Ninaa??? ๐คจ
ใ
คใ
ค
{ ๐๐๐๐๐ฆ๐๐๐๐๐๐ } | The Baswara Suites, B-2801,
Jakarta, 06/11/2026.
Apparently someone said "๐๐ฆ๐ญ๐ญ ๐บ๐ฐ๐ถ๐ณ ๐๐ข๐ฅ ๐บ๐ฐ๐ถ ๐ข๐ณ๐ฆ ๐ฏ๐ฐ๐ต ๐ค๐ฐ๐ฎ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ฐ๐ฎ๐ฆ ๐ต๐ฐ๐ฏ๐ช๐จ๐ฉ๐ต," and that's it. The rest of the night will be a new history.
ใ
ค
๐ฆ๐ผ๐ฒ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ป๐ผ ๐๐ฎ๐๐๐ฎ ๐๐ถ๐ฟ๐ฝ๐ผ๐ฟ๐
๐ฌ๐ฏ/๐ญ๐ฌ/๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฒ
Liburan dulu sejenak. di tengah-tengah Q4 ini
Asmara Swamaraya retweeted
Masih ingat dengan Oliver si penjual bunga? Ya, itu lah GUEH.
Gue datang membawa oleh-oleh dari NZ dua bulan lalu untuk dibagi-bagikan sebagai pengganti M/B/G.
Selamat menikmati!
Asmara Swamaraya retweeted
ใ
คใ
ค
My sweet Asmara, thank you so much for the thoughtful gifts and message. I love you to the moon! ๐โจ
ใ
คใ
ค
Asmara Swamaraya retweeted
( ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ) | Officially saying hello to 32.
๐ @HEAVENSLYCLAIRE
A little something has arrived for you!
Asmara Swamaraya retweeted
ใ
ค
ใ
ค
โ ๐๐๐ฅ๐'๐ฌ ๐๐ฅ๐๐๐
Fri, Oct 16 / 5:35 PM
Tepar. Pusing, kepala dikit lagi meledak kayaknya. Aku butuh yang pedes-pedes!
ใ
ค
ใ
ค
Jarum jam bergeser jauh dan film kini telah berjalan setengah babak, menyisakan ketegangan pekat di ruang tengah yang membuat keduanya mendadak kaku. Meski telapak tangannya sendiri mulai basah oleh keringat dingin,
ego sebagai sulung memaksanya tetap memasang wajah sedatar mungkin demi menutupi rasa takut yang sama.
Ia melirik @namycju yang tampak tegang, lalu berdeham kecil sebelum berbisik pelan, "Yakin mau diselesaikan filmnya? Nanti kamu enggak bisa tidur."
Asmara Swamaraya retweeted
ใ
คใ
ค
ใ
คใ
ค
โParanormal Activity!โ ucapnya dengan semangat pada @senadanadi.
ใ
คใ
ค
ใ
คใ
คใ
ค
Asmara Swamaraya retweeted
Replying to @senadanadi
ใ
คใ
ค
ใ
คใ
ค
๐ผ๐๐๐ฃ๐๐ menonton bersama yang selalu ditunggu. Seperti sekarang ini di Sabtu malam yang tenang. Namun tidak begitu tenang bagi Sinta. Jemarinya sibuk menekan tombol untuk mencari sesuatu dengan kedua mata yang fokus pada layar.
ใ
คใ
ค
ใ
คใ
คใ
ค
Replying to @senadanadi @namycju
Sebagai kakak yang baik, persiapan agenda malam Minggu harus matang. Camilan sudah siap, tinggal menunggu keputusan sang adik untuk memilih film. Tangan kanannya bergerak meraih stoples kecil berisi keripik pedas favorit mereka berdua sebagai tambahan teman menonton.
Pandangannya kini beralih pada remot televisi yang masih digenggam erat oleh adiknya. Tombol-tombol terus ditekan, memilah film yang menarik.
"Nyari film apasih kamu? Dari tadi engga beres beres perasaan."
(@namycju)






































