but talk to who? | Kalo mau upload pic dr gw jangan crop watermark nya dong 🫵🏻

Joined October 2020
sometimes, all u need is someone who chooses you even in the mess :)
204
306
27
769
144,682
It never occurred to me how to properly paint a ceiling so it ends up looking neat rather than a mess—I’ll definitely give this a try! 😭✋🏻
Tau ngga, perasaan “dunianya adalah dia” itu bukan cuma kata-kata manis atau drama. Di psikologi, pasangan sering jadi attachment figure — orang yang sistem saraf anggap sebagai sumber rasa aman utama. Begitu ada jarak, bahkan sebentar, sistem attachment langsung aktif. Otak nggak membedakan “dia cuma sibuk” sama “dia menjauh”. Yang muncul adalah sinyal ancaman kehilangan koneksi. Makanya kangen bisa terasa cepat dan intens. Bukan cuma pikiran, tapi juga fisik. Saat kedekatan emosional berkurang, kadar oksitosin dan dopamin turun. Efeknya mirip withdrawal ringan: dada sesak, pikiran terus muter ke dia, dan toleransi terhadap ketidakresponsifan jadi rendah. Dicuekin dikit, langsung ngambek. Kangen dikit, langsung sensitif atau ngamuk kecil. Itu yang di psikologi disebut protest behavior — cara sistem attachment minta kedekatan balik. Ngambek, diam, atau marah kecil adalah bentuk protes supaya dia sadar “aku butuh kamu di sini”. Perempuan cenderung lebih sering ngalamin ini karena beberapa alasan: 1. Sensitivitas emosi yang lebih tinggi. Otak perempuan (secara rata-rata) punya koneksi lebih kuat di area yang memproses emosi dan isyarat sosial. Perubahan kecil di respons pasangan lebih cepat terdeteksi dan lebih terasa. Bukan karena overthinking sengaja, tapi karena sistemnya memang lebih attuned ke koneksi. 2. Anxious attachment lebih umum pada perempuan. Pola sosialisasi sejak kecil sering mendorong perempuan untuk lebih fokus ke hubungan dan lebih peka terhadap penerimaan. Kalau attachment figure kurang responsif, sistemnya lebih gampang hiperaktif. Rasa “apa aku masih penting?” muncul lebih cepat. 3. Investasi emosional yang tinggi. Saat seseorang jadi pusat dunia emosional, setiap jarak kecil terasa lebih besar. Ini umum di fase jatuh cinta atau hubungan yang intens, karena otak sedang dalam mode bonding tinggi. Tapi kalau terus berlanjut bahkan setelah hubungan stabil, biasanya ada unsur anxious attachment atau kebutuhan reassurance yang belum terpenuhi. Yang perlu diingat: ini wajar dalam arti banyak terjadi dan punya dasar biologis-psikologis, tapi bukan berarti harus dibiarkan terus. Ngambek terus-terusan sebagai satu-satunya cara komunikasi sering bikin pasangan bingung atau defensif, karena dia nggak selalu bisa baca sinyalnya. Hubungan yang lebih sehat biasanya muncul kalau cewe bisa bilang langsung “aku kangen, bisa chat sebentar?” dan cowo responsif tanpa harus ditebak terus. Rasa aman tumbuh dari usaha yang keliatan, bukan dari kemampuan menebak isi kepala. Jadi, dunianya adalah dia itu manusiawi. Tapi yang bikin hubungan tenang bukan cewe yang nggak pernah kangen, melainkan dua orang yang sama-sama mau usaha biar kebutuhan koneksi itu terpenuhi tanpa harus lewat drama kecil terus-terusan.
278
143
266
2,281
padahal solusinya jangan kebanyakn
90
Did you know that this method can split a bottle in two, very neatly?
