Nat & Ver retweeted
Pas ke Blok M kemarin, kami ngunjungin pameran di M Bloc.
Tapi kok pas masuk isinya sampah? Acara apaan sih ini? 🤔
Ternyata ini bukan sampah sembarangan, melainkan sampah yang udah di “Daur Rupa” oleh para desainer ♻️
Kalau penasaran, langsung aja dateng ke pameran M Bloc Design Week weekend ini ya!
Bahas Desain
Nat & Ver retweeted
Kawasan kota lama Surabaya ternyata menyimpan banyak KONTRADIKSI.
Dulu ia jadi benteng pemisah etnis. Hari ini, ia ditata ulang.
Kabel di koridor Rajawali ditanam ke underground ducting, fasad bangunan kolonial pun bersih. Pengunjung bisa keliling zona Eropa naik mobil listrik.
Tapi, dari 251 PKL yang direlokasi ke Serambi Ampel, cuma 142 pedagang yang bertahan jualan.
Jadi kita lagi merawat sejarah kotanya, atau cuma bikin romantisme visual dari kawasan tua?
A thread 🧵 by Narasi Visual
Nat & Ver retweeted
Klien bayar $100 buat jasamu.
Yang nyampe ke rekening bank-mu? Bisa cuma $76.
Kemana $24 sisanya?? 😱
Tenang, bukan dirampok. Duitmu cuma lewat 4 "gerbang perpajakan" yang jarang dibahas orang.
Hari ini kita bedah semua gerbangnya + cara lewat jalur termurah ⬇️
A thread 🧵 by Narasi Visual
Nat & Ver retweeted
Bali ternyata juga punya "Blok M"-nya sendiri.
Sejak tahun 70an, kawasan Gajah Mada jadi tempat gaul para muda-mudi.
Tapi yang membuatnya spesial justru akulturasi arsitektur Bali + Kolonial + Tionghoa.
Dengan selasar buat pejalan kaki yang nyaman di bawah ruko, kolom-kolom ornamen bata merah Bali.
Dari Kopi Bhineka Djaja yang udah berdiri dari 1935 sampai kafe Nadhi Heritage.
Ruko-rukonya sempit namun memanjang ke dalam.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Nat & Ver retweeted
Ada lahan cagar budaya seluas 1,4 hektar yang terbengkalai di tengah kota Jogja.
Bukannya dibongkar, ia malah dipertahankan.
Struktur baja hollow kuning cerah didirikan buat memugar tanpa merusak bangunan aslinya.
Pohon beringin tua dan pendopo jadi ruang komunalnya.
Beda dengan M Bloc Group di Jakarta, JNM Bloc gak memaksakan tata ruang padat ala Blok M ke dalam kebudayaan khas Jogjakarta.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Nat & Ver retweeted
btw soal keterlibatan M Bloc Group dalam revitalisasi ruang kreatif, contoh lainnya adalah Lokananta Bloc. tempat ini sejujurnya diabaikan sampe akhirnya 2022 muncul gerakan #savelokananta dimana ada keterlibatan glenn fredly juga, Lokananta yang merupakan studio rekaman dan pabrik piringan hitam pertama Indonesia akhirnya direvitalisasi tahun 2022, dan dibuka lagi 2023.
peran M bloc disini sebagai pengelola operasional, sementara untuk arsitek dikerjakan oleh mas andra matin, orang yang sama yang mengerjakan akuatik gbk. M bloc mengubah lokananta menjadi creative and commercial hub beberapa fasilitas didalamnya ada museum arsip musik, studio rekaman, amphitheater/venue pertunjukan, F&B, gerai UMKM, record store, dan ruang komunitas.
Ada lahan cagar budaya seluas 1,4 hektar yang terbengkalai di tengah kota Jogja.
Bukannya dibongkar, ia malah dipertahankan.
Struktur baja hollow kuning cerah didirikan buat memugar tanpa merusak bangunan aslinya.
Pohon beringin tua dan pendopo jadi ruang komunalnya.
Beda dengan M Bloc Group di Jakarta, JNM Bloc gak memaksakan tata ruang padat ala Blok M ke dalam kebudayaan khas Jogjakarta.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Nat & Ver retweeted
Baca kata "M Bloc" aku jadi teringat salah satu bangunan Heritage di Medan. Namanya Pos Bloc, yang dulunya adalah Kantor Pos Medan zaman kolonial yg didirikan pada tahun 1911 silam.
Konsepnya sama, dijadikan sebagai ruang kreatif publik multifungsi yg memadukan pelestarian sejarah dengan gaya hidup modern.
Di dalamnya ada pusat dan ekonomi kreatif, ruang seni dan budaya, juga wisata edukasi dan hangout spot.
Masuk kedalam gedung ini seakan kembali kemasa lalu dengan gaya kehidupan modern sekarang.
