ghee retweeted
Teori first love seorang laki-laki itu bukan tentang perempuan pertama yang pernah dia kenal atau dia sukai.
tapi tentang perempuan pertama yang bikin dia merasa nggak rugi untuk memberikan segalanya. perempuan pertama yang membuatnya sadar bahwa dirinya bisa dicintai sedalam itu oleh seseorang di luar keluarganya sendiri.
seseorang yang bikin dia merasa aman untuk membuka hati, menunjukkan sisi rapuhnya, dan memberikan cinta tanpa terus-terusan takut kehilangan.
mungkin first love yang sebenarnya bukan tentang siapa yang datang pertama, tapi siapa yang pertama kali membuat kita merasa benar-benar layak dicintai.
sebenernya, niat cowo dah bener biar kaga ldm abis nikah. punya potensi juga, karna lulusan sma bisa dapet segitu dah keren bgt. kalo diawal pembahasan orientasinya materi, kedepan juga bakal susah. karna menurut gw, kemurnian cinta bukan tentang kesetaraan materi aja
Warga, aku mau tanya pendapat. Aku perempuan 26 tahun dan akan menikah dengan laki-laki 26 tahun.
Aku karyawan tetap dengan gaji 5,5 juta di Jateng. Tinggal di rumah orang tua, anak terakhir, jadi aku menetap. Calon suami kerja kontrak di Jabar dengan gaji 8 juta.
Ketika aku tanya nafkah berapa, dia jawab pembagiannya:
Untuk dia sendiri 3 juta.
Untuk ibunya 1 juta (ibunya baik sekali, sedang struggle di ekonomi).
Untuk kos dia 1 juta (kita bakal LDM).
Nafkah untuk aku 3 juta.
Total kebutuhan dia 5 juta, untukku 3 juta. Menurut kalian gimana?
Dia sebenarnya capek merantau dan pengin kerja di sini biar nggak LDM. Tapi kalau kerja di sini, gajinya cuma UMR 2,4 juta. Kata dia cukup buat dia, kerja slow living, nggak capek dan nggak LDM.
Tapi aku dalam hati merasa kurang cukup. Aku tanya gimana nafkah kalau begitu (tinggal di rumah ortuku). Dia jawab gajinya buat aku semua.
Terus aku jawab, aku nggak bisa ngatur uang segitu. Aku maunya dikasih bersihnya aja, udah dipotong bensin dan makanmu (dia sukanya makanan beli). Terus dia tersinggung, dia jawab, "Kamu kan punya gaji juga."
Terus aku bilang, aku sebenarnya nyari cowok yang gajinya minimal setara sama aku. Kalau kamu balik kampung tapi gajinya setengahku, aku kayaknya juga nggak mau nikah sama kamu.
Akhirnya dia tetap bakal pertahanin kerja di Jabar dan mau kuliah supaya pas balik kampung gajinya bagus. (Dia SMA, aku S1).
Apakah aku wajar bilang kayak gitu? Menurut kalian, bagaimana sebaiknya menyikapi perbedaan pandangan soal nafkah ini?












