Karel. (@karestn) header
Karel. (@karestn) profile picture

THE BUTTERFLY IN DISGUISE; moon & sun, earth & sea, rise & shine, cars & subway, he is away.

Lucky Four/Seven
Joined April 2020
Photo by Karel. (@karestn)Photo by Karel. (@karestn)Photo by Karel. (@karestn)Photo by Karel. (@karestn)Photo by Karel. (@karestn)Photo by Karel. (@karestn)Photo by Karel. (@karestn)Photo by Karel. (@karestn)Photo by Karel. (@karestn)
แ…  ๐“๐‡๐„ ๐„๐—๐๐”๐ˆ๐’๐ˆ๐“๐„ ๐“๐€๐‹๐„ ๐Ž๐… ๐“๐‡๐„ ๐๐”๐“๐“๐„๐‘๐…๐‹๐˜ In the garden of love, he flies from flower to flower, Carrying a fragrance that soothes the body and soul. Like a butterfly that never gets tired, The man dances in beauty that never fades. แ… 
8,605
แ…  ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ง๐˜ญ๐˜บ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ต๐˜ถ๐˜ต๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด. แ… 
1
1
332
แ…  "Morning morning! Rise and shine beautiful~ you need to get up and mingling with neighbour nearby!" suara Bertrand membangunkanku yang masih terlelap. "Shut up." responku singkat sembari memalingkan muka. Bertrand mengambil ponselnya, lalu mulai memainkan lagu ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ itu. Aku membuka mata, lalu berpaling ke arahnya malas, "Harus banget lagunya ini?" "Why? Did my snowball find his older brother's choice distasteful?" goda Bertrand. Aku kembali memalingkan muka dan bersiap kembali tidur, "Cari pacar sana jangan nempelin gua mulu." "Susah nyari yang mau sama duda anak dua, mending gua gangguin elu pas luang." selorohnya. "Tau ah." responku kesal. Bertrand terkekeh, lalu mulai menyenandungkan penggalan lirik lagu tadi, "๐˜ ๐˜ธ๐˜ช๐˜ด๐˜ฉ ๐˜ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฅ ๐˜จ๐˜ฐ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜บ ๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ด๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜บ ๐˜ ๐˜ด๐˜ข๐˜ธ ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฅ'๐˜ท๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ฆ ๐˜ธ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฅ ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ฆ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ด." Melihat respon tergangguku, ia makin mengeraskan lantunannya, "'๐˜Š๐˜ข๐˜ถ๐˜ด๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜บ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ธ ๐˜ ๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ธ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ถ'๐˜ฅ ๐˜ง๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ธ๐˜ข๐˜บ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ ๐˜ฅ๐˜ฐ, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜'๐˜ฅ ๐˜ธ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ด๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ ๐˜ธ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ด ๐˜ข๐˜ด ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ถ'๐˜ฅ ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜บ ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฆ." "Lagu lu buat bini lu ya?" sahutku asal, sengaja memotong agar tidak semakin dipojokkan. "Mantan, sekarang bini orang..." Bertrand tiba-tiba merenung, sebelum berceletuk kesal, "Kurang ajar malah jadi gua yang diejek!" Kekesalannya makin menjadi kala aku lanjut tidur memunggunginya, "Oi Karsten, bangun sebelum gua deportasi." "Apalagi?" keluhku. Ia menarikku hingga bergerak duduk, "Get up and get ready for a walk." "A walk? Kemarin udah cukup ah, males gua dimintain nomor sama tante-tante." tolakku. "Lu sih lagian punya muka kayak ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ." responnya abai. "Emang gua kucel ya?" bingungku. "Bukan itu maksud guaโ€”tapi yaudahlah lu mana ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ช. Sana mandi, kita grocery shopping." pungkasnya. "10 minutes." tawarku untuk waktu tambahan tidur. "Awas ya ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด jadi 30 minutes." peringatnya. "Gak janji." ucapku tak peduli. "Arghh, sometimes i really want to smash that small-stubborn head of yours." keluhnya. Aku menimang sejenak sebelum menanggapi, "Please do..." Hening. Bertrand terdiam; nampak agak terkejut, sebelum buru-buru mengubah arah pembicaraan, "Enough! Go get ready!" Aku ingat dulu sering merengek seperti anak kecil ketika diminta Bertrand atau Dewa mengikuti mereka melakukan hal tidak jelas di waktu luang. Atau membenamkan diri ke dalam selimut dengan tak acuh. Tapi mereka sudah tidak muda lagi, pun begitu aku. Aku harus agak mengerti. "Alright." patuhku akhirnya. แ… 
1
173
แ…  Aku menemani Bertrand berjalan di sekitar. Langkahku malas; masih ingin tidurโ€”hal yang sudah lama tidak ku lakukan. Aku ingat terakhir kali bermalas-malasan menyambut hari 7 tahun silam, sebelum selalu menyambut langit baru lebih pagi. "Bert, is that your brother?" langkah kami terhenti sejenak saat sepasang Kakek dan Nenek Asia yang sepertinya kenalan Bertrand mendekati. "Yes," Bertrand merangkulku, "We do look alike, don't we?" Aku terlalu mengantuk untuk menanggapi klaim sepihaknya. Nenek Asia terkekeh, "I don't expect such fine lad is your brother." "Did he come here to study?" tanyanya penasaran kemudian. "No... not really." bantahku cepat. Kakek Asia penasaran, "Then for what? Job? Vacation?" Aku tersenyum canggung, "Not either..." Kakek dan Nenek Asia itu tampak keheranan. Jangan kan mereka, aku juga bingung dengan diriku sendiri. "He came here without any plan, he just think he had to be here." jelas Betrand. Pasangan tadi saling berbisik, lalu pamit berlalu. Bertrand menangkap wajahku yang semakin lesu dan terlihat memikirkan banyak hal, lalu menepuk bahuku, "My my... must be nice coming here without any plan... oh ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฅ ๐˜ฃ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต." "I will not defend myself for that." tanggapku datar. "Kenapa ga jujur aja sih lu kesini buat mengenang masa-masa ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ kita." kekehnya kemudian. "Itu mah lu aja, gua sih selalu tepat waktu." belaku. "Iya tepat semenit sebelum kelas dimulai baru ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ." tawanya. Aku memilih mengabaikannya dan beralih duduk di cafe pinggir jalan untuk memesan teh. Bertrand mengikutiku seperti aku spesies yang perlu diamankan, lalu ikut memesan. "Tea and shortbreads, something never change." kenangnya saat melihat aku menikmati tehku. Aku menatapnya heran, "What do you mean? I'm still me. Just sometimes not in any right mind." "Was that Annastacia?" aku berhenti memainkan potongan kue kering di tangan, lalu menatap Bertrand atentif. Ia melanjutkan, "I mean... your ex name." "Yeah, her nickname is Stacey." jawabku seadanya sebelum mengoreksi, "She's not my ex." "Mine is AnnabeIIe." respon Bertrand. Aku tidak tertawa pada candaan garing tersebut, namun berusaha menghormati, "Oh." Bertrand tersenyum masam, "You used to laugh at my jokes until your eyes got teary." Aku terdiam sejenak, sebelum berucap maaf, "I'm sorry." Bertrand frustasi sendiri, "You are no fun mennn... you've gotten too serious... where is my silly little boy who do nothing at thinking before he speak?" "You've gotten too mature and I don't like it!" pungkasnya kemudian. "It's not wrong tho. We are old already." balasku. Bertrand tak langsung menanggapi, ia hanya menggumam dengan pandangan kosong ke jalan, "I wish I could hug my clumsy uncultured younger Karel and tell him it's okay to be like that forever." Sorot matanya melembut, "Then I will come at his 24, 25, 26, 27, 28, 29, birthdays so he will not be lonely." Aku tersenyum, "How I wish that I could still be ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฎ." แ… 
59
Good morning, anyone wants to join me on fail-painting race?