Ada lahan cagar budaya seluas 1,4 hektar yang terbengkalai di tengah kota Jogja.
Bukannya dibongkar, ia malah dipertahankan.
Struktur baja hollow kuning cerah didirikan buat memugar tanpa merusak bangunan aslinya.
Pohon beringin tua dan pendopo jadi ruang komunalnya.
Beda dengan M Bloc Group di Jakarta, JNM Bloc gak memaksakan tata ruang padat ala Blok M ke dalam kebudayaan khas Jogjakarta.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Nat & Ver retweeted
Jangan pernah mau diadu domba urusan agama. Di mata Tuhan kita sama. Sama-sama dicintai. Di mata oligarki, kita sama. Sama-sama ditindas.
Nat & Ver retweeted
Gue bilang jujur aja, X sekarang itu bapuk banget.
Bukan karena netizennya yang salah, tapi karena algoritmanya.
X itu katanya News App no 1 sedunia, paling update buat berita-berita terkini.
Tapi kok real time news sampai opininya comotan/copas mentah dari TikTok/Threads semua?
Algonya cuma bisa mendorong topik spesifik yang lagi ramai dibicarakan. Kalau buat mengangkat topik baru yang spesifik langsung kicep.
Masalahnya, kalau cuma bisa goreng topik tertentu aja, semua orang yang kebelet nyari impresi bakal nimbrung di sana tanpa peduli/paham atas apa yang dibicarakan.
Akhirnya karena gak tau mau ngomong apa, solusinya ya nyomot aja opini dan pandangan orang.
Kalau ujung-ujungnya cuma copas brief apa bedanya dari buzzer?
Sekalian aja diganti slogannya jadi “Number 1 Repost App” 🤣
Panjang umur perjuangan. Tapi gak semua media itu layak dijadikan medan perjuanganmu kawan-kawan.
Di sini, kepedulian dan semangatmu hanya dijadikan perangkat guna mencetak kapital bagi segelintir orang.
Nat & Ver retweeted
ジャカルタで大規模なデモ🇮🇩🔥
日本の皆さん。
これが僕が12年間人生を賭けて戦ってきた国です。
12年間ポテンシャルの塊と言われてきた国です。
泣けてくる。。。
もう諦めて帰ったほうが良いでしょうか🥹
いつもは明るくて優しいインドネシアの国民が怒ってます。
でも怒ってるのが、次の時代を担う若者達だから。
この国の人達にお世話になったから。
夢と希望を捨てずに、最後までこの国で頑張ります💪
いつかきっと僕が教育した子供達が
もっと良い国を作ってくれると信じて🇮🇩❤️
Nat & Ver retweeted
Tahun 1733, nyaris 50% orang Belanda yang mendarat di Batavia meninggal dalam setahun gara-gara wabah Malaria.
Penyebabnya bentuk kotanya. Batavia niru kota di Belanda dengan kanalnya, endapan Ciliwung membuat airnya jadi dangkal dan diam.
Akhirnya, tahun 1808, Daendels memindahkan kota 5 km ke selatan, ke Weltevreden.
ArchiStory
Nat & Ver retweeted
Kamu pikir lompat batu Nias hanya sekedar melompat biasa?
Bayangkan hidup pada masa ketika konflik antarkampung bisa berujung peperangan. Kampung memiliki pagar pertahanan, sementara para pemuda harus memiliki ketangkasan untuk menghadapi berbagai rintangan.
Dalam situasi seperti itulah kemampuan melompat punya arti yang jauh lebih besar.
Nat & Ver retweeted
Iming-iming “akhirat” ini ada versi modernnya juga, yaitu iming-iming “korporat.” 🤭
“Masih muda jangan fokus ngejer duit. Fokus belajar dulu.”
“Magang di sini lumayan banget loh buat CV lo. Itung-itung pengalaman. Gak semua orang bisa masuk.”
“Nanti gue refer deh ke kenalan-kenalan gue.”
Manusia zaman sekarang gak takut lagi dengan akhirat, makanya “reward”-nya diganti.
Pokoknya besok, nanti, suatu saat kamu bisa nyicip hasil jerih payahmu selama ini.
Pertanyaannya kapan? Yang jelas bukan hari ini. Besoknya lagi, lagi, dan lagi… tiada akhir.
Orang Indonesia, terutama yang muslim, paling ga pernah “diceramahi” dengan kalimat ini: “Hitungan Allah beda sama hitungan manusia”.
Satu kalimat pendek ini berfungsi sebagai ruang perlindungan. Saat sistem ekonomi manusia tidak berpihak, kita dihibur oleh keyakinan bahwa takdir Ilahi bekerja dengan logika yang melampaui perhitungan matematis. Kalimat ini seringkali memberi keteguhan untuk terus berusaha, meyakinkan bahwa terlepas dari segala kemustahilan, suatu saat mereka akan bisa memiliki apa yang mereka inginkan.
