darui retweeted
merinding bgt ngeliat editan video ini.
di balik semua janji dia sewaktu nyapres satupun gada yg berhasil menyejahterakan rakyat, justru kebijakan yang dia buat banyak sekali yang merugikan rakyat, ANTIKRITIK dan NIREMPATI.
SEGERA MUNDUR!!
#INDONESIASADAR
darui retweeted
BATALKAN TKA ‼️‼️
1. banyak yg nyontek tp ga ditindak
2. katanya dijadikan buat validasi nilai rapot, tp penilaiannya pake irt which is beda sama rapot
3. penyelenggaraannya blm mateng (byk eror)
4. banyak oknum guru yang malah nyuruh buat curang
5. sistem penilaian diganti h-7
darui retweeted
Ah gak seru bgt akun nya udah ilang masaa😌😌😌 untung sudah kurekam jejak digidaw mu bunted😌
Kontol buat kalian yg nyontek TKA bangsat, kurang ajar kalian anjg, mikirin org yg berusaha susah susah belajar buat TKA buat masuk sekolah impian mereka, tolol anj, klo salah salah aja kentod gakusah npd tolol anjg, muka lu sini gua injakin bodoh.
LNGSHOT HORROR AU: “UNKNOWN”
lngshot-au-unknown.rinai.wor…
Sekelompok mahasiswa terpaksa memasuki daerah asing untuk tugas kuliah, tanpa tahu jika sesuatu terus mengikuti. Mungkin seharusnya mereka tidak pernah singgah ke sana, sama sekali.
——
Kode: 2121 | Aktifkan volume ponsel
Gua msh suka sm mantan gua, dn skrg dia lgi dkt sm cewe yg satu sekolah sm dia, kyk nya dia mulai suka:(
Gimana kalo kita sekompak lempar teddy ke kebakaran kalimantan biar prabw bisa nyatain bencana nasional?
Bagian 10: Sampai Tidak Ada yang Tersisa
Hujan masih menghantam atap tanpa henti, tapi suaranya kini hanya menjadi latar belakang yang jauh. Di dalam ruang tamu, yang terdengar lebih jelas adalah napas berat, desahan yang pecah, derit sofa yang sudah hampir mencapai batasnya, dan suara basah setiap kali tubuh mereka bertemu.
Nia masih berada di pangkuan Ardi, bergerak dengan ritme yang semakin tidak terkendali. Penis Ardi masuk penuh setiap kali dia menurunkan pinggulnya, keluar hampir seluruhnya setiap kali dia naik. Cairan dari dalam tubuhnya—bercampur dengan sisa cairan Rara—membuat semuanya sangat licin. Setiap hentakan menghasilkan suara yang jelas dan kotor.
“Lebih cepat,” desah Nia, dahinya menempel di dahi Ardi. Rambut pendeknya sudah basah oleh keringat, menempel di pelipis. “Saya… hampir—”
Rara sudah agak pulih di samping mereka. Dia berlutut di sofa, tubuhnya menempel ke sisi Ardi. Satu tangannya memainkan payudara Nia yang bergoyang, meremas dan memilin putingnya. Tangan yang lain turun ke tempat mereka bersatu, jarinya menggesek klitoris Nia dengan gerakan cepat dan pasti.
“Keluar,” bisik Rara di telinga Nia, suaranya masih parau. “Keluar di atasnya. Biar saya lihat.”
Nia mengangguk cepat, tidak mampu menjawab dengan kata-kata. Pinggulnya bergerak semakin pendek dan semakin dalam. Matanya terpejam rapat. Tubuhnya menegang. Vaginanya meremas penis Ardi dengan kuat sekali, berdenyut berkali-kali. Dia orgasme dengan desahan panjang yang tertahan di tenggorokan, tubuhnya bergetar hebat di pangkuan Ardi. Cairannya mengalir deras, membasahi batang Ardi dan menetes ke sofa.
Dia ambruk ke depan, memeluk leher Ardi, napasnya terputus-putus. “Penuh… rasanya penuh banget,” bisiknya lemah.
Rara tidak memberinya waktu lama untuk beristirahat. Dia menarik Nia pelan ke samping, lalu mendorong Ardi hingga terlentang sepenuhnya di sofa. Sofa itu terlalu sempit untuk tiga orang, tapi mereka tidak peduli. Rara naik mengangkangi wajah Ardi, menghadap ke arah kaki Ardi, sementara Nia—masih lemas—dipandu untuk kembali ke penis Ardi.
“Mulutmu,” kata Rara sambil menurunkan dirinya ke wajah Ardi. Selangkangannya yang masih basah dan sensitif menempel langsung ke mulut Ardi. “Jilat. Sementara Nia selesaiin kamu.”
Ardi menurut. Lidahnya langsung menyentuh, menjilat di antara lipatan Rara yang bengkak dan licin. Rara mengerang keras, pinggulnya menggoyangkan diri di atas wajah Ardi. Tangannya meraih kepala Nia.
Nia, meski masih gemetar, menurut. Dia memasukkan penis Ardi kembali ke dalam mulutnya—dalam, sampai hampir ke pangkal—lalu mengulum dengan gerakan cepat. Satu tangannya mengurut batang yang tidak tertutup mulut, tangannya yang lain memainkan buah zakar Ardi. Suara basah dari mulutnya bercampur dengan suara lidah Ardi di tubuh Rara.
Rara menatap ke bawah, melihat Nia mengulum Ardi dengan lahap. Matanya gelap oleh nafsu. Dia menggoyang pinggul lebih cepat di wajah Ardi, mengejar orgasme keduanya.
“Dalam… jilat lebih dalam,” desahnya. “Nia, jangan berhenti. Bikin dia keluar.”
Nia mengangguk tanpa melepas mulutnya. Dia mempercepat, kepalanya naik turun dengan ritme yang semakin berantakan. Air liurnya membasahi seluruh batang Ardi. Sesekali dia mengeluarkan sampai ujung, menjilat lubang kencingnya, lalu memasukkannya lagi sampai dalam.
Ardi sudah di ujung. Pinggulnya bergerak naik tanpa sadar, mendorong lebih dalam ke mulut Nia. Rara merasakan lidahnya menjadi lebih liar. Dia menekan wajah Ardi lebih erat ke selangkangannya.
“Saya mau keluar lagi,” desah Rara, suaranya pecah. “Bersamaan… kalau bisa.”
Nia merasakan penis Ardi berdenyut keras di dalam mulutnya. Dia tidak mundur. Sebaliknya, dia memasukkan lebih dalam, menahan di tenggorokan, sementara tangannya mengurut cepat.
darui retweeted
ada yang mau ga list au horror di tiktok? aku bikin folder khusus wkwk akan bertambah terus kalau yang menurut aku seru dan seram
darui retweeted
gw bawa au horor kisah nyata dari authornya, kalian harus baca sih setiap partnya ada ayat kursinya, gw udh baca dan masih ada lanjutannya cuman belum di lanjut, jujur gw nyebut pas yang pertama muncul😭🙏🏻
vt.tiktok.com/ZSgFrR9m6/ nih linknya





