Tau ngga, perasaan “dunianya adalah dia” itu bukan cuma kata-kata manis atau drama. Di psikologi, pasangan sering jadi attachment figure — orang yang sistem saraf anggap sebagai sumber rasa aman utama. Begitu ada jarak, bahkan sebentar, sistem attachment langsung aktif. Otak nggak membedakan “dia cuma sibuk” sama “dia menjauh”. Yang muncul adalah sinyal ancaman kehilangan koneksi. Makanya kangen bisa terasa cepat dan intens. Bukan cuma pikiran, tapi juga fisik. Saat kedekatan emosional berkurang, kadar oksitosin dan dopamin turun. Efeknya mirip withdrawal ringan: dada sesak, pikiran terus muter ke dia, dan toleransi terhadap ketidakresponsifan jadi rendah. Dicuekin dikit, langsung ngambek. Kangen dikit, langsung sensitif atau ngamuk kecil. Itu yang di psikologi disebut protest behavior — cara sistem attachment minta kedekatan balik. Ngambek, diam, atau marah kecil adalah bentuk protes supaya dia sadar “aku butuh kamu di sini”. Perempuan cenderung lebih sering ngalamin ini karena beberapa alasan: 1. Sensitivitas emosi yang lebih tinggi. Otak perempuan (secara rata-rata) punya koneksi lebih kuat di area yang memproses emosi dan isyarat sosial. Perubahan kecil di respons pasangan lebih cepat terdeteksi dan lebih terasa. Bukan karena overthinking sengaja, tapi karena sistemnya memang lebih attuned ke koneksi. 2. Anxious attachment lebih umum pada perempuan. Pola sosialisasi sejak kecil sering mendorong perempuan untuk lebih fokus ke hubungan dan lebih peka terhadap penerimaan. Kalau attachment figure kurang responsif, sistemnya lebih gampang hiperaktif. Rasa “apa aku masih penting?” muncul lebih cepat. 3. Investasi emosional yang tinggi. Saat seseorang jadi pusat dunia emosional, setiap jarak kecil terasa lebih besar. Ini umum di fase jatuh cinta atau hubungan yang intens, karena otak sedang dalam mode bonding tinggi. Tapi kalau terus berlanjut bahkan setelah hubungan stabil, biasanya ada unsur anxious attachment atau kebutuhan reassurance yang belum terpenuhi. Yang perlu diingat: ini wajar dalam arti banyak terjadi dan punya dasar biologis-psikologis, tapi bukan berarti harus dibiarkan terus. Ngambek terus-terusan sebagai satu-satunya cara komunikasi sering bikin pasangan bingung atau defensif, karena dia nggak selalu bisa baca sinyalnya. Hubungan yang lebih sehat biasanya muncul kalau cewe bisa bilang langsung “aku kangen, bisa chat sebentar?” dan cowo responsif tanpa harus ditebak terus. Rasa aman tumbuh dari usaha yang keliatan, bukan dari kemampuan menebak isi kepala. Jadi, dunianya adalah dia itu manusiawi. Tapi yang bikin hubungan tenang bukan cewe yang nggak pernah kangen, melainkan dua orang yang sama-sama mau usaha biar kebutuhan koneksi itu terpenuhi tanpa harus lewat drama kecil terus-terusan.
288
143
301
8,553
Tau ngga, perasaan “dunianya adalah dia” itu bukan cuma kata-kata manis atau drama. Di psikologi, pasangan sering jadi attachment figure — orang yang sistem saraf anggap sebagai sumber rasa aman utama. Begitu ada jarak, bahkan sebentar, sistem attachment langsung aktif. Otak nggak membedakan “dia cuma sibuk” sama “dia menjauh”. Yang muncul adalah sinyal ancaman kehilangan koneksi. Makanya kangen bisa terasa cepat dan intens. Bukan cuma pikiran, tapi juga fisik. Saat kedekatan emosional berkurang, kadar oksitosin dan dopamin turun. Efeknya mirip withdrawal ringan: dada sesak, pikiran terus muter ke dia, dan toleransi terhadap ketidakresponsifan jadi rendah. Dicuekin dikit, langsung ngambek. Kangen dikit, langsung sensitif atau ngamuk kecil. Itu yang di psikologi disebut protest behavior — cara sistem attachment minta kedekatan balik. Ngambek, diam, atau marah kecil adalah bentuk protes supaya dia sadar “aku butuh kamu di sini”. Perempuan cenderung lebih sering ngalamin ini karena beberapa alasan: 1. Sensitivitas emosi yang lebih tinggi. Otak perempuan (secara rata-rata) punya koneksi lebih kuat di area yang memproses emosi dan isyarat sosial. Perubahan kecil di respons pasangan lebih cepat terdeteksi dan lebih terasa. Bukan karena overthinking sengaja, tapi karena sistemnya memang lebih attuned ke koneksi. 2. Anxious attachment lebih umum pada perempuan. Pola sosialisasi sejak kecil sering mendorong perempuan untuk lebih fokus ke hubungan dan lebih peka terhadap penerimaan. Kalau attachment figure kurang responsif, sistemnya lebih gampang hiperaktif. Rasa “apa aku masih penting?” muncul lebih cepat. 3. Investasi emosional yang tinggi. Saat seseorang jadi pusat dunia emosional, setiap jarak kecil terasa lebih besar. Ini umum di fase jatuh cinta atau hubungan yang intens, karena otak sedang dalam mode bonding tinggi. Tapi kalau terus berlanjut bahkan setelah hubungan stabil, biasanya ada unsur anxious attachment atau kebutuhan reassurance yang belum terpenuhi. Yang perlu diingat: ini wajar dalam arti banyak terjadi dan punya dasar biologis-psikologis, tapi bukan berarti harus dibiarkan terus. Ngambek terus-terusan sebagai satu-satunya cara komunikasi sering bikin pasangan bingung atau defensif, karena dia nggak selalu bisa baca sinyalnya. Hubungan yang lebih sehat biasanya muncul kalau cewe bisa bilang langsung “aku kangen, bisa chat sebentar?” dan cowo responsif tanpa harus ditebak terus. Rasa aman tumbuh dari usaha yang keliatan, bukan dari kemampuan menebak isi kepala. Jadi, dunianya adalah dia itu manusiawi. Tapi yang bikin hubungan tenang bukan cewe yang nggak pernah kangen, melainkan dua orang yang sama-sama mau usaha biar kebutuhan koneksi itu terpenuhi tanpa harus lewat drama kecil terus-terusan.
