MBDW retweeted
btw soal keterlibatan M Bloc Group dalam revitalisasi ruang kreatif, contoh lainnya adalah Lokananta Bloc. tempat ini sejujurnya diabaikan sampe akhirnya 2022 muncul gerakan #savelokananta dimana ada keterlibatan glenn fredly juga, Lokananta yang merupakan studio rekaman dan pabrik piringan hitam pertama Indonesia akhirnya direvitalisasi tahun 2022, dan dibuka lagi 2023.
peran M bloc disini sebagai pengelola operasional, sementara untuk arsitek dikerjakan oleh mas andra matin, orang yang sama yang mengerjakan akuatik gbk. M bloc mengubah lokananta menjadi creative and commercial hub beberapa fasilitas didalamnya ada museum arsip musik, studio rekaman, amphitheater/venue pertunjukan, F&B, gerai UMKM, record store, dan ruang komunitas.
Ada lahan cagar budaya seluas 1,4 hektar yang terbengkalai di tengah kota Jogja.
Bukannya dibongkar, ia malah dipertahankan.
Struktur baja hollow kuning cerah didirikan buat memugar tanpa merusak bangunan aslinya.
Pohon beringin tua dan pendopo jadi ruang komunalnya.
Beda dengan M Bloc Group di Jakarta, JNM Bloc gak memaksakan tata ruang padat ala Blok M ke dalam kebudayaan khas Jogjakarta.
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Bali ternyata juga punya "Blok M"-nya sendiri.
Sejak tahun 70an, kawasan Gajah Mada jadi tempat gaul para muda-mudi.
Tapi yang membuatnya spesial justru akulturasi arsitektur Bali + Kolonial + Tionghoa.
Dengan selasar buat pejalan kaki yang nyaman di bawah ruko, kolom-kolom ornamen bata merah Bali.
Dari Kopi Bhineka Djaja yang udah berdiri dari 1935 sampai kafe Nadhi Heritage.
Ruko-rukonya sempit namun memanjang ke dalam.
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Baca kata "M Bloc" aku jadi teringat salah satu bangunan Heritage di Medan. Namanya Pos Bloc, yang dulunya adalah Kantor Pos Medan zaman kolonial yg didirikan pada tahun 1911 silam.
Konsepnya sama, dijadikan sebagai ruang kreatif publik multifungsi yg memadukan pelestarian sejarah dengan gaya hidup modern.
Di dalamnya ada pusat dan ekonomi kreatif, ruang seni dan budaya, juga wisata edukasi dan hangout spot.
Masuk kedalam gedung ini seakan kembali kemasa lalu dengan gaya kehidupan modern sekarang.
Ada lahan cagar budaya seluas 1,4 hektar yang terbengkalai di tengah kota Jogja.
Bukannya dibongkar, ia malah dipertahankan.
Struktur baja hollow kuning cerah didirikan buat memugar tanpa merusak bangunan aslinya.
Pohon beringin tua dan pendopo jadi ruang komunalnya.
Beda dengan M Bloc Group di Jakarta, JNM Bloc gak memaksakan tata ruang padat ala Blok M ke dalam kebudayaan khas Jogjakarta.
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Ada lahan cagar budaya seluas 1,4 hektar yang terbengkalai di tengah kota Jogja.
Bukannya dibongkar, ia malah dipertahankan.
Struktur baja hollow kuning cerah didirikan buat memugar tanpa merusak bangunan aslinya.
Pohon beringin tua dan pendopo jadi ruang komunalnya.
Beda dengan M Bloc Group di Jakarta, JNM Bloc gak memaksakan tata ruang padat ala Blok M ke dalam kebudayaan khas Jogjakarta.
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Tahun 1733, nyaris 50% orang Belanda yang mendarat di Batavia meninggal dalam setahun gara-gara wabah Malaria.
Penyebabnya bentuk kotanya. Batavia niru kota di Belanda dengan kanalnya, endapan Ciliwung membuat airnya jadi dangkal dan diam.
Akhirnya, tahun 1808, Daendels memindahkan kota 5 km ke selatan, ke Weltevreden.
ArchiStory
MBDW retweeted
Makasih banyak Pak @MasJacob dan MBDW yang udah mengundang kami!
Pamerannya keren BANGET!
Ini bukan paid promote ya! Kami shout out karena memang acara dengan tema seputaran ruang kota, desain inklusif, sejarah urban, sampai sustainability sering kali masih eksklusif buat kalangan pelaku industri aja.
Makanya penting banget untuk disebarkan ke khalayak luas melalui acara-acara di ruang publik.
Oh ya ini tak cuma di Blok M, tapi juga di Pasar Baru, Medan, Surabaya, Yogyakarta, Solo, sampai Bali.
Acaranya sampai tanggal 1 November. Yuk mampir ya guys! 🙌
MBDW retweeted
Hidup kamu kebagi jadi 3 ruang.
PERTAMA: rumah. Tempat privat, kamu bisa jadi diri sendiri tanpa topeng.
KEDUA: kantor, kampus, sekolah. Tempat produktif, ada peran yang harus dimainkan.
KETIGA: ruang antara. Tempat ngumpul tanpa tuntutan.
Sayangnya, banyak kota di Indonesia kekurangan yang ketiga.
Tanpa ruang publik yang bebas, rumah cuma jadi tempat tidur, kantor tempat peras tenaga, sementara ruang publik sisanya tergentrifikasi jadi tempat belanja dan habisin duit.
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Ada yang aneh di Kampung Batik Kauman, Surakarta.
Sehabis direvitalisasi dengan anggaran mencapai miliaran, galeri batik tulisnya malah makin berkurang.
Digantikan lonjakan gerai kuliner hingga 4x lipat.
Padahal, industri batik Kauman punya sejarah panjang.
Lahir dari pembagian kerja rumah tangga: saat abdi dalem pria ngurus tugas Keraton, para istri membatik kain pakem di rumah.
Gimana bisa pemugaran fisik malah berubah jadi ancaman bagi tradisi?
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Ada yang ANEH di Pasar Baru.
Gapura merah gede di depannya bukan bangunan peninggalan. Ia dibangun tahun 2000 untuk pencitraan pariwisata.
Ironinya, bangunan berusia lebih dari seabad kayak Toko Kompak justru terabaikan. Padahal bekas rumah Mayor Tio Tek Ho abad ke-19 ini adalah salah satu contoh tipologi ruko Tionghoa-Eropa paling langka di Jakarta.
Kok bisa kota kita terjebak fetish visual dan malah sibuk nempel ornamen daripada rawat cagar budaya asli?





























