Pinned Tweet
Pada 1733, separuh orang Eropa di Batavia TEWAS gak sampai setahun setelah mendarat.
Batavia sampai dijuluki Kuburan Orang Belanda.
Kanal yang dangkal jadi sarang nyamuk. Daendels mundur ke Weltevreden di Selatan.
Dari situ, lahir pusat perbelanjaan baru yang masih digunakan sampai sekarang.
Namun ada yang ANEH.
Gapura merah gede di Pasar Baru itu bukan bangunan peninggalan. Dibangun tahun 2000 demi pencitraan wisata.
Ironinya, bangunan berusia lebih dari seabad kayak Toko Kompak justru terabaikan.
Nat & Ver retweeted
Klien bayar $100 buat jasamu.
Yang nyampe ke rekening bank-mu? Bisa cuma $76.
Kemana $24 sisanya?? 😱
Tenang, bukan dirampok. Duitmu cuma lewat 4 "gerbang perpajakan" yang jarang dibahas orang.
Hari ini kita bedah semua gerbangnya + cara lewat jalur termurah ⬇️
A thread 🧵 by Narasi Visual
Klien bayar $100 buat jasamu.
Yang nyampe ke rekening bank-mu? Bisa cuma $76.
Kemana $24 sisanya?? 😱
Tenang, bukan dirampok. Duitmu cuma lewat 4 "gerbang perpajakan" yang jarang dibahas orang.
Hari ini kita bedah semua gerbangnya + cara lewat jalur termurah ⬇️
A thread 🧵 by Narasi Visual
Dan mindset penutup soal fee:
Potongan platform itu bukan musuh. Dia BIAYA SEWA lapak di pasar global + asuransi duitmu gak dibawa kabur klien.
Yang perlu kamu lakukan bukan menggerutu, tapi MENGHITUNG: masukkan semua potongan ini ke kalkulasi hargamu sejak awal. Profesional menghitung, amatir mengeluh.
Nat & Ver retweeted
Bali ternyata juga punya "Blok M"-nya sendiri.
Sejak tahun 70an, kawasan Gajah Mada jadi tempat gaul para muda-mudi.
Tapi yang membuatnya spesial justru akulturasi arsitektur Bali + Kolonial + Tionghoa.
Dengan selasar buat pejalan kaki yang nyaman di bawah ruko, kolom-kolom ornamen bata merah Bali.
Dari Kopi Bhineka Djaja yang udah berdiri dari 1935 sampai kafe Nadhi Heritage.
Ruko-rukonya sempit namun memanjang ke dalam.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Bali ternyata juga punya "Blok M"-nya sendiri.
Sejak tahun 70an, kawasan Gajah Mada jadi tempat gaul para muda-mudi.
Tapi yang membuatnya spesial justru akulturasi arsitektur Bali + Kolonial + Tionghoa.
Dengan selasar buat pejalan kaki yang nyaman di bawah ruko, kolom-kolom ornamen bata merah Bali.
Dari Kopi Bhineka Djaja yang udah berdiri dari 1935 sampai kafe Nadhi Heritage.
Ruko-rukonya sempit namun memanjang ke dalam.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Revitalisasi kawasan sering kali baru menyentuh permukaan.
Penataan trotoar conblock atau bantaran Tukad Korea mempercantik suasana, tapi belum menyelesaikan kebutuhan mendasar pedagang agar fungsi bisnis ruko tua tetap relevan dengan zaman.




