจ SEKOLAH & KULIAH GRATIS: SOLUSI ATAU SEKADAR JANJI MANIS? ๐Ÿšจ Wacana pendidikan gratis kembali digaungkan. Namun pertanyaan besarnya: Apakah anggaran negara benar-benar siap, atau justru kualitas pendidikan kita yang dikorbankan? ๐Ÿ’ฅ Pendidikan adalah hak konstitusi (Pasal 31 UUD 1945), bukan hadiah apalagi program belas kasihan. Tapi gratis tanpa mutu yang jelas hanya akan melahirkan ijazah tanpa kualitas! Dalam video ini, Indra Charismiadji (Pemerhati Pendidikan) menguliti habis: ๐Ÿ“Œ Kesenjangan riil antara janji politisi dan realisasi anggaran di DPR ๐Ÿ“Œ Kenapa "Pendidikan Gratis" bisa jadi sia-sia tanpa pembenahan fasilitas & guru ๐Ÿ“Œ Kewajiban negara membiayai sekolah dasar (Negeri & Swasta) vs realita Perguruan Tinggi ๐Ÿ“Œ Solusi nyata agar pendidikan mencerdaskan bangsa, bukan cuma mencetak gelar ๐Ÿ‘‡ Tonton bedah tuntas selengkapnya di sini: ๐Ÿ”— youtu.be/fz8cBs4joNY ๐Ÿ“Œ Apakah menurut Anda Indonesia sudah siap menerapkan kuliah gratis? Tulis pendapatmu! ๐Ÿ’ฌ Dukung narasi pendidikan berkualitas: 1๏ธโƒฃ Like cuitan ini & videonya 2๏ธโƒฃ Retweet / Share agar makin banyak masyarakat yang kritis 3๏ธโƒฃ Subscribe channel YouTube kami untuk pengawalan isu kebijakan publik! ๐Ÿ”” #PendidikanGratis #SekolahGratis #IndraCharismiadji #UUD1945 #AnggaranPendidikan #KuliahGratis #KebijakanPendidikan
1
1
3
307
SEKOLAH GRATIS ITU HAK KONSTITUSI, BUKAN KEBAIKAN HATI PEMERINTAH! ๐Ÿšจ Janji pendidikan gratis dari TK sampai Perguruan Tinggi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo terdengar sangat indah. Tapi, apakah ini benar-benar niat mengembalikan hak rakyat, atau sekadar gimik politik & program seremonial? Di SiBer Podcast bareng Mas Bayu Sutiono, saya membongkar akar masalah carut-marut pendidikan nasional: 1๏ธโƒฃ Bantuan vs Pembiayaan: Konstitusi (Pasal 31 ayat 2 UUD 1945 & Putusan MK No. 3/PUU-XXII/2024) tegas menyatakan pendidikan dasar adalah WAJIB dan 100% DIBIAYAI pemerintah. Sayangnya, puluhan tahun kita cuma dikasih "Bantuan" Operasional Sekolah (BOS) yang cuma nge-cover sebagian. Akhirnya? Sekolah Negeri gratis tapi di dalamnya tetap harus bayar ini-itu layaknya masuk mall! 2๏ธโƒฃ Mencerdaskan, Bukan Sekadar Menyekolahkan: PBB mematok standar 4A (Availability, Accessibility, Acceptability, Adaptability). Hasil PISA 2025 kita sangat miris: kemampuan matematika terendah se-ASEAN, membaca nomor 2 paling bawah. Kalau cuma sekolah tapi mutunya merosot, anak-anak tetap jadi korban! 3๏ธโƒฃ Legacy Presiden Prabowo: Kalau Pak Prabowo berani mengembalikan pendidikan sebagai HAK HAKIKI seluruh warga negara (bukan sekadar bantuan/bansos politik), beliau akan dicatat sejarah sebagai pemimpin yang memerdekakan pikiran rakyat! Apakah menurut Anda janji sekolah gratis sampai kuliah ini realistis di tengah defisit anggaran dan program MBG? Atau justru bakal bikin kualitas PTN/PTS makin merosot? Mari berdiskusi sehat di kolom komentar! ๐Ÿ‘‡ ๐Ÿ“ฝ๏ธ Saksikan selengkapnya di YouTube: youtu.be/BcA0OnHh6Hg?si=NwYPโ€ฆ ๐Ÿ” Jika Anda peduli dengan masa depan anak-anak Indonesia, bantu retweet & share video ini! #PendidikanIndonesia #SekolahGratis #PrabowoSubianto #UUD1945 #PodcastSiBer #IndraCharismiadji #KebijakanPendidikan #PISA2025 #ReformasiPendidikan
4
7
11
651