314
185
307
2,509
Tau ngga, perasaan “dunianya adalah dia” itu bukan cuma kata-kata manis atau drama. Di psikologi, pasangan sering jadi attachment figure — orang yang sistem saraf anggap sebagai sumber rasa aman utama. Begitu ada jarak, bahkan sebentar, sistem attachment langsung aktif. Otak nggak membedakan “dia cuma sibuk” sama “dia menjauh”. Yang muncul adalah sinyal ancaman kehilangan koneksi. Makanya kangen bisa terasa cepat dan intens. Bukan cuma pikiran, tapi juga fisik. Saat kedekatan emosional berkurang, kadar oksitosin dan dopamin turun. Efeknya mirip withdrawal ringan: dada sesak, pikiran terus muter ke dia, dan toleransi terhadap ketidakresponsifan jadi rendah. Dicuekin dikit, langsung ngambek. Kangen dikit, langsung sensitif atau ngamuk kecil. Itu yang di psikologi disebut protest behavior — cara sistem attachment minta kedekatan balik. Ngambek, diam, atau marah kecil adalah bentuk protes supaya dia sadar “aku butuh kamu di sini”. Perempuan cenderung lebih sering ngalamin ini karena beberapa alasan: 1. Sensitivitas emosi yang lebih tinggi. Otak perempuan (secara rata-rata) punya koneksi lebih kuat di area yang memproses emosi dan isyarat sosial. Perubahan kecil di respons pasangan lebih cepat terdeteksi dan lebih terasa. Bukan karena overthinking sengaja, tapi karena sistemnya memang lebih attuned ke koneksi. 2. Anxious attachment lebih umum pada perempuan. Pola sosialisasi sejak kecil sering mendorong perempuan untuk lebih fokus ke hubungan dan lebih peka terhadap penerimaan. Kalau attachment figure kurang responsif, sistemnya lebih gampang hiperaktif. Rasa “apa aku masih penting?” muncul lebih cepat. 3. Investasi emosional yang tinggi. Saat seseorang jadi pusat dunia emosional, setiap jarak kecil terasa lebih besar. Ini umum di fase jatuh cinta atau hubungan yang intens, karena otak sedang dalam mode bonding tinggi. Tapi kalau terus berlanjut bahkan setelah hubungan stabil, biasanya ada unsur anxious attachment atau kebutuhan reassurance yang belum terpenuhi. Yang perlu diingat: ini wajar dalam arti banyak terjadi dan punya dasar biologis-psikologis, tapi bukan berarti harus dibiarkan terus. Ngambek terus-terusan sebagai satu-satunya cara komunikasi sering bikin pasangan bingung atau defensif, karena dia nggak selalu bisa baca sinyalnya. Hubungan yang lebih sehat biasanya muncul kalau cewe bisa bilang langsung “aku kangen, bisa chat sebentar?” dan cowo responsif tanpa harus ditebak terus. Rasa aman tumbuh dari usaha yang keliatan, bukan dari kemampuan menebak isi kepala. Jadi, dunianya adalah dia itu manusiawi. Tapi yang bikin hubungan tenang bukan cewe yang nggak pernah kangen, melainkan dua orang yang sama-sama mau usaha biar kebutuhan koneksi itu terpenuhi tanpa harus lewat drama kecil terus-terusan.