1
1
298
2 months have passed since I came back to the UK. Cheers to more happiness unlocked at 30! ๐Ÿป
91
Akhirnya tidur siang yang layak setelah beberapa waktu bergelut dengan kesibukan. Happy monday!
65
แ…  ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ๐˜บ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ. แ… 
1
1
633
แ…  Perbincangan malam itu terus berlanjut, hingga akhirnya Fany dan Dewa pulang terlebih dahulu disusul Panca, Lecia, dan Maria. Aku mengambil coat-ku yang sedari tadi hanya tersampir di bangku, bersiap pulang. Namun tak sengaja netraku mendapati ponsel Dewa yang tertinggal di pojok meja. "Ponselnya Dewa ketinggalan nih." tunjukku pada yang lain. Bertrand jengkel, "Astaga itu orangtua. Bentar gua telpon Fany suruh balik." "Gapapa gua antar aja nanti. Satu arah kebetulan." tawarku. Bertrand mengiyakan, sementara tanganku meraih ponsel Dewa yang tertinggal. ๐˜›๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ. Sebuah Panggilan masuk; dari nomor Fany. Aku mengangkatnya, "Iya Fan Ponsel suami kamu ketinggalan. Nanti aku antar sekalian pulang ya." Fany mengangguk di sambungan setelah menggerutui tingkah ceroboh Dewa sejenak. Aku menutup panggilan, hendak kembali ke flat. Tetapi tak sengaja pandanganku menangkap nama Damar di daftar pesan masuk ponsel Dewa. Tak terduga. Walau agak ragu, akhirnya aku memberanikan diri membaca pesan itu. ๐˜”๐˜ข๐˜ด ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ณ ๐˜”๐˜ข๐˜ด ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ข. ๐˜—๐˜ถ๐˜ซ๐˜ช ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข. ๐˜๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜”๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ต-๐˜ฌ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ. ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ง. ๐˜๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ. ๐˜”๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ-๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ. ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜”๐˜ข๐˜ด ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข & ๐˜›๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช. ๐˜š๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ, ๐˜‹๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ. Aku tak biaa menyembunyikan rasa sedihku; antara terharu dan merasa bersalah. Jemariku mencoba melihat pesan-pesan diatasnya, yang kurang lebih sama. Semua khawatir padaku. Bertrand menatap perubahan raut wajahku, "Lu kenapa Rel?" Aku terdiam sejenak, lalu mencoba mengumpulkan keberanian untui bicara. "Maaf... kalau udah bikin khawatir." Bertrand meninju lenganku, lalu menepuknya pelan, "Ah, Kayak sama siapa aja!" แ… 
1
390
แ…  Di jalan pulang, aku mendapati Fany dan Dewa yang setengah berlari menuju cafe tempat kami berkumpul tadi. Aku mengangkat sebelah tangan, "Disini!" Dewa mengatur nafasnya, lelah. Sementara aku berceletuk heran, "Kan udah gua bilang gapapa nanti gua antarin." "Gapapa sekalian olahraga malam bolak-balik." cengir Dewa asal. Aku menggeleng heran sekilas sebelum memberikan ponselnyq, "Nih." Fany tersenyum, "Makasih ya!" "Sama-sama." jawabku tulus sebelum berbalik pergi. แ… 
133
and suddenly, the spring of youth start to bloom again in his life.
1
1
317
which is weird, because he used to think that he passed his spring years ago.
1
197
"Wajah yang membawa kekhawatiran" begitu orang-orang yang kurang menyukaiku berkata. Tapi "wajah yang membawa kekhawatiran" ini merasa dirinya selalu tersenyum dan bertahan menatap dunia dengan harapan. Sebagaimana banyak cinta kasih yang merengkuhnya membuat ia terus bertahan, ia memandang dunia dengan mata; yang sekali lagi, penuh binar.
143
Ga nyangka di umur lu yang masih muda ini udah siap jadi badut, gapapa Di teruskan, gua siap mendukung jadi tukang karcis.
Replying to @karestn @clarveis
Niatnya sih mau merawat elu, Rel. Nanti dari ternak lele berubah jadi sirkus lele.
1
136