Mr. Hu retweeted
Warga berkumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta. Aksi unjuk rasa merupakan hak konstitusional yang diakui dan dilindungi oleh UUD NRI Tahun 1945.
Untuk teman-teman yang turun ke jalan, pastikan kamu memahami hak-hakmu! Ikuti panduan ini dan unduh
Mr. Hu retweeted
Setahun lebih kami dikriminalisasi. Ribuan halaman berkas, ratusan jam sidang, puluhan saksi kami eksaminasi.
Lelah? Tentu. 15 bulan tanpa pemasukan, tabungan 15 tahun terkuras.
Menyerah? Tentu tidak. Sepanjang sidang, kebenaran terungkap dibantu AI yang Ibam bangun sendiri.
AI tersebut bantu tim pengacara kami untuk:
👉🏼 Menganalisis keseluruhan perkara sampai ke akar2nya
👉🏼 Menarik benang merah dari ratusan saksi yang diperiksa
👉🏼 Membandingkan belasan ribu kesaksian tertulis antar saksi
👉🏼 Mendengar dan memahami ratusan jam kesaksian lisan mereka di sidang
Dari semua analisis yang dilakukan, AI tersebut mengungkap puluhan temuan, kejanggalan, dan kontradiksi dalam kesaksian dan bukti yang ada.
Membongkar sebuah perkara sampai sedetail ini biasanya butuh tim paralegal belasan hingga puluhan orang. Jujur, kami tidak sanggup membayar tim sebesar itu. 💸
Namun, dengan dibantu seluruh hasil analisis AI di atas, tim pengacara kami bisa memaksimalkan pembelaan di sidang tanpa perlu bangun tim yang besar.
Hasilnya: vonis yang jauh lebih ringan dibanding tuntutan, pengakuan bahwa Ibam tidak menerima keuntungan apa pun, dan dua dari lima hakim berpendapat Ibam seharusnya dibebaskan.
Dalam banyak perkara, vonis seperti itu sudah dianggap keberhasilan. Tapi kami tetap mengajukan banding dan kasasi, karena kami percaya putusan yang adil adalah yang membebaskan Ibam.
Setelah menjalani proses hukum setahun lebih, kami juga percaya AI yang dirancang dengan baik bisa menghadirkan keadilan yang lebih adil, serta membantu mereka yang menjadi korban kriminalisasi.
Karena itu, beberapa bulan terakhir, selagi menjalani tahanan kota, Ibam menyibukkan diri dengan mengembangkan AI-nya lebih lanjut, hingga menjadi sebuah produk yang bisa menangani perkara lain.
Produk ini kini sudah punya pengguna berbayar pertama, mendapat komitmen funding dari beberapa angel investor, dan dipimpin oleh seorang teman baik (@ainunnajib) yang berkenan menjadi founder dari startupnya.
Ya, saat memulai ikhtiar ini, kami ngga pernah kebayang bahwa AI yang dibangun di tengah segala keterbatasan, tekanan, dan kebebasan yang dipertaruhkan, kini ternyata menjelma menjadi sebuah startup.
Izinkan kami memperkenalkan: @PerkaraAI, AI yang dibangun untuk membantu tim pengacara memberikan pembelaan terbaik.
Kami sadar, dalam situasi normal saja bangun startup sangat sulit, apalagi di tengah ketidakpastian hasil dari perkara yang sedang kami jalani.
Tapi kami ngga punya pilihan lain.
Setahun lebih tanpa penghasilan sudah sangat berat, dan sekarang kami sekeluarga juga terancam dimiskinkan karena dikenakan uang pengganti Rp5 miliar.
Padahal, putusan hakim sendiri mengakui Ibam ngga menerima keuntungan apa pun. Seluruh harta kamipun, kalau dijual, ngga akan cukup untuk bayar.
Menyerah? Sekali lagi, tentu tidak.
Apalagi sekarang kami punya misi baru: sebisa mungkin membantu korban kriminalisasi mendapatkan keadilan terbaik melalui AI yang Ibam bangun.
