For me, humility is the mark of a good academic.
Science is the endless pursuit of truth, and humility is what keeps that pursuit going, because it means accepting that you never know the whole truth.
Andika Putraditama retweeted
Hmmm sorry to say tapi stressing masalah kebakaran hutan pada ketiadaan budaya riset di daerah, dalam kondisi negara yang nggak percaya riset, nggak ngasih anggaran riset, dan Presiden yang bilang akademisi goblok sih……..agak absurd menurut saya.
Analisa yang menarik dari Bagus Muljadi mengenai fenomena kebakaran hutan saat ini.
>Menurutnya, karhutla bukan lagi bencana nasional, melainkan internasional.
>Di Indonesia, bukan paham kanan atau kiri yang menjadi perdebatan, melainkan daerah dan pusat.
>Budaya mengenai pemahaman gambut masih minim di daerah
>budaya riset di daerah masih lemah, akibatnya untuk menghadapi bencana spt ini menjadi tumpang tindih antara pusat dan daerah
>untuk memadamkan gambut di Indonesia, 1 hektar perlu 200rb liter air, helikopter untuk terbang perlu 10 rb usd untuk 1 jam, itupun masih hit n miss, belum tentu bisa memadamkan gambut
>saat terjadi bencana masyarakat cenderung terpolarisasi. Misalnya di Tamiang, selalu menjurus ke tobat ekologis. Padahal jika pemhaman akan gambut dan pengawasan yang ketat tentu lebih efektif dibandingkan demikian
Di Indonesia sudah ada mengenai UU pembakaran lahan, yang masih jadi PR adalah bagaimana regulasi tsb diawasi dan diemplementasikan dengan baik
Jua masyarakat paham, mengapa harus bakar apa yang ia dapat, dan kapan waktu yang tepat untuk membakar. Itu semua bisa diwujudkan jika budaya riset mulai diberdayakan.
Andika Putraditama retweeted
Dua hari setelah reportase @projectm_org x @BBCIndonesia x @suaradotcom ini rilis, Kapolri baru memutasi Kapolda Metro Jaya dan direktur yg satuan-satuannya disebut dalam artikel. Ke mana? Ke posisi yang LEBIH TINGGI dan STRATEGIS di tubuh Polri.
Apakah temuan investigasi ini direspons dan ditindaklanjuti? YA, dengan mendelegitimasinya lewat pengerahan ratusan buzzer di kolom komentar Instagram.
Jadi apa maksud dari slogan baru #PolriBersamaMasyarakat?
#intinyadeh pelaku yg ngeroyok Bambang Setiawan hingga tewas dan Fatur saat demo 27 Agustus 2026 diduga kuat bukan massa GRIB, tp polisi.
Hasil investigasi kolaborasi dr suara.com, BBC Indonesia, & Project Multatuli ungkap bbrp temuan dr video2 & kesaksian:
(1/5)
Mulai skr kita harus mikir bagaimana 3 tahun lagi kita membereskan puluhan triliun aset:proyek Danantara yg mangkrak atau rugi besar
Danantara to invest in ethanol infrastructure over next three years - Companies - The Jakarta Post bit.ly/4AKRElk
Andika Putraditama retweeted
Always judge (so called) academics from the types of journal the CHOOSE to publish.
Andika Putraditama retweeted
Bukti kuat ketidakhadiran negara bisa dilihat dari orang mengusahakan air sendiri. Setiap orang masing2 punya pipa sendiri narik dari danau. Padahal kan harusnya yg gini dikoordinir oleh negara.
Kalo di Bandung kita bisa lihat di wilayah lereng2 selang2 berseliweran gini juga.
Andika Putraditama retweeted
Min @infomitigasi yang baik. Izin mengingatkan.
Apa yg dicuitkan itu menurutku kurang tepat, baik dari aspek sains maupun komunikasi krisis.
Deformasi 2,5 bulan lalu itu buka berarti gempa M7,7 sudah bisa diketahui sebelumnya. Bedakan prediksi dan probabilitas dan potensi gempa.
Kalimat seperti itu juga terasa kurang simpatik kepada korban dan anti-mitigasi. Setelah bencana terjadi, mengatakan “sudah kelihatan sejak 2,5 bulan lalu” menciptakan hindsight bias: seolah-olah bencana sebenarnya sudah diketahui, padahal masyarakat tidak memperoleh peringatan operasional yang memungkinkan mereka menyelamatkan diri.
Mitigasi bukan soal terlihat paling pintar setelah gempa terjadi. Mitigasi adalah apa yang kita lakukan sebelum gempa: bangunan aman, tata ruang yang benar, jalur evakuasi, edukasi, latihan, dan sistem peringatan yang bekerja.
