Amanda Brownies: Dari Kue Jadi 'Orang'
Kita sepakat kehadiran @_AmandaBrownies fenomenal di Twitter.
Saya belajar proses di balik layarnya dari Mas Mohammad Aji Firdaus, Brand & Marketing Director Amanda Company Group.
Ini beberapa insight menarik dari webinar @belajarlagiHQ:
Sempat baca beberapa komentar yang mempertanyakan kapasitas jurnalistik Fabrizio.
Intinya pada bertanya dia bekerja di media mana dan contoh karya jurnalistiknya.
Beberapa menuding Fabrizio pakai titel 'jurnalis' cuma untuk keuntungan engagement dan viral pribadi.
Infonya orang ini diboikot sama sejumlah club eropa ya?
Karna beberapa club ngerasa orang ini membuat transfer makin rumit karna bocoran dari dia
Apakah karna ini dia akan mundur jadi jurnalis pasar transfer?
Gue sih sebagai fans terbantu dengan Infonya, tapi kalo dari sisi club mungkin banyak yang ngerasa dirugikan😔
theo⚔️ retweeted
hidup tuh kadang kayak nunggu loading yang ga selesai-selesai.
mau maju takut salah, mau mundur juga ga bisa. akhirnya ya diem sambil berharap tiba-tiba clear sendiri.
5/7 Kalau di level kota masih berkutat pada persoalan yang sama, di level nasional pun mirip.
Indonesia di panggung dunia masih identik dengan batik, nasi goreng, rendang, sate, dan Bali.
Enggak salah, tapi terasa mandek.
3/7 Kini, sebagai warga Jakarta, saya bertanya pada diri sendiri: apakah saya merasa beruntung tinggal di sini?
Macet, polusi, banjir, semua ada sepaket. Anehnya, mereka enggak pernah menyangkut di DC Cakung, kaya paket-paket kita lainnya.
4/7 Mungkin ini konsekuensi tinggal di kota yang pusat pemerintahan menyatu dengan pusat ekonomi.
Meski bukan satu-satunya penyebab, pola ini terlihat berbeda di beberapa negara.
Tiongkok: Beijing (pusat pemerintahan) dan Shanghai (pusat bisnis)
Amerika Serikat: Washington D.C (pusat pemerintahan) dan New York (pusat bisnis).
Tapi, pemimpin daerah kan dipilih untuk membangun wilayahnya?














![[FIKSI] Rambut di Makanan Warteg](https://pbs.twimg.com/media/GbtNVoaacAAfdFQ.jpg)



