Karl Marx sendiri mengakui bahwa agama adalah necessary heart in a heartless world.
Tragedinya adalah, iman dipaksa menjadi peredam benturan atas kegagalan sistemik. Ketika dampak yang bersifat sistemik sepenuhnya diterjemahkan sebagai kehendak Ilahi, mekanisme yang melahirkan ketimpangan tersebut justru terlindungi dari kritik.
Sistem yang dominan mempertahankan kekuasaannya dengan menanamkan sejenis common sense ke dalam kehidupan sehari-hari. Upah murah, harga hunian yang tak terjangkau, standar hidup yang jauh dari layak dibingkai sebagai ujian spiritual yang harus dihadapi dengan doa dan kesabaran. Negara seakan dibebaskan dari tanggung jawabnya untuk menyediakan upah layak dan hunian yang terjangkau.
Kalaupun sadar tentang kekerasan struktural ini, biasanya masyarakat akan mendoakan pemimpin dan pejabat negara agar mendapat balasannya di akhirat kelak.
Tapi ya gimana. Opsi yang tersisa memang tak banyak. Ketika mencoba vokal menuntut hak, resiko yang menanti bukan cuma himpitan ekonomi, tapi kekerasan fisik yang nyata. Kita terjebak dalam ironi yang melingkar: diam menerima ketidakadilan, atau bersuara lalu dihadiahi hantaman dari pihak yang digaji menggunakan pajak rakyatnya sendiri.
Nat & Ver retweeted
Di tengah gempuran AI yang mematikan peluang entry level job, kalau kamu mau serius freelance di UpWork/Fiverr, naikkin level seller-mu itu penting banget.
Ibarat pas belanja di Tokped/Shopee, kamu lebih percaya toko biasa... atau yang ada badge-nya?
Nah. Buyer di platform freelance mikirnya PERSIS sama. Banyak yang bahkan filter pencarian berdasarkan level seller.
Aku sendiri sekarang Top Rated Seller, dan efeknya ke kepercayaan klien itu signifikan banget.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Nat & Ver retweeted
Aku coba buat video ini dengan menonton tutorial yt dan membaca panduan yg disebar sama mutual di X. Hasilnya begini kira-kira.
Memang masih belum bagus kek kawan2 yg lain. Tapi bangga sendiri sama usaha buat belajar skill baru. 😄😄
Nat & Ver retweeted
Makasih banyak Pak @MasJacob dan MBDW yang udah mengundang kami!
Pamerannya keren BANGET!
Ini bukan paid promote ya! Kami shout out karena memang acara dengan tema seputaran ruang kota, desain inklusif, sejarah urban, sampai sustainability sering kali masih eksklusif buat kalangan pelaku industri aja.
Makanya penting banget untuk disebarkan ke khalayak luas melalui acara-acara di ruang publik.
Oh ya ini tak cuma di Blok M, tapi juga di Pasar Baru, Medan, Surabaya, Yogyakarta, Solo, sampai Bali.
Acaranya sampai tanggal 1 November. Yuk mampir ya guys! 🙌
Pameran desain itu gak cuma di galeri aja, tapi bisa jadi ruang publik.
Gak cuma untuk kalangan terbatas, tapi bisa buat lalu-lalang semua warga.
Gak harus dari bahan baru yang mahal, tapi bisa dari olahan limbah ampas kopi sampai mycelium composite.
A thread
Nat & Ver retweeted
Hidup kamu kebagi jadi 3 ruang.
PERTAMA: rumah. Tempat privat, kamu bisa jadi diri sendiri tanpa topeng.
KEDUA: kantor, kampus, sekolah. Tempat produktif, ada peran yang harus dimainkan.
KETIGA: ruang antara. Tempat ngumpul tanpa tuntutan.
Sayangnya, banyak kota di Indonesia kekurangan yang ketiga.
Tanpa ruang publik yang bebas, rumah cuma jadi tempat tidur, kantor tempat peras tenaga, sementara ruang publik sisanya tergentrifikasi jadi tempat belanja dan habisin duit.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Nat & Ver retweeted
Ada yang aneh di Kampung Batik Kauman, Surakarta.
Sehabis direvitalisasi dengan anggaran mencapai miliaran, galeri batik tulisnya malah makin berkurang.
Digantikan lonjakan gerai kuliner hingga 4x lipat.
Padahal, industri batik Kauman punya sejarah panjang.
Lahir dari pembagian kerja rumah tangga: saat abdi dalem pria ngurus tugas Keraton, para istri membatik kain pakem di rumah.
Gimana bisa pemugaran fisik malah berubah jadi ancaman bagi tradisi?
A thread 🧵 by Narasi Visual








































