Pinned Tweet
Replying to @chlassernout
Mungkin bakal sedikit membahas interest lain di akun ini... I'm into
- anime/manga
- BL drama
- history/alt. history
- some contemporary movies (i have Letterboxd)
- some musics
-…
Untuk sisanya, liat aja kali yaa...
Throwback ke November 2 tahun lalu and I'm sending my cover to my sister (makanya pitchy parah wkwkwkwk) ... Damn time flies, rambut gw jelek bgt omg
Mach retweeted
Every plane crash conspiracy is just "hmmm where's the plane?" as if it didn't hit the ground at Mach Fuck off and disintegrate
They'd watch this and call it fake going "where's the watermelon??"
Jujur ga pernah??? Mungkin tampang gw kayak orang have kali ye
Gue pernah masuk St*rb*cks pakai gaya ngegembel aja muka ngantuk, kaos oblong polos, celana pendek, sandal jepit. Santai aja, yg penting ngopi biar seger mata.
Pesan lha gue
"Mbak, Esspresso Cappucino Ice,, satu ya."
Mbak baristanya sempat melihat dari atas sampai bawah, lalu bertanya dngan senyum ragu.
"Maaf, Mas. harganya Rp53 ribu, gak apa-apa?"
"Lho, ya gak apa-apa, Mbak. Memangnya saya pesan pakai utang?" 🤣😂🤣🥺
Mbak, penampilan saya emang kyak mau beli es teh di warkop pinggir jalan, tapi saldo gue punya cita-cita jadi owner 1 cabang Starbucks.
Jangan nilai dompet dari sandal jepitnya, Mbak! 😂
🤣 Coba jujur, kalian pernah nggak diremehkan gara2 penampilan atau outfit.?.
Atau justru pernah salah sangka ngelihat penampilan orang?.
Boleh spill Ceritain di kolom komentar!
Mach retweeted
orang dia aja ngemplang pajak, kok tiba2 mau majakin rakyat miskin. itu pajak apa palak sih
Mach retweeted
Seeing responses to this speculating why we use whatsapp in the UK and I am old enough to remember why: photos. It was free to send photos so we all adopted it whereas regular text messaging with a photo cost money.
Mach retweeted
She was falling 27,000 feet in a minute in an iced-up jet. In about 35 seconds she declared a mayday, gave her tail number, descent rate, overspeed and a 60-degree bank. That's the job. Then she died with eight other people, and you're grading her tone. Fuck you.
A pilot should not:
🔘become hysterical
🔘speak too quickly to be intelligible
🔘say, "We're going to crash into the ground!"
🔘scream like a little girl
🔘hyperventilate
🔘scream like a little girl again
A pilot needs a certain disposition. This is not it. That's the reality.
Readers added context they thought people might want to know
This jet was falling hundreds of feet per second having falling from cruising altitude in about a minute. The pilot states they are over speed meaning they are nearing the speed of sound, and pointing almost straight down. Expecting anyone to keep calm in that state is silly.
bbc.com/news/articles/…
fox13news.com/news/were-gonn…
Mach retweeted
semua aja lu pajakin, ga sekalian ni kontol gw dipajakin jg?
HASYIM MINTA TUKANG CUKUR, TUKANG PIJAT, DLL HARUS KENA PAJAK BIAR DAPAT BIAYAIN PROGRAM MBG DAN KOPDES
jadi gini guys, hashim djojohadikusumo, ketua dewan penasihat kadin, bilang banyaknya transaksi "ekonomi abu-abu" bikin pajak yang masuk ke negara jadi lemah, dia ngomong gitu di rapimnas kadin di jakarta pada kamis 29 oktober
contoh yang dia kasih, tukang cukur dan tukang pijat tradisional yang dibayar tunai tanpa kuitansi, kata dia tukang cukur datang ke apartemennya dan dibayar tanpa kuitansi jadi ppn 11 persen tidak dipungut, istrinya juga pakai tukang pijat tanpa kuitansi dan tidak dipungut, dari situ dia menyimpulkan ada jutaan transaksi seperti itu
dia lalu menyebut pdb indonesia 2025 sebesar rp23.281 triliun, peringkat ke-17 dunia, dan merujuk perkiraan bank dunia bahwa ada kegiatan ekonomi setara 35 sampai 40 persen dari pdb yang tidak tercatat, katanya itu berarti kurang lebih rp10 ribu triliun tidak tercatat
menurut dia salah satu penyebabnya, aparat pajak masih agak lemah dalam memungut, sehingga penerimaan negara dari yang tercatat maupun tidak tercatat tidak maksimal, dan itu juga yang bikin pemerintah selalu dipersoalkan tidak bisa membiayai mbg, koperasi desa, dan program lainnya
tapi di tulisan yang sama ada data kemenkeu yang kelihatannya bagus, penerimaan pajak sampai 30 september 2026 tumbuh 24,1 persen dibanding tahun lalu, terkumpul rp1.607,6 triliun, atau 68,2 persen dari target apbn
ppn dan ppnbm tumbuh 38,6 persen jadi rp683,3 triliun, dan ppn dalam negeri melonjak 51,3 persen jadi rp369,5 triliun, yang sebagian besar didorong konsumsi di sektor perdagangan besar bbm
pph orang pribadi tumbuh 14,4 persen jadi rp19,2 triliun dan pph 21 karyawan tumbuh 19 persen jadi rp189,4 triliun, kemenkeu bilang ini didukung naiknya aktivitas ekonomi dan sistem coretax yang makin baik
jadi bahasa gampangnya, hashim bilang banyak transaksi kecil yang dibayar tunai tanpa catatan sehingga pajaknya lolos, dan negara rugi, padahal data resmi menunjukkan penerimaan pajak sedang naik
nah menurut kalian guys, kalau transaksi kecil kayak cukur rambut dan pijat dibayar tunai tanpa kuitansi, itu wajar dibiarkan atau seharusnya dicatat dan kena pajak?
