Asli, banyak banget cuy bahas ubi ketimbang eksplorasi pov mido lebih jauh. Jelek banget jelek 😭
Dilla retweeted
In English, we say,
"I wish we never met"
But in Poetry, we say,
"My sky was so colorful after the they we met. At first it was fuschia, next day it was magenta. But if you ask me what color I loved the most, well, I wish it stayed blue."
Salah satu prinsip yang diajarin orangtuaku, "Kalau iya bilang iya. Kalau engga bilang engga. Kalau suka bilang suka. Kalau ngga suka bilang ngga suka." Lebih baik ngasi orang kepastian meski menyakitkan, dibanding ngasi harapan padahal mah pembohongan 💔
Kalau cowo dituntut bisa ngasi unta sebanyak itu, coba tanya diri sendiri. Kalau sampai sakit. Bahkan, meninggal karena diboikot. KUAT GA KEK KHADIJAH?! 😤😤😤
Replying to @ivetriedd
Kenapa cowo ga berusaha semaksimal mungkin mencontoh Rasulullah? Kenapa cewe berusah semaksimal mungkin mencontoh Khadijah?
Sebagaimana Nabi Musa yang kabur dari Mesir dan ga punya apa-apa. Tetap dipercaya oleh seorang ayah untuk nikahin anaknya karena beliau kompeten dan amanah. Makanya, sebisa mungkin liatlah cowo dari dua itu. Kompeten ga buat nyari nafkah? Buat jadi qawwam? Amanah ga dia?
Bukan aku yang ngalamin, tapi aku yang SAKIT HATI BANGET BACANYA. Asli, tiap liat gender war di twitter yang suka ngatain cowo tuh suka kesel. Ga semua cowo kayak gitu DAN GA SEMUA CEWE JUGA yang jadi korban. Cowo juga bisa. Emg balik ke masing-masing. Ga bisa digeneralisir 😞
Makanya, instead of nuntut-nuntut orang yang ga punya sense of responsibility. So much better kita berusaha jadi sosok yang bertanggung jawab dan memilih orang yang sama bertanggung jawabnya.
Dilla retweeted
“Of course I'll hurt you. Of course you will hurt me. Of course we will hurt each other. But this is the very condition of existence. To become spring, means accepting the risk of winter. To become presence, means accepting the risk of absence”
– Antoine de Saint-Exupéry