๐Ÿšจ KENAPA SEKOLAH DIBUAT 12 TAHUN KALAU CUMA BIKIN ANAK STRES & TETAP NGGAK PINTAR? ๐Ÿšจ Anak Indonesia berangkat subuh, pulang sore, lanjut les sampai malam, masih ditumpuk PR belasan mata pelajaran... Tapi pas dites PISA, skornya malah jeblok. Siapa yang salah? Sistemnya, sekolahnya, atau kita sebagai orang tua? ๐Ÿง ๐Ÿ’ฅ Di episode KELAS Eps. 02, Indra Charismiadji, Hana Sofiyana, dan Dhitta Puti Sarasvati membongkar fakta menohok: 1๏ธโƒฃ Definisi Sekolah yang Keliru: Kata "sekolah" asal mulanya berarti waktu luang. Kenapa di Indonesia justru jadi penjara rutinitas? [09:23] 2๏ธโƒฃ Dingklik Peradaban Roboh: Mengapa kita terlalu mendewakan sekolah formal dan melupakan 2 pilar utama: Keluarga & Komunitas? [08:17] 3๏ธโƒฃ Kurikulum Beban Obesitas: Membedah bedanya 18 mata pelajaran di Indonesia vs. Finlandia yang cuma 6-8 pelajaran tapi siswanya berprestasi & bahagia! [08:52] ๐Ÿ‘‡ Nonton video lengkapnya di sini: ๐Ÿ”— youtu.be/LwzUbsGJPEs ๐Ÿ’ฌ PERTANYAAN UNTUK ANDA: Menurut Anda, apakah sistem pendidikan kita sekarang memang sengaja mencetak "pekerja era industri" ketimbang manusia yang bernalar kritis? Ketik pendapat Anda di kolom komentar! ๐Ÿ“Œ Jika merasa diskusi ini penting untuk masa depan anak-anak kita, mohon Like, Retweet/Share, Comment, dan Subscribe ke channel Pendidikan Vox Point! #PendidikanIndonesia #KiHajarDewantara #SistemPendidikan #Edukasi #RevolusiPendidikan #VoxPoint #DiskusiPendidikan
8
1
15
907
SEKOLAH GRATIS BELUM TENTU MEMENUHI HAK PENDIDIKAN. Kita terlalu lama menyederhanakan hak pendidikan menjadi satu pertanyaan: โ€œBayar uang sekolah atau tidak?โ€ Padahal keluarga masih bisa membayar seragam, buku/LKS, study tour, wisuda, les tambahan, berbagai kegiatan, hingga โ€œsumbanganโ€ yang perlahan terasa seperti kewajiban. Ketika pembiayaan negara belum menutup kebutuhan nyata sekolah, biaya tidak menghilang. Biaya hanya berpindah tangan. Dan yang menerima tagihannya tetap keluarga. Lebih mendasar lagi, hak pendidikan bukan cuma soal bisa masuk sekolah. Anak berhak mendapatkan pendidikan yang tersedia, dapat diakses, bermutu, dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhannya. Karena itu pertanyaan kita seharusnya bukan lagi: โ€œApakah sekolah sudah gratis?โ€ Tetapi: โ€œApakah setiap anak sudah mendapatkan hak pendidikan yang sama baiknya, tanpa kemampuan ekonomi keluarganya menentukan mutu pendidikan yang diterima?โ€ Saya menulisnya di Kompas: nasional.kompas.com/read/202โ€ฆ Menurut Anda, apa yang seharusnya benar-benar ditanggung negara agar pendidikan layak disebut sebagai hak? Bagikan kalau menurut Anda perdebatan tentang โ€œsekolah gratisโ€ perlu naik kelas. #HakPendidikan #SekolahGratis #PendidikanIndonesia #PendidikanUntukSemua #KebijakanPendidikan
13
32
829
Pendidikan gratis dari SD sampai Kuliah cuma bakal jadi angin surga kalau pemerintah nggak sekomitmen program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG terbukti punya anggaran raksasa dan eksekusi yang niat. Sayangnya, komitmen serupa belum kelihatan nyata buat sektor pendidikan. Padahal, akses sekolah tanpa biaya adalah hak dasar yang jauh lebih krusial untuk masa depan bangsa. Kalau MBG bisa dapat anggaran besar dan fokus penuh, kenapa pendidikan gratis masih setengah-setengah? Baca analisis selengkapnya di sini:medcom.id/pendidikan/news-peโ€ฆ Menurut kalian, mana yang harusnya jadi prioritas utama: perut kenyang dulu atau sekolah gratis dulu? Tulis pendapatmu di kolom komentar! ๐Ÿ‘‡ #PendidikanGratis #MBG #PendidikanIndonesia #MedcomId #KebijakanPublik #BeritaTerkini