Ini cara kami melawan keadaan dan bangkit dari keterpurukan, sekaligus bantu Indonesia jadi lebih baik. ✊🏼
Sejalan dengan misi membantu korban kriminalisasi, kami juga berharap ada LBH yang berkenan memakai AI kami untuk kasus pro bono mereka. Untuk kasus2 tersebut, kami berkomitmen menggratiskan @PerkaraAI.
Saat ini jumlah kasus pro bono yang bisa kami bantu masih terbatas, karena startupnya sendiri masih dalam tahap pre-seed fundraising. Tapi seiring bertambahnya pendanaan serta klien berbayar, kami berharap bisa membantu lebih banyak kasus pro bono.
Dalam jangka menengah, kami juga berencana merilis sebagian fitur @PerkaraAI sebagai Community Edition yang open source.
Versi ini bisa digunakan penyidik untuk memastikan konstruksi perkara sudah mencerminkan kebenaran sejak tahap penyidikan, sehingga tidak berujung pada kriminalisasi.
Selain itu, majelis hakim juga bisa menggunakan versi tersebut untuk mempelajari perkara yang mereka tangani secara lebih mendalam dan menyeluruh, di tengah beban kerja yang tinggi.
Untuk sekarang, tim pengacara atau firma hukum yang ingin dibantu AI bisa menghubungi kami melalui akun @PerkaraAI atau situs perkara.ai. Idealnya sebelum persidangan klien dimulai, supaya analisis perkaranya bisa disiapkan begitu berkas BAP diterima.
Terkait @PerkaraAI sendiri, Ibam merancang AI tersebut dengan sangat hati-hati dan terstruktur. Sebagian fiturnya bisa ditonton pada video di bawah, dan Ibam terus membangun fitur2 baru berdasarkan masukan penggunanya 👇🏼
Mohon doa dan dukungannya. Kami sangat terbantu kalau post ini bisa dibagikan ke siapapun yang mungkin membutuhkan bantuan AI untuk perkaranya. Kami juga sangat terbuka bagi yang bantu warm intro dengan mereka2 yang bisa mendukung misi kami.
Akhir kata, kami berharap @PerkaraAI bisa menjadi hikmah dari kriminalisasi yang kami sekeluarga jalani selama setahun lebih, sekaligus membantu meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia. 🙏🏼
Tertanda,
Ririe, Founding Legal
Ibam, Founding Engineer
🤖 Made with AI
Mr. Hu retweeted
Sebagai ilmuwan iklim, saya telah mengingatkan mengenai Super (Godzilla) El Niño 2026 ini sejak 19 Maret 2026. Beberapa policy brief ke beberapa kementerian teknis telah disebarkan, dan diseminasi juga telah diadakan pada bulan tersebut. Saat itu ilmuwan dengan pemodelan dan tools yang dikembangkan telah mampu memprediksinya. Dampak yang paling saya khawatirkan adalah Karhutla parah sebagaimana 1997 dan 2015. Dan kita harus akui, kita telah gagal dalam memitigasinya. instagram.com/p/DWDOflBGNIX/…
Masyarakat dan pemerintah selalu tidak siap dengan apapun bencana yang datang. Iya, apapun bencananya
Rekomendasi drone harga 1 jutaan yang punya kualitas kamera bagus apaan ya, pengen punya tapi budget mepet
Di Indonesia belum nikah saat usia matang itu dianggap problem setelah nikah problemnya ternyata lebih banyak lagi. Persiapkan diri untuk kedua pasangan, ekonomi pasti dan mental yang juga penting
Mr. Hu retweeted
Replying to @keluhkesahkonoh
inilah yang menyebabkan gen z, malas untuk menikah. faktanya menikah meningkatkan beban ganda pada perempuan. ketika komunikasi gagal dibangun keduanya
Pemerintah memberikan ujian kepada rakyatnya agar rakyat bersabar dan bisa masuk surga. Amin kan yang keras
benar kata pandji, di negara ini kita tidak bisa berharap pada siapapun, kabar terbaru seorang polisi membunuh pelajar, gila bener