Sabtu 4x
Minggu 7x
Senin 4x
Ini klo kontol gw bisa ngomong, dia menjerit "CUKUP SUDAH, KAU SAKITI AKU LAGI"
Minimal bgt yah, enforcing livable wage dulu baru lu palakin.
Ini negara udah mau krisis malah lu palakin, sinting
HASYIM MINTA TUKANG CUKUR, TUKANG PIJAT, DLL HARUS KENA PAJAK BIAR DAPAT BIAYAIN PROGRAM MBG DAN KOPDES
jadi gini guys, hashim djojohadikusumo, ketua dewan penasihat kadin, bilang banyaknya transaksi "ekonomi abu-abu" bikin pajak yang masuk ke negara jadi lemah, dia ngomong gitu di rapimnas kadin di jakarta pada kamis 29 oktober
contoh yang dia kasih, tukang cukur dan tukang pijat tradisional yang dibayar tunai tanpa kuitansi, kata dia tukang cukur datang ke apartemennya dan dibayar tanpa kuitansi jadi ppn 11 persen tidak dipungut, istrinya juga pakai tukang pijat tanpa kuitansi dan tidak dipungut, dari situ dia menyimpulkan ada jutaan transaksi seperti itu
dia lalu menyebut pdb indonesia 2025 sebesar rp23.281 triliun, peringkat ke-17 dunia, dan merujuk perkiraan bank dunia bahwa ada kegiatan ekonomi setara 35 sampai 40 persen dari pdb yang tidak tercatat, katanya itu berarti kurang lebih rp10 ribu triliun tidak tercatat
menurut dia salah satu penyebabnya, aparat pajak masih agak lemah dalam memungut, sehingga penerimaan negara dari yang tercatat maupun tidak tercatat tidak maksimal, dan itu juga yang bikin pemerintah selalu dipersoalkan tidak bisa membiayai mbg, koperasi desa, dan program lainnya
tapi di tulisan yang sama ada data kemenkeu yang kelihatannya bagus, penerimaan pajak sampai 30 september 2026 tumbuh 24,1 persen dibanding tahun lalu, terkumpul rp1.607,6 triliun, atau 68,2 persen dari target apbn
ppn dan ppnbm tumbuh 38,6 persen jadi rp683,3 triliun, dan ppn dalam negeri melonjak 51,3 persen jadi rp369,5 triliun, yang sebagian besar didorong konsumsi di sektor perdagangan besar bbm
pph orang pribadi tumbuh 14,4 persen jadi rp19,2 triliun dan pph 21 karyawan tumbuh 19 persen jadi rp189,4 triliun, kemenkeu bilang ini didukung naiknya aktivitas ekonomi dan sistem coretax yang makin baik
jadi bahasa gampangnya, hashim bilang banyak transaksi kecil yang dibayar tunai tanpa catatan sehingga pajaknya lolos, dan negara rugi, padahal data resmi menunjukkan penerimaan pajak sedang naik
nah menurut kalian guys, kalau transaksi kecil kayak cukur rambut dan pijat dibayar tunai tanpa kuitansi, itu wajar dibiarkan atau seharusnya dicatat dan kena pajak?































