forget me not ๐ retweeted
aku sih ga nrimo ing pandum naik kereta lokal seat 2-3 bersubsidi dengan waktu tempuh 3 jam dan harus war h-7 itu ya, mungkin sebagian besar warga jatim iya aku sih engga, dan case yang aku qrt juga mempermasalahkan tarif bis harga 40k, dan yang bersangkutan juga mempermasalahkan soal kereta lokal yang jelek itu ya dan berharap bisa ada krl
Replying to @lTSumatera_yai
Maksud gwej, ketika bisa nrimo ing pandum dengan sepur lokal seat 2-3 BERSUBSIDI tarif belasan ribu kok bis ekonomi seat 2-3 KOMERSIL dengan tarif gak sampai 2x lipat kereta subsidi masih dituntut spek dewa...
forget me not ๐ retweeted
Menarik melihat Discord mulai meninggalkan Electron dan membangun ulang aplikasi desktop-nya menggunakan Rust + GPUI. ๐ฎ
Sementara itu, Microsoft justru semakin banyak mengandalkan teknologi web untuk aplikasi dan komponen Windows 11.
Contohnya seperti Microsoft Teams, Outlook baru, Widgets, Clipchamp, hingga beberapa bagian antarmuka Windows yang memanfaatkan WebView2.
Padahal, Windows punya ekosistem pengembangan aplikasi native yang sudah matang, mulai dari Win32, .NET, hingga WinUI.
Saya bukan anti teknologi web, tetapi menurut saya tidak semua aplikasi desktop harus dibangun menggunakan WebView. Apalagi kalau penggunaan RAM dan responsivitas menjadi pertimbangan utama.
Agak ironis, ketika Discord mulai mencari alternatif yang lebih ringan, Microsoft justru masih nyaman dengan pendekatan berbasis web. ๐
CMIIW
Every Windows 11 app should kill Electron, and Discord just showed why: no โStartingโ screen and 70% less RAM, even with two accounts signed in.
Discord's new Rust client is so fast that it had the friends list loaded before the current Electron app could even get past its loading screen!
Discord's CTO Stanislav Vishnevskiy shared a 15-second comparison video, and we went through it frame by frame.
Surprisingly, the old Electron app was launched first, but the new Rust client opened almost instantly and loaded the friends list while the old app was still struggling
And before anyone says the new app was already running in the background, Discord confirmed that both were cold starts.
The performance improvements go beyond launch times. Discord's new client, codenamed Phoenix, uses just 290.2MB of RAM with TWO accounts signed in simultaneously, according to Vishnevskiy.
For comparison, the current Electron app regularly uses 1โ2GB on my PCs, and Discord previously admitted that memory usage could exceed 4GB!
Discord is rebuilding the client in Rust with GPUI, which means it no longer needs to bundle Chromium just to display its interface. The new app also skips the annoying "Starting" screen, with updates happening in the background.
Of course, these are early results, and I'll be testing the new app myself when it becomes available.
But I think Discord has just given Microsoft and Meta something to think about. WhatsApp and Teams are still WebView2 apps, and both have serious RAM problems.
If Discord can rebuild its desktop client without Electron while keeping the same interface and cross-platform support, I would love to know what's stopping companies like Meta from doing something similar!
forget me not ๐ retweeted
koyok e secara dasar gaiso bedakne mana kritik pejabat, mana jelek jelekin kotane, mana sambat dll
kabeh dipukul roto ((lek ada orang bersuara soal kotaku berarti memusuhiku)) terlepas yang dikatakan orang tersebut juga buat kebaikan semua.
logika ne aneh asli
forget me not ๐ retweeted
Buat yang belum tahu, dulu Anies pernah membatalkan reklamasi Teluk Jakarta. Saat itu, ada seorang pria berkumis yang marah-marah dan bilang, "Mau siapa pun dia, ngomong ke sini yang benar. Saya nggak peduli dia siapa, jangan asal ngomong."
Setelah itu, mereka melakukan debat tertutup. Begitu kalah debat, pria berkumis tersebut langsung berbicara dengan nada lembut, "Saya kan sama Pak Anies teman, nggak boleh berantem, nggak boleh dendam. Pak Anies kan orang baik."
Kira-kira siapa pria berkumis itu? Petunjuknya, dia punya kekuasaan yang cukup besar.
forget me not ๐ retweeted
Surabaya? Ga kaget sih hehe
Monggo warga yg mau dateng ke tempatnya. Warga bantu warga ๐ค
#intinyadeh toko matcha nulis di Threads klo Prabowo lengser bakal siapin 50 cup signature matcha free buat warga Surabaya.
Google Maps jualannya langsung dibomb rating bintang 1 diduga ada pergerakan buzzer.
forget me not ๐ retweeted
Dulu ajudannya memberi arahan begini, sebelum bertemu : " Jangan kasih konsep-konsep yang tebal, Pak, Bapak tidak suka itu. Tidak akan dibaca".
Lalu kami tanya soal tol laut. Dia minta selembar kertas lalu dicoret-coret, yang tidak jelas dan tidak paham konsepnya seperti apa.
Kami dengan beberapa profesor dari ITB - pulang ke Bandung hanya nyengir. Proposal program yang sudah kami seminarkan tidak jadi kami berikan.
forget me not ๐ retweeted
Gue kira ini adegan pesawat hantu muncul dari dimensi lain. Ternyata Boeing 737 yang perlahan keluar dari kabut tebal. ๐ญโ๏ธ
Awalnya cuma kelihatan petugas darat dengan dua tongkat lampu merah. Beberapa detik kemudian, moncong pesawat muncul dari balik kabut, makin dekat, sampai badannya terlihat jelas.
Sinematik banget, kayak adegan pembuka film thriller Hollywood.
Tapi ada hal serius di balik pemandangan ini. Kabut tebal bisa mengurangi jarak pandang secara drastis. Di bandara, pergerakan pesawat dalam kondisi begini harus mengikuti prosedur khusus, bukan sekadar mengandalkan petugas yang melambaikan lampu.
Gue salut sama visualnya, tapi lebih salut sama orang-orang yang bekerja menjaga keselamatan penerbangan.
Menurut lo ini rekaman asli atau visual AI yang kelewat realistis?
forget me not ๐ retweeted
Biasanya rumah subsidi itu kalau gak rusun padat yang gak keurus, ya rumah mungil yang dibuang puluhan km dari kota.
Tapi kota ini justru bikin hunian sosial di pusatnya.
Tiap apartemen wajib sediain unit subsidi biar bisa dihuni semua kalangan.
Bentuk fasadnya rapi kayak balok lego. Masing-masing punya tamannya sendiri.
Lantai dasarnya dibuat tembus, jadi courtyard-nya bisa dinikmati warga umum.
Gak heran ia dijuluki sebagai kota paling livable di dunia.
A thread ๐งต by Narasi Visual๏ฟผ
forget me not ๐ retweeted
Padahal bisa, "mas Floor Director, bisa dibantu...." (Misal ga hapal namanya). Kan dia tau tuh masnya sebagai FD. Mannernya sebagai Jurnalis dimana mba? This shows how u respect people.







































