ََ retweeted
Saying "kaum lu gapernah speak up soal isu ini" and "Queer tidur, besok bikin konflik horizontal lagi" under the same tweet lol y'all are proud and loud to be oppressor, as always.
ََ retweeted
it's exactly bcs of religion and culture are you tripping
ََ retweeted
Heran banget sama anjing anjing ini, queer called out homophobes dikatain konflik horizontal, terus homophobic ke queer itu mau lu sebut apa njing? Jangankan nganggep opresi, dianggap konflik horizontal aja kagak.
ََ retweeted
Terima kasih semuanya! Kurang dari dua hari, unduhan tembus total 4.000+ lebih. Bukti betapa dinantinya karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Saya tahu betul apa yang saya lakukan tidak sepenunya dapat dibenarkan. tapi proyek ini akan terus lanjut, semoga kalian bisa ikut menikmati.
ََ retweeted
Orang hindu india menganggap sapi sebagai hewan suci, diasosiakan dengan divinity. Jadi, perbandingan persepsi muslim kepada babi, dengan hindu kepada sapi itu gak fair. Muslim gak punya masalah babi dibunuh.
Besides the point, tindakan ngebakar itu menurut lu salah gak?
ََ retweeted
advokat fasis ini lagi, hadeh... padahal musuh bersamanya tuh ya si polisinya sebagai yg punya kuasa
malah buat konflik horizontal...
ََ retweeted
Aku nulis novel di tengah konflik Aceh, pernah dipukuli polisi dan diancam tentara. Pernah diculik pemberontak dan mau ditembak di hutan.
Saat nulis aku merasa sangat kesepian. Tanpa teman dan terasing sendirian. Tapi ternyata kesepian pun bisa jadi dunia yg sangat meriah.
ََ retweeted
lucu wak..dr jaman reformasi sampai kemaren wowo, kaum minoritas ini memilih hampir 90 persen suara ke pasangan yang menang presiden, mereka ikut andil memenangkan pasangan wowo gibran ini, sekarang cuci tangan semua
ََ retweeted
Ini pesantren layak ditutup, ngajarin radikalisme ke anak-anak, olus salah satu pengelolanya jadi tukang todong warung.
Pembakaran Warung Mi Babi Dan Santriwati.
Utas Penting.
Pertama, kami dan kita semua berempati thd para santriwati Ponpes Hamalatul Quran, Sukoharjo, semoga trauma mereka saat dilakukan penggeledahan segera mendapatkan penangan yg optimal.
Kasus penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran kemaren hari oleh Polisi adalah tidak berdiri sendiri, Ndak tiba2 nyelonong melakukam intimidasi itu ya Ndak mungkin, namun aparat melakukan tindak lanjut penangkapan pelaku pembakaran warung Mi Babi, awalnya Polisi menangkap Pelaku pembakaran warung Mi Babi bernisial AS/S, Eks Napiter, mantan Napi teroris, aslinya ada 4 orang, dua Tersanka, yg S uda ditangkap, dan Polisi memburu I, tugas S membakar, sementara peran I adalah menodong pemilik warung dg Sajam, Nah I ini adalah pengelola atau pengurus ponpes Hamalatul Quran tersebut, yg saat penggeledahan kabur dan saat ini menjadi DPO Polisi.
Kita tentu marah jika kemudian aparat polisi melakulam tindakan yg tidak prosedural saat penangkapan I di Ponpes tersebut hingga para Santriwati mengalami trauma, namun kita juga harus sama-sama marah jika ada warung yg secara administrasi perizinan negara sah, lalu dibakar dan penjaganya ditodong senjata tajam, hal tersebut adalah tindakan kriminal yg kita tidak bisa membenarkannya dari kacamata apapun, baik hukum maupun agama.
Kita juga tentu sangat marah dan menyayangkan, DPO berinisial I, yg nota bene adalah pengelola Ponpes Hamalatul Quran menjadi bagian dari aksi tindak kriminal nan radikal tersebut, bukankah seharusnya pengelola ponpes, terlebih santrinya masih banyak yg anak-anak, mempunyai semangat seperti semangat luhur yg Islam seharusnya bersikap, menjunjung tinggi nilai2 Islam yg damai, toleran dan moderat, bukan malah secara tidak langsung mengajarkan semangat Intoleransi, eklusif dan bahkan radikal, saya belum menemukan kata yg lebih halus selain Radikal untuk pelaku pembakaran dan penodongan warung yang sah secara administrasi negara.
Dan yang menyesakkan, dari penggeledahan yang dlakukan di dua Ponpes, Putra dan Putri yg berlainan lokasi tersebut, banyak ditemukan buku2 tentang Jihad, seperti Tarbiyah Jihadiyah, Wasiat Syuhada', selain Pedang, samurai, celurit, parang, sangkur, pisau, serta busur panah beserta puluhan anak panah dan juga bahan Kimia & Alat Rakitan: Cairan asam kuat (strong acid), botol spiritus/spektrum, kapas, solder, gergaji, tang, kunci inggris, cangkul kecil, dan belasan cable ties dan kotak peluru kosong berlambang kalimat tauhid.
Tentu sekali lagi kita marah jika ada tindakan tidak prosedural yg terjadi selama proses penggeledahan, Polri juga sudah menjamin bahwa akan akan di proses Divpropam Mabes Polri, kita sepakat dalam hal tersebut, namun sekali lagi, tak akan ada api jika tak ada asap, kita juga harus marah dan kecewa kepada I yg menjadi DPO yg merupakan pengelola ponpes tersebut, yg kemudian menjadi DPO bersama pelaku S yg Eks Napiter, yg justru memberi contoh yang tidak sepatutnya bagi santri yang ingin belajar agama, dan sekali lagi, kita akan sepakat bahwa Pesantren seharusnya menjadi Kawah Candra Dimuka bagi pemaknaan keberagamaan yang moderat, asih, dan toleran serta mencintai kebhinekaan bangsa ini, bukan justru sebaliknya.
Polri sudah Sambang ke pemuka agama sekitar Ponpes tersebut, memberikan penjelasan dan jaminan proses di Divpropam apabila ditemukan tindakan tidak prosedural Polisi saat itu, kita juga berharap bahwa Polri mengusut tuntas tindak pidana kriminal ini, dan waspada terhadap klp2 para penumpang gelap yang menyulut bara kejadian ini dg sentimen Agama, menjadi bahan bakar untuk kemudian dipakai atas kepentingan2 mereka sendiri. Jangan mudah terpovikasi kawan2...
Yang punya modal siapa, yang mikirin untung siapa. Duta lompat pagar ya slim.


































