Airi mencatat bahwa pertemuan berikutnya akan membahas filtrasi energi, kristalisasi, dan sublimasi sebagai tiga metode dasar pemurnian. Ia juga mengingat arahan untuk memilih dua bahan dan menentukan metode pemurnian yang sesuai beserta alasannya.
Berikutnya, Kagami-sensei memperkenalkan praktik penyucian objek. Setiap meja telah dilengkapi mangkuk air pemurni, daun sage, bilah gaharu, dan catatan mantra. Airi memilih metode pengasapan herbal.
Sebelum praktik dimulai, Kagami-sensei meminta para murid menenangkan diri melalui latihan pernapasan. Airi duduk nyaman, menarik napas perlahan, lalu memusatkan perhatian pada kondisi tubuh dan pikirannya.
Di dekat meja utama, Kagami-sensei telah bersiap dengan kimono birunya. Artefak kristal bernama Kyōshō melayang di sampingnya, tetapi perhatiannya justru tertuju pada bunga ungu yang kelopaknya kembali tegak setelah terkena cahaya kristal.
Replying to @KaiSaionji
@KaiSaionji
Selamat atas pencapaiannya, Kairi! Semoga ke depannya makin rajin belajar dan selalu menikmati setiap prosesnya, yaa. Semangat terus~
Pelajaran dilanjutkan dengan dua siklus interaksi antarelemen, yaitu Soshō, siklus saling mendukung, dan Sokoku, siklus saling membatasi.
Yoru-sensei kemudian memperlihatkan tiga lingkaran cahaya yang melambangkan Ten (Langit), Chi (Bumi), dan Jin (Manusia), yang terhubung melalui prinsip Musubi, yaitu keterikatan.













