Pinned Tweet
Hari ini kami mengeluarkan 2 siaran pers dan 1 direct quote untuk media. Begitulah jika respon mendesak perlu segera keluar.
Untuk teman-temanku di sini yang profesinya jurnalis, silakan reply/kontak saya jika perlu explainer, analisis, dan respon khususnya spektrum isu transisi energi dan iklim.
Dijamin evidence-based dan berdasar analisis mendalam, bukan wangsit 🙏🏻
1️⃣ Kelistrikan (power system)
2️⃣ Kebijakan energi nasional dan subnasional (provinsi, kab/kota)
3️⃣ Dekarbonisasi industri
4️⃣ Transportasi berkelanjutan, termasuk EV
5️⃣ Diplomasi dan target iklim, seperti NDC, UNFCCC COP, ketahanan iklim
6️⃣ Transisi energi berkeadilan
Tentu saja subject matter expert-nya bukan saya, tiap isu di atas ada spokeperson yg siap menjawab pertanyaan absurd sekalipun 😂
Bonus: kami fast response kayak olshop, jadi bisa kejar target masuk redaksi jam 4 sore
Teori konspirasi netizen bilang krisis BBM dan promosi beralih ke EV cuma akal-akalan supaya mobil listrik laku.
Padahal ini masalah struktural ketahanan energi Indonesia:
1️⃣ Ketergantungan impor ➡️ pasokan terganggu ➡️ cadangan seret, menurun hingga < 20 hari.
2️⃣ APBN merana ➡️ harga minyak mahal, rupiah lemah = anggaran untuk subsidi & kompensasi ikut naik.
Risiko pasar global sebagian berpindah menjadi beban fiskal.
3️⃣ EV bukan obat ajaib ➡️ ganti EV = upaya menurunkan konsumsi BBM.
Tapi hanya ganti jenis kendaraan ya nggak akan menyelesaikan kemacetan, kebutuhan jalan, dan ketimpangan akses transportasi.
4️⃣ Transportasi publik = prioritas.
MRT, LRT, KRL, BRT, dan bus listrik yang terintegrasi dapat mengurangi konsumsi energi sekaligus ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Bukan soal ganti mesin aja, tetapi mengubah sistem mobilitas.
5️⃣ Bersihkan sumber (listriknya).
Elektrifikasi = memindahkan sebagian emisi dari knalpot ke pembangkit.
Dekarbonisasi kelistrikan harus berjalan bersamaan.
6️⃣ Subsidi EV = yes, supaya pasar juga terbuka. Harus adil siapa yang menikmati insentif dan bagaimana ini mengurangi ketergantungan impor jangka panjang.
7️⃣ Reformasi subsidi energi jangka panjang = supaya lebih terarah, adil, berkelanjutan. Nggak mengulang krisis ke krisis.
Rekomendasi @IESR:
iesr.or.id/ketergantungan-im…
Marlistya Citraningrum retweeted
Sudah dirundung asap, listrik pun ikut padam. Sejak Juni 2026, sistem interkoneksi Kalimantan mengalami defisit daya akibat kerusakan beruntun pembangkit (PLTGU Bangkanai, PLTU Asam-Asam, PLTGU Senipah, Graha Power Kaltim) dan perawatan yang bersamaan.
PLN menerapkan pemadaman bergilir demi mencegah blackout, dan empat provinsi terdampak sejak Juli, di Samarinda, pemadaman berlangsung sekitar empat bulan. Akar masalahnya diduga cadangan daya yang tipis, pasokan terkonsentrasi pada pembangkit besar, serta pemulihan yang lambat.
Dampaknya nyata... (1/2)
kaltengdaily.com/kabar-terki…
Karena perang dagang AS-Tiongkok, banyak perusahaan clean tech (panel surya, EV, baterai, dll) yang buka pabrik di Asia Tenggara. Ya plus plus industri lain sih, mereka mulai internasionalisasi.
Indonesia salah satu tujuannya, TAPI ‼️ faktor yg menentukan mereka pilih negara mana ya termasuk ini: biaya "tak terlihat".
Faktor yg mempengaruhi investasi masuk (mendorong industrialisasi, pertumbuhan ekonomi):
1️⃣ Energi bersih: jadi nggak hanya pasokan listrik atau sumber energi lain (yg andal, mana mau kalo sering blackout), sekarang energi terbarukan juga jadi faktor penentu.
Malaysia lebih dipilih buat lokasi data center salah satunya karena mereka punya pasokan energi bersih lebih banyak.
2️⃣ Infrastruktur dan rantai pasok: jalan, pelabuhan, kawasan industri, akses logistik lah pokoknya.
3️⃣ Tenaga kerja dan biaya produksi: SDM terampil, produktivitas, dan efisiensi operasional. Nggak semata angka UMK.
4️⃣ Insentif dan kepastian regulasi: fasilitas fiskal, kemudahan perizinan, akses pasar, dan konsistensi kebijakan.
Maleslah inves di negara yg kebijakannya tiap bulan ganti atau gak jelas.
5️⃣ Keamanan dan kepastian berusaha: nah pungutan informal masuk di sini. Kan ini susah dihitung yak, nggak kayak itung upah atau biaya operasional.
Padahal mereka buka pabrik tujuannya ya kalo bisa jangka panjang, bukan < 5 tahun. Belum balik modal shay
Marlistya Citraningrum retweeted
Vietnam's per capita GDP is expected to surpass that of Indonesia in 2026, as the country increasingly becomes an alternative to China for high-tech manufacturing, including semiconductors and electronics.
s.nikkei.com/4yLXvVl
Indonesia when
Pemerintah Thailand baru mengesahkan $1.5 miliar untuk insentif program rooftop solar “People’s Solar” dengan target 1O GW PLTS Atap di 1 -1,5 juta rumah dengan kapasitas 5-10 kW/instalasi.