Dan kalau memang ada metode yang bisa mendeteksi deformasi 2,5 bulan sebelumnya dan secara konsisten mengubahnya menjadi prediksi gempa M7,7 yang akurat, itu seharusnya diuji secara terbuka dan dipublikasikan. Sebab kemampuan memprediksi kapan, di mana, dan berapa besar gempa secara presisi akan menjadi terobosan besar dalam ilmu kebumian.
Mengamati tanda-tanda alam itu penting. Tetapi mengamati bukan berarti bisa memprediksi secara presisi.
Andika Putraditama retweeted
Pada 30 Juni 2026, Kemenkeu mencatat bhw pemerintah Indonesia berhutang Rp 10.293,69 triliun, dgn rasio 41,26% thd Produk Domestik Bruto (PDB).
Walau angka 10 ribu T extra besar, tp fokus perlu pd penambahan/chage dimana Prez Prabowo selama 20 bulan lebihi 10 tahun Prez SBY.
Kalau pola berlanjut selama sisa 2/3 masa jabatan Prez Prabowo, maka selama 5 tahun akan tambah hutang 89 % dari dua periode Prez Jokowi. Padahal presiden ke tujuh hadapi pandemi Covid19 yang extra kuat alasan menambah hutang untuk vaksin/layanan kesehatan, perlindungan sosial dan stimulus ekonomi.
Apakah sudah darurat hutang? Tidak, selama pada akhir masa jabatan rasio hutang ke PDB masih dibawah batas 60 % yang tertulis di UU No 17 tahun 2003 ttg Keuangan Negara. Lembaga2 pemeringkat juga sudah wanti2 supaya batas ini tidak terlewati.
Tapi kalau mepet2 batas kasihan juga presiden periode 2029-2034 yang bakal susah danai program2nya.
Jadi perlu pastikan bahwa dana dari hutang (banyak) digunakan untuk program yang tingkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia shg pertumbuhan alami akselerasi dan rasio hutang tidak tembus 60 %.
Kita tunggu pidato kenegaraan Presiden pada tanggal 16 Agustus yang akan sampaikan prioritas dan pola alokasi APBN.
Tapi kalau alokasi APBN buat MBG, KDMP, gentengisasi dll masih besar maka sulit berharap rasio hutang ke PDB akan stabil apalagi turun sampai 2029.
Info gambar: dibuat dengan Grok
4. Negara darurat utang, hutang Pemerintah 2,5 tahun @jokowi setara dengan 5 tahun masa SBY.
Andika Putraditama retweeted
Replying to @farisrachman_1
Classic reverse causality error: low spend isn't the cause of weak state capacity but the result of it. Taxing more before fixing administrative capacity and expenditure quality doesn't turn us into South Korea. It just gives bigger, more expensive version of the same dysfunction
Andika Putraditama retweeted
Saya tidak faham lagi, sampai kapan kita mengalami paradoks. Pada satu sisi, Perpustakaan Nasional kita dikurangi anggarannya 132 miliar rupiah yang berdampak pada perpustakaan di seluruh daerah dan desa-desa. Pada sisi lain, pejabat kita memuji-muji toko buku asing yang disebut "oase bagi presiden." Gap ini terlalu lebar.
Andika Putraditama retweeted
Sepakat
Replying to @DavidEfendhi
Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @DavidEfendhi. Hampir semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing.
Andika Putraditama retweeted
Saya ngajar dan bahkan salah satu perancang kurikulum pelatihan PEDOMAN PERILAKU HAKIM … HAKIM ini TIDAK MEMENUHI hampir semua syarat jadi hakim yang benar.
“Adil-Jujur-Arif Bijaksana-Mandiri-Berintegritas-…dst…terlalu jauh dari hakim ini. Dia bahkan kelihatan seperti PEMBELA terdakwa😩
Andika Putraditama retweeted
Berkendara di Jakarta adalah sebuah permainan prisoners dilemma.
Semua tertib: semua untung dikit
Kita tertib, yg lain enggak: kita rugi banyak
Kita ga tertib, yg lain tertib: kita untung banyak
Kita ga tertib, yg lain jg ga tertib: semua rugi banyak.
Andika Putraditama retweeted
Indonesian President Prabowo Subianto is visiting Washington DC. It is his latest visit to DC following a 20-year ban due to human rights abuses he committed as leader of Indonesia’s notorious special forces in the 1980s and 90s. 1/4
Andika Putraditama retweeted
sebaiknya memang wamenhaj @Dahnilanzar mencari info dulu sblm membuat pernyataan publik yg jelas2 salah ttg anggaran MBG ini.
mgkn ini kesempatan bagi presiden @prabowo meminta kabinetnya belajar ttg pentingnya data dan informasi sblm membuat pernyataan. apalagi ambil keputusan.
Replying to @Dahnilanzar @prabowo
Saya yakin Pak Wamenhaj sudah membaca Perpres 118/2025 tentang Rincian APBN 2026. Rincian anggaran pendidikan ada pada Lampiran VI.






