147
57
1
153
13,577
Textfor retweeted
Jack isn't your baby 😂
pulang kerja mampir ke warung yang jual manisan beuhh, langsung aja beli kedondong sama mangga. pas mesannya udah ngiler duluan karna kebayang rasanya hahaha. pas sampe rumah langsung eksekusi, kedondongnya dimakan kriuk enak, ditambah mangganya rada asem juga. sayangnya ga dimasukin ke kulkas dulu, pasti enak makannya sambil dingin dingin, cuma keburu ga sabar buat makannya. makanya lngsung dimakan nih🤤
446
405
619
11,595
Textfor retweeted
Tips to make your stitching look beautiful again 😃😻
kenapa ya ramen tuh enak bangettttt 😻😻
466
421
519
17,945
Textfor retweeted
OMG!!! This carpet looks neat again!😍😍
kenapa ya ramen tuh enak bangettttt 😻😻
466
422
552
80,717
Textfor retweeted
Wow... So, these strawberries can be shaped like that? 🤨😱
kenapa ya ramen tuh enak bangettttt 😻😻
467
435
553
111,201
She looks amazing in a stunning yellow dress
297
224
345
1,654
Textfor retweeted
Follow these tricks to make your nail art look stunning! 😍🥰
kenapa ya ramen tuh enak bangettttt 😻😻
471
439
644
257,609
Textfor retweeted
Mini Construction here
Dapur yang nyaman seharusnya begini 😍
338
220
327
1,251
Textfor retweeted
Let me know if there’s a better trick for filling gaps or holes in concrete.
The Benefits and Pleasures of Mangosteen The mangosteen is a tropical fruit characterized by its sweet yet slightly tangy flavor, as well as its soft, refreshing flesh. Beyond its delightful taste, the mangosteen is packed with vitamins, fiber, and antioxidants that contribute to overall physical health. Its benefits include supporting the immune system, promoting healthy digestion, and protecting the body’s cells from damage caused by free radicals. Consequently, the mangosteen serves as an excellent, healthy, and delicious choice to include as part of a balanced, nutritious diet.
504
407
13
685
2,027,799
Textfor retweeted
Look easy but satisfying 🌟
Dapur yang nyaman seharusnya begini 😍
339
221
328
5,865
emang ada, ya?
442
356
430
2,834
Textfor retweeted
A genius trick to cooking chicken that everyone should know
444
362
455
20,182
Textfor retweeted
I didn't expect things to turn out like this.😱
I really love eating egg rolls! Where I live, they only cost Rp1,000 per stick, so I bought Rp10,000 worth. Since I’m a regular customer, the seller gave me one extra stick for free! Thank you, Mr. Egg Roll Seller! 🥹❤️
443
346
427
15,737
Textfor retweeted
Feeling cheesy? 🧀🍕CRUNCH, BABY, CRUNCH🔥
Masih di kasih kesempatan buat terus belajar menjadi baik, memperbaiki diri, and grow into the best version possible. Apapun akhir dari perjuangan ini semua karena garis rencanamu, tetap genggam tanganku, hingga dunia dan seisinya melihat bahwa proses panjang ini bukan tentang cepat dan berhasil. Tapi tentang tepat dan layak. Biar waktu yang bicara, tapi biarkan hati tetap percaya.
457
399
471
3,018
Textfor retweeted
Enjoy your meal ☺️
Growing strawberries in your home garden can combine vertical landscape aesthetics with an optimal harvest through several key approaches: - Vertical and Hanging Planting Systems: Utilize hanging pots, perforated PVC pipe towers (verticulture), or wall-mounted planters. The red fruit dangling amidst green foliage adds a natural decorative element without consuming valuable garden space. - Porous and Loose Growing Medium: Use a mixture of fertile soil, well-matured compost, and charred rice husks (in a 1:1:1 ratio) that ensures good drainage. Strawberries thrive in soil with a neutral to slightly acidic pH (5.5–6.5). - Light Exposure: Place the plants in an area that receives at least 6 hours of sunlight daily. If you live in a hot, low-lying region, provide shade using a mesh net or position the plants under the canopy of a leafy tree during the hottest part of the day. - Regular Watering and Fertilization: Keep the growing medium moist but not waterlogged; water directly at the base of the plant, avoiding the fruit itself to prevent rot. Apply liquid organic fertilizer or a balanced NPK fertilizer periodically to encourage flowering and fruit development. - Runner Management: Trim off vegetative runners while the plant is flowering so that its energy remains focused on fruit development—or, alternatively, direct the runners into separate, smaller pots to propagate new plants.
495
393
1
506
79,336
mau ga percaya tp nyata
9
279
295
1,449