
Spitting movie-takes on @WargaTudum. Here for wordplay, hobbies, and brutal self-reflection. Let’s be mutual, I might become your best friend ✨
Jakarta
Joined March 2011
- Tweets12.4K
- Following520
- Followers2.5K
- Likes1.7K
Pinned Tweet
Di awal tahun ini aku lagi menajamkan skill tarot untuk bantu teman-teman yang lagi berat secara mental.
Bukan buat nebak masa depan, tapi buat ngobrol soal apa yang perlu diakhiri atau dilepaskan, dengan pendekatan yang grounded dan minim cocoklogi.
Aku buka 5 slot. DM aja yak
90’s Headspace 🐝 ✨ retweeted
inilah proses kehilangan jati diri. kerja selama ini palugada, All in one, end to end. pas apply kerjaan untuk role A kurang pengalaman, role B agak maksa, role C pure goblok.
90’s Headspace 🐝 ✨ retweeted
Vonis 10 tahun untuk Nadiem Makarim di perkara Chromebook, sejauh saya menonton tiga kali video sidang keputusannya, sebenarnya ada pada tiga unsur Pasal 3 UU Tipikor.
Pertama, menyalahgunakan wewenang, kesempatan, atau sarana karena jabatan.
KEdua, menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi.
Ketiga, merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Saya juga membaca analisis para pakar hukum di X (di media lain tidak) dan podcast Pak Mahfud MD. Tapi, saya kok melihat ’kekuatan’ ketiga hal di atas tidak cukup kuat untuk memvonis Nadiem.
Kenapa?
Pasal ini punya tiga unsur yang harus terbukti semuanya, lho. Makanya, jika hilang satu, ya, bisa diasumsikan dakwaannya runtuh. Dan ketiga unsur yang dituduhkan ke Nadiem tidak sama kuatnya.
Pertama, yang dipersoalkan adalah penandatanganan Permendikbud yang dinilai mengunci pengadaan ke Chrome OS. Tanda tangan Nadiem (sebagai menteri) memang ada, tapi penilaian bahwa itu bertujuan ’menyimpang’ hanya dari dugaan.
Sampai video selesai dan semua keputusan dibaca hakim, saya tidak mendengar ada bukti langsung.
Kedua, perbuatan Nadiem harus bertujuan memberi keuntungan. Untuk konteks tuduhannya: Google. Saksi dari Google mengatakan bahwa ’transaksi’ dengan Kemendikbud hanyalah transaksi biasa, tapi jaksa (dan hakim) melihat waktunya berdekatan.
Maksudnya, investasi Google ke ekosistem Gojek terjadi berdekatan dengan kebijakan Chromebook, lalu disimpulkan saling terkait.
Ini, kan, cuma korelasi, bukan kausalitas.
Korelasi itu artinya dua hal kebetulan terjadi bersamaan atau berdekatan waktu. Misal: setiap kali saya cuci mobil, besoknya hujan. Dua peristiwa ini disebut berkorelasi, muncul bareng, tapi jelas cuci mobil saya tidak menyebabkan hujan, kan?
Kausalitas itu beda, ada hubungan sebab-akibat yang benar-benar bisa dibuktikan. Kalau saya menekan saklar lalu lampu menyala, itu kausalitas. Saklarnya yang membuat lampu menyala, dan jalurnya bisa ditelusuri sampai ke kabel-kabelnya.
Koreksi jika saya keliru, dalam kasus Nadiem ini, yang ditunjukkan baru sebatas ’waktunya berdekatan’, belum sampai ’ini yang menyebabkan itu’.
Apakah ada aliran dana yang terbukti dan sudah ditelusuri?
Google disebut diuntungkan, padahal Chrome OS itu kan gratis. Ada yang download OS Android di hape Samsung tapi bayar? Gak ada, kan?
Clear, Google gak menerima sepeser pun uang dari APBN. Tapi yang diperkarakan adalah selisih harga laptop Chromebook. Itupun yang menghitung BPKP, bukan BPK.
Keuntungan Google dibuat masuk akal lewat teori penguasaan ekosistem. Tapi, kan, sebuah manfaat seperti ini gak bisa diukur dalam rupiah.
KEtiga, merugikan keuangan negara.
Seperti yang tadi disebutkan, kerugian itu harus nyata dan harus BPK yang menyatakannya. Jadi, bukan sekadar potensi. Dan seperti yang telah diputuskan MK, lembaga yang berhak menyatakan rugi-tidaknya keuangan negara hanya satu: BPK!
Tapi yang jadi pertimbangan jaksa dan hakim adalah hitung-hitungan BPKP (beda lembaga dengan BPK), yang menghitung selisih harga pengadaan dikalikan jumlah unit yang dibeli Nadiem.
Seingat saya, harga belanja Nadiem waktu itu justru lebih murah dari harga pasar. Saksi dari Zyrex juga dihadirkan. Jadi, kalau beli barang yang lebih murah dari harga pasar, kenapa disebut negara rugi?
