Yes! Ayah saya pernah jualan terompet utk Tahun Baru. Dia buat dari bekas gulungan benang konveksi, dibolongin, dan penutupnya pakai balon yg dipotong.
Waktu itu saya masih SMA, mikir, buat apa? Emang ada yang beli?
Ternyata laku, uangnya buat makan sekeluarga :(
Banyak Pilihan, Kok Kita Semua Seragam?
Baca di kompas.id/artikel/banyak-pil…
Akses Harian Kompas praktis, kapan saja, dan dari mana saja lewat aplikasi. Unduh sekarang! via @hariankompas
Review saya soal buku Kerry Goettlich, From Frontiers to Borders, terbit di Political Science Quarterly. Intinya adalah garis batas negara itu dibikin surveyor dan tukang peta kolonial, bukan turun dari langit bersama kedaulatan.
doi.org/10.1093/psquar/qqag1…
Tulisan saya di The Jakarta Globe.
National dignity is ultimately better defended through effective governance, credible institutions, and accountability than through the symbolic tightening of a gas valve.
jakartaglobe.id/opinion/smok…
Virdika R. Utama retweeted
Padahal apa itu nasionalis(me) justru yang perlu disepakati definisinya apa, agar tidak menjadi litmus tes atau shibboleth untuk melabeli yang tak setuju atau yang mengkritik secara rasional sebagai musuh, antek asing, atau pengkhianat
Saat Presiden @Prabowo konsisten dengan sikap nasionalismenya, maka rakyat terbagi 4 (empat) golongan :
1) nasionalisme tulen - mendukung.
2) londo ireng - menolak dan menakut-nakuti.
3) oportunis - mencari celah dapat keuntungan
4) masa bodoh.
Virdika R. Utama retweeted
Ini klarifikasi saya re berita fiktif re "pertemuan" sy di rumah Dubes Singapura di Jakarta. Plus catatan keprihatinan sy re modus operandi baru thdp masyarakat sipil. Boleh dikutip media #dendengbalado
Gayanya udah kayak Sukarno keluar dari PBB. Tapi sekali lagi: gayanya doang!
reuters.com/world/asia-pacif…
Virdika R. Utama retweeted
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, bencana makin parah, biaya hidup makin mahal.
Dari banjir, karhutla, sampai cuaca ekstrem, krisis iklim makin terasa di kehidupan sehari-hari. Tapi, apa kerja pemerintah?
Alhamdulillah dapat travel grant research buat disertasi. Senang dan bersyukur punya support system yang mendukung; keluarga, teman, dan supervisor tentu saja.
Ini salah satu paper terbaik yang gue baca tahun ini. Salah satu penulisnya adalah profesor gue: Dylan Loh. Plus, Ayse Zarakol ini salah satu penulis favorit gue. Bukunya Before the West is another level sih.
annualreviews.org/docserver/…























