Selama narasi Klasis demikian yang menjadi legitimasi pelaku demo tertentu lebih baik, pergerakan kita cenderung mengalami stagnasi.
Provinsi cilik koyo ngene butuh Makodam ki nggo ngopo jun?
Rencana pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XXVI/Mataram di Godean, Kabupaten Sleman, masih memerlukan survei lokasi, perencanaan, dan penyelesaian administrasi penggunaan lahan.
#PemdaDIY
#HumasJogja
Nih kalo kamu SERIUS mau EFEKTIF melawan rezim ya: caranya adalah dengan sekarang juga literally kampanye buat Pramono nyapres 2029.
Sukarno tidak pernah nyapres. Sukarno diculik terus dipaksa jadi pemimpin gerakan kemerdekaan.
Banyak peristiwa sejarah di dunia seperti ini.
Ada dua pilihan cara kampanye:
1. Kampanye kasar (eksplisit dukung).
2. Kampanye edukatif (yang dibahas adalah masalah dan kebijakan dan lembaga dan tata kelola, bukan figur Pramono-nya. Kebetulan aja Pramono figur yang cocok buat melaksanakan visi-visi itu).
Yang nomor dua ini bisa dibagi-lagi jadi dua peran yang butuh dua keahlian berbeda:
2a. Produksi ide. Sebenarnya ini tugasnya mahasiswa, dan *fungsi utama* demo di jalan seharusnya adalah jadi wahana penstrategian dan formalisme ide nasional.
Kalau suatu demo tidak jelas agendanya apa, demo itu adalah demo gagal. Mahasiswa yang mengaku kaum intelektual harus malu.
Belajar dari Tritura 1966 dan Reformasi 1998, idenya ga boleh asbun halu kayak 17+8, tetapi harus jelas di level praktis: "tangkap", "bubarkan", "bentuk", "batalkan" orang atau lembaga atau hukum yang spesifik.
2b. Penyebaran ide ke seluruh masyarakat. Ini *beda lagi*.
Omong-omong, untuk metode 1 (dukung eksplisit), ada metode yang lebih ilmiah daripada cuma ngebuzzer low IQ aja: ngarang bebas dengan educated guess membayangkan apa yang terjadi apabila 2029 Prabowo lengser dan diganti Pramono.
Itu dua strateginya. Kemudian, kalau setelah itu kejadian:
(a) Nilai rupiah jatuh + IHSG sampai 3rb + krisis BBM + rating bond market Indonesia jadi junk, sehingga mengakibatkan
(b) PHK massal dan gaji PNS tidak turun massal dan harga-harga naik liar dan kelangkaan sembako dan bensin dimana-mana, sehingga menyebabkan
(c) pecahnya berbulan-bulan demo raksasa di Jakarta dan terutama di daerah,
Pramono harus somehow bisa dijadikan figur sipil yang mengayomi / membekingi demo, terlepas dari dia mau atau nggak.
(Well kalau beneran sangat ga mau ya alternatifnya Mahfud, Anies, Ganjar, atau Najwa).
Tak akoni iki goblok. Jarene cah STEM ki luwih pinter, mosok tradisi goblok ngono iseh dipertahanke.
Liyane kui lho demo merga negara sek meh ajur, iki malah demo merga tradisi goblok e dicabut.
ANEH! REKTOR UDAH MAU CABUT KADERISASI KARNA DILIHAT SEBAGAI PERPELONCOAN, EH SENIOR YANG MERASA KEHILANGAN IDENTITASNYA MALAH DEMO SAMPE 2 SATPAM TERLUKA, SEKARANG ADA KESEMPATAN BUAT MENYUARAKAN PERSOALAN YANG LEBIH LUAS MALAH ANYEP, JANGAN” YANG SELAMA INI DIPERJUANGKAN BUKAN KEBEBASAN MAHASISWA, MELAINKAN KEBEBASAN SENIOR UNTUK MELESTARIKAN TRADISI MEREKA SENDIRI.
Balangi molotov wae nek lewat
Anjir, gara-gara Raffi Ahmad yang diduga ingin menyelamatkan citra rezim Wowo sekaligus mengalihkan perhatian publik dari aksi demonstrasi kemarin, tiba-tiba digelar acara RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo. Ironisnya, acara tersebut justru merugikan para pedagang lapak Sunmor Maguwo yang terpaksa terusir dari tempat biasa mereka berjualan. Salah satunya adalah lapak milik ibuku.
Wah pasal penistaan agama kena sih ini
Saya Natalius Pigai menteri beragama Katolik yang tangani Hak Asasi Manusia sudah punya tempat sendiri di tubuh gereja Katolik di Vatican sama seperti Sekjen PBB dan Joe Biden kami anak2 misdinar.
Jadi tolong anda jangan samakan Katolik dengan kelompok jihadis, teroris dan radikal, salib kami itu salib perdamaian dan keadilan. Ingat salib itu simbol perdamaian dan keadilan. Bagaimana kami jadi Radikal saat kami terlalu kuat di dunia ini bro. This is too miniscule to compare with us. Ingat sekali lagi miniscule to compare with us.
Guntur kau pikir bisa mainkan gereja Katolik? Kecil sekali kau. Coba anda, hasto Kristianto dan Restu Hapsari (teman saya 30 tahun silam) kalian berkaca dulu apa kalian bisa mainkan gereja Katolik?. Beritahu Ibu Mega, beliau tahu saya sejak lama ko, saya di jaga oleh Pak Budi Gunawan selama 10 tahun, ibu mega dan mba Puan sayang dan jaga saya dan 2014 beliau mau jadikan saya menteri desa tapi gagal. Anak2 muda PMKRI baru tahu permainan dunia ini.
Saya tidak marah PDIP itu hak partai tapi saya marah orang yang mainkan Salib dan Gereja Katolik saya yang Saya cintai.
Coki Pardede dan Tretan Muslim tuh jangan lupa. Klaimnya sih udah ngelawan, tapi keliatan beberapa kali masih ngepromot aja. Manusia munafik seperti mereka jangan sampai kelupaan.
Jangan didiemin hanya gara-gara sirkel🙏
🚨BREAKING: Windah Basudara sedang mempersiapkan "PERANG BESAR" melawan mega influencer.
Setelah selesainya campaign clipper melawan buzzer raksasa, target Windah selanjutnya adalah para "mega influencer" yg terafiliasi dengan penguasa.
Windah akan menargetkan orang2 yg berpartisipasi di bundaran HI pada tanggal 29 Oktober (Raffi Ahmad & Willie salim).
Segel bocil kematian akan dilepas dan benar-benar mengamuk setelah campaign clipper selesai.🥶
WINDAH BASUDARA TIDAK TAKUT SIAPAPUN, THE REAL INFLUENCER🫡
Progres tok tapi ra rampung-rampung. Ibarate gawe essay sek awale kosong terus dikei judul. Alias PODO RUNG RAMPUNG E BANGSAT
Manut dalane Gusti retweeted
"Sepertinya sudah banyak penyusup. Massa aksi ini bukan lagi mahasiswa."
TAEK!
Gak semua yg demo harus mahasiswa! Dan tau ga kenapa anak seumuran mereka ga jadi mahasiswa? Karena Pemerintah pujaanmu itu GAGAL memberikan akses pendidikan gratis sampai ke tingkat sarjana!
Kudune dibayar luwih kui sek ngeresikki. Lha wong sek nggarai reget (red: demo isoh ono) yo goro-goro kepemimpinane Herjuno kui ro preman-preman bawahane og. Kudune