Soal Nadiem benar bersalah atau tidak, bukan itu yang saya soal. Toh, dia menyatakan bakal banding. Tapi yang bikin saya mengikuti kasus ini, ya, gara-gara saya sedang fokus mengikuti kasus Gus Yaqut, mantan Menteri Agama yang tersandung kasus yang hampir sama.
Gus Yaqut dituduh ’merugikan negara’ gara-gara mengubah kuota haji tambahan dari 92:8 menjadi 50:50. Pak Mahfud, dan pakar hukum yang lain, mengatakan hal ini tidak melanggar aturan.
Tapi KPK bilang ada kerugian negara sebab perubahan kuota tersebut. Padahal, dana haji itu iuran calon jamaah, bukan APBN. Jadi, disebut rugi saja belum bisa. Lawong bukan uang negara.
Saya, kok, jadi deg-degan gini dengan kasus Gus Yaqut, ya?
90’s Headspace 🐝 ✨ retweeted
prabs pernah bilang kepercayaan dunia untuk investasi di Indonesia semakin meningkat
berbanding terbalik dgn cerita pengusaha Martyn Terpilowski
investor pada kabur dari Indo krn di lapangan banyak korupsi yg dilakukan oleh pemerintah sendiri
90’s Headspace 🐝 ✨ retweeted
dihire jadi freelance di sini dari 2025. udah disuruh install app dll, kagak pernah sekalipun kasih kerjaan. tapi lanjut post loker ampir tiap minggu. entah apa maksudnya
LOWONGAN KERJA REMOTE buat kamu yang hobi main game!
Digital Trans is urgently hiring: Game Tester (LQA) 🇺🇸🇮🇩 [English to Indonesia]
Kerjanya ngapain?
Kamu akan bantu mastiin kualitas bahasa di dalam game tetap rapi, natural, dan enak dipahami pemain.
Mulai dari translation, grammar, spelling, konteks, sampai istilah-istilah di game.
Kalau kamu suka gaming, teliti, dan punya sense bahasa yang bagus, posisi ini bisa cocok banget buat kamu.
Requirements:
- Fasih Bahasa Indonesia & paham English dengan baik
- Kuat di grammar, spelling, dan cultural context
- Punya pengalaman LQA, translation, atau editing
- Nilai plus kalau pernah kerja di industri game
- Detail-oriented & jeli nemuin linguistic errors
- Bisa kerja bareng tim dan komunikasi lintas departemen
- Familiar sama game mechanics & istilah dunia gaming
Benefit:
- Jam kerja fleksibel
- Income kompetitif
- 100% remote / WFH
Apply sekarang: digital-trans.asia/careers
90’s Headspace 🐝 ✨ retweeted
Kakak-kakak, inilah yang dinamakan DARVO, respons manipulatif yang sering digunakan oleh pelaku saat dihadapkan pada tuduhan.
Mula-mula ia menyangkal (deny) atas kesalahan yang dilakukan. Kemudian ia menyerang kredibilitas korban (attack). Ia bilang, "Kita kan berteman dan sempat dekat bla bla bla."
Tujuannya jelas, agar publik mempertanyakan dan mulai ragu.
Selanjutnya, ia berusaha membalik keadaan (reverse) seakan-akan ialah yang jadi korban.
----
Dalam hal ini sikap saya tetap dan jelas: saya berpihak pada korban.
This quoted post is unavailable.
Energi-energi semuda ini terbuang percuma cuma buat ngurusin kasus hukum...
kasian harusnya banyak berkarya malah ngurusin dagelan orang dewasa
90’s Headspace 🐝 ✨ retweeted
Jujur ngga berminat nonton film baru yang lagi rilis belakangan ini.
Justru lagi banyak nonton film lawas yang (mungkin sebenarnya terkenal) tapi selalu luput dari radar FYP.
90’s Headspace 🐝 ✨ retweeted
Hal yang paling keren dari Project Hail Mary adalah tema kindness dan pertemanannya.
Membayangkan harus berkorban sesuatu yg besar untuk sosok yg baru dikenal "kemarin", adalah sesuatu yg hampir jarang ditemui hari ini.
90’s Headspace 🐝 ✨ retweeted
Replying to @baseconvo
Aku sebagai perempuan boleh-boleh aja kalau pacarku begini. Artinya pacarku baik. Tapi pacarku juga harus paham kalau aku juga dikelilingi lelaki-lelaki baik juga. Kalau misal ada yang lebih baik dari pacarku ya aku pilih yang paling baik diantara yang baik. Bgitulah
90’s Headspace 🐝 ✨ retweeted
BARU KALI INI LIAT ORANG DI GIGIT ZOMBIE MALAH PELUKAN, GONGNYA RAPIHIN PONI ZOMBIE??? NYANGKA GA?? ENGGAAAA 😭😭😭😭
90’s Headspace 🐝 ✨ retweeted
This indie team is making a 2 player co-op game where you must carry a physics-based egg without dropping it.
- Play as geese
- Every crack makes the egg harder to control
- Catch the egg if it falls from the nest
It's called An Eggstremely Hard Game. Would you play this?
