4
10
31
783
๐Ÿšจ "Anak Indonesia Tidak Sadar Betapa Bodohnya Mereka." ๐Ÿšจ Kalimat keras ini ditulis jurnalis AS, Elisabeth Pisani. Menyakitkan? Sangat. Tapi apakah datanya salah? [26:30] Anggaran pendidikan kita tembus Rp 669 Triliun/tahun [28:28], tapi fakta lapangan bikin mengelus dada: Over 70% siswa Indonesia berada di bawah standar penalaran dasar PISA [05:37]. Mayoritas anak tidak bisa membedakan mana FAKTA dan mana OPINI [23:58]. Skor PISA kita stagnan di papan bawah selama 20 tahun lebih [08:11]! Masalah terbesar bangsa ini bukan cuma kurikulum, tapi KOMPLASENSI โ€” merasa semuanya baik-baik saja cuma karena ada yang juara olimpiade [01:16], padahal mutu pendidikan dasarnya rapuh! Kira-kira, menurut kamu apa akar masalah utamanya? Kebijakan pemerintah, kualitas guru, atau mentalitas kita yang gampang puas? ๐Ÿ’ญ Tonton pembahasan mendalam & kritis di video episode pertama ini! ๐Ÿ‘‡ Tonton video lengkapnya di sini: youtu.be/_4JMkktvh7c โ–ถ๏ธ Jangan lupa LIKE, SHARE, dan tinggalkan KOMENTAR kamu di videonya agar suara kita makin didengar! #PendidikanIndonesia #PISA #VoxPoint #PendidikanKita #GenerasiEmas2045 #SistemPendidikan #MutuPendidikan
2
15
1
33
1,038
Dosen wajib S3, tapi gajinya kalah sama buruh?! ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ’ฅ RUU Sisdiknas kembali memanas! Lebih dari 240 RIBU dosen di Indonesia belum S3. Kalau diwajibkan S3, butuh biaya Rp 73 TRILIUN! Siapa yang bayar? Dosen sendiri atau Negara? ๐Ÿค” ๐Ÿ‘‡ A THREAD & VIDEO FULL ๐Ÿ‘‡ youtu.be/Uu8N-_3_XAE
2
2
15
790
Bayangkan, syarat naik pangkat makin rumit, tapi gaji rata-rata dosen cuma 2-3 jutaan. Apakah kebijakan ini beneran buat memajukan pendidikan nasional, atau malah "memeras" para pendidik? Simak bedah tuntasnya di sini: youtu.be/Uu8N-_3_XAE
1
42
Bagaimana pendapat kamu tentang polemik RUU Sisdiknas ini? Setuju dosen wajib S3 atau tata kelola gajinya dulu yang dirombak? ๐Ÿ‘‡ RETWEET, LIKE & KETIK PENDAPATMU DI KOLOM KOMENTAR! #RUUSisdiknas #GajiDosen #PendidikanIndonesia #DPRRI #DosenIndonesia #VoxPoint
28
Jadi apa manfaatnya buat bangsa ini nyekolahin dia jauh-jauh ke Stanford? Ini uang kita semua lho
Nih ya videonya hehe Source: YouTube/Gita Wirjawan
16
49
4
225
16,237
๐Ÿšจ SEKOLAH GRATIS, TAPI ANAK TIDAK BELAJAR. APA ITU MASIH BISA DISEBUT MEMENUHI HAK PENDIDIKAN? Konstitusi kita tegas: setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Pendidikan dasar bahkan wajib dibiayai negara. Tetapi hak atas pendidikan seharusnya tidak berhenti pada anak bisa duduk di ruang kelas tanpa membayar. Lihat PISA. Indonesia sudah mengalokasikan anggaran pendidikan sangat besar, tetapi kemampuan membaca, matematika, dan sains anak-anak kita masih tertinggal jauh. Maka pertanyaannya menjadi tidak nyaman: Apakah negara sudah memenuhi hak pendidikan seorang anak hanya karena sekolahnya gratis, jika setelah bertahun-tahun bersekolah anak itu masih kesulitan memahami bacaan dan matematika dasar? Inilah yang saya bahas dalam: โ€œSekolah Gratis yang Terlalu Mahalโ€ ๐Ÿ”— jakarta.suaramerdeka.com/opiโ€ฆ Saya ingin mendengar pendapat Anda: Hak atas pendidikan itu hak untuk BERSEKOLAH, atau hak untuk benar-benar BELAJAR? Baca, komentari, dan bagikan jika menurut Anda perdebatan tentang sekolah gratis harus mulai membicarakan mutu, bukan hanya biaya. #PISA #SekolahGratis #PendidikanIndonesia #HakPendidikan #MutuPendidikan
2
17
1
38
894