Subsidi sebesar 50 ribu Baht/rumah dan ada pinjaman lunak yang diberikan bank pemerintah. Kelebihan listrik dapat dikirimkan ke grid dengan tarif pembelian 2.2 Bath/Rp1180/kWh dengan maksimum 5 kWh. Ini adalah program untuk mengatasi krisis energi dan mengurangi tekanan harga energi yang diimpor.
Program di Thailand ini dapat jadi contoh untuk @prabowo @bahlillahadalia @PerekonomianRI @BappenasRI dan Danantara Indonesia sebagai bagian dari program PLTS 100 GWp. Potensi PLTS Atap di bangunan rumah >2200 VA 15-20 GW.
Pemerintah bisa mendorong adopsinya dengan memberikan insentif pinjaman berbunga rendah & mengembalikan net-metering dengan nilai 75% tarif listrik. Syukur kalau bisa dapat subsidi 10%-20% dari capex. Ketentuan ini bisa dimasukkan dalam rancangan Perpres PLTS 100 GW @djebtke @KementerianESDM #PLTS100GW.
reuters.com/world/asia-pacif…
Beberapa tahun lalu krisis iklim itu gambar defaultnya yang paling kiri.
Sekarang jadi banyak foto lain. Makin dekat. Dan kita nggak tahu kapan itu sampai depan rumah kita, bukan lagi gambar atau video di handphone.
Pilu membacanya. Ilustrasinya pun 😭
Curahan hati seorang guru di Pontianak. Tentang anak-anak yang "nggak butuh belas kasihan setahun sekali."
kompas.id/artikel/anak-kalim…
Sebenernya udah ambil cuti lumayan tahun ini, tapi emang jatahnya bisa carry over.
Lebaran & Nataru libur panjang (~2 minggu) tanpa potong cuti tahunan 💅🏼
Oh ya, ada open vacancies mohon melamar yah, aku desperate perlu Policy & Advocacy Manager :)
iesr.or.id/join-us/
Biaya hidup untuk kebutuhan pokok manusia (modern):
1️⃣ Sandang (penutup badan) ➡️ upah, daya beli, dan perlindungan industri (tekstil)
2️⃣ Pangan (makanan) ➡️ ketahanan pangan, harga sembako, kesejahteraan petani, sampai kedaulatan pangan
3️⃣ Papan (rumah) ➡️ hak atas lahan, ruang sosial, hingga perumahan rakyat, dan tata ruang
4️⃣ Colokan (energi) ➡️ dari suplai bahan bakar, subsidi listrik/BBM/LPG, sampai ketahanan energi dan transisi energi
5️⃣ Paketan (akses informasi) ➡️ kebebasan informasi, akses pada informasi yg bermutu (buat pendidikan, kesehatan, dll), hingga infrastruktur digital, tarif internet, dan sensor
Semuanya ada apa? Yak peran✨ politik dan kebijakan publik ✨
Marlistya Citraningrum retweeted
Suka senewen liat akademisi yang mau "mengedukasi" masyarakat setempat soal hidup berdampingan dengan lahan gambut dan bertarung melawan kebakaran. Seakan, masyarakat setempat ga punya pengetahuan dan pengalaman bagaimana hidup di wilayah rawan kebakaran hutan (1/5).
Marlistya Citraningrum retweeted
Ini contoh perbedaan pandangan ttg bagaimana pengetahuan itu dibentuk. Model Cartesian, yg memisahkan antara akal & tubuh, memahami pengetahuan dibentuk berjarak & tdk ada hub-nya dgn pengalaman ketubuhan. Perspektif feminis menantang pemikiran ini krn pd akhirnya meminggirkan
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
Kalo aku jelasin transisi energi itu SANGAT penting, perlu dilakukan secara adil, dan bukan konspirasi; apa aku akan dibilang antek pemerintah?
Selamat ya Bali, jadi headline photos di @WSJ.
Angle beritanya agak beda, soal AI boom dan meroketnya harganya minyak.
*Batam tu mau jadi AI data center malah blackout
Karbon monoksida itu pencuri oksigen.
Dia mengikat hemoglobin (dan kenceng) alih-alih oksigen, jadi darah justru nggak menyalurkan oksigen ke organ, termasuk ke otak dan jantung.
Di ruang tertutup, CO ini bisa fatal (misalnya keracunan asap kendaraan di mobil).
Di ruang terbuka tetap berbahaya, dengan catatan:
1️⃣ Partikel halus (PM2.5) umumnya lebih bahaya (memicu ISPA dan gangguan kesehatan terkait) daripada keracunan CO akut di ruangan tertutup
2️⃣ Kadar CO di udara terbuka dari kabut asap jarang mencapai level yang menyebabkan keracunan berat seperti di dalam ruangan
3️⃣ TAPI ‼️ CO tetap berkontribusi pada polusi total dan bisa memperburuk kondisi pada orang khususnya dengan penyakit jantung
ONGOING: Satellite data reveals widespread carbon monoxide (CO) pollution from intense seasonal wildfires across Indonesia, spreading toward Malaysia and Singapore.(16, 10, 2026)
Readers added context they thought people might want to know
Fires causing this CO pollution are mostly ignited deliberately by slash-and-burn land clearing for palm oil plantations and agriculture, not as natural seasonal wildfires, though worsened by El Niño drought.
bbc.com/news/live/crz6…
thediplomat.com/2026/10/as-ind…
en.wikipedia.org/wiki/2026_Indo…





























