Achmad Hisyam (@hisjam) header
Achmad Hisyam (@hisjam) profile picture

Criminologist × Data Scientist | 25+ Years Experiences

Jakarta, Indonesia
Joined August 2009
Photo by Achmad Hisyam (@hisjam)Photo by Achmad Hisyam (@hisjam)Photo by Achmad Hisyam (@hisjam)Photo by Achmad Hisyam (@hisjam)Photo by Achmad Hisyam (@hisjam)Photo by Achmad Hisyam (@hisjam)Photo by Achmad Hisyam (@hisjam)Photo by Achmad Hisyam (@hisjam)Photo by Achmad Hisyam (@hisjam)Photo by Achmad Hisyam (@hisjam)
Halo @DivHumas_Polri kenapa tindakan kalian seperti PKI.? tempo.co/hukum/polisi-mengge…
281
3,215
86
7,094
126,099
Achmad Hisyam retweeted
Publik itu pernah "ditipu" Polisi ketika seorang Kapolrestabes beserta jajarannya memberikan keterangan pers, menampilkan berbagai sajam hingga celurit yang panjang berwarna merah. Kapolrestabes itu bilang bahwa salah satu anggotanya, Robig, hendak melerai tawuran antara Geng Seroja dan Geng Tanggul Pojok. Robig diklaim diserang sehingga melepaskan tembakan dua kali untuk membela diri. Jajaran Polisi, bersama Kapolrestabes itu, juga menampilkan rekaman kelompok remaja membawa celurit serta mengamankan senjata tajam sebagai barang bukti. Saya akhirnya menonton video yang diunggah @TirtoID, sebuah rekaman CCTV yang ditemukan keluarga di depan Alfamart Jalan Penataran, Ngaliyan, Semarang. Robig berhenti di jalan, mengadang tiga motor yang melintas, lalu menembak. Tidak terlihat tawuran atau pengacungan senjata tajam ke arahnya pada detik-detik penembakan. Bahkan Robig terlihat sempoyongan dan sempat jatuh. Pengaruh alkohol? Polisi lagi-lagi membantah bahwa anggotanya ini dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan. Memang, sejauh berita yang saya baca, tidak ada tes urin waktu itu. Akan tetapi, ketika Robig mau dipindahkan ke Nusakambangan, ternyata dia positif memakai narkoba. Nah, siswa SMK yang ditembak Robig itulah yang dituduh Kapolrestabes itu sebagai anggota geng yang sedang tawuran. Namanya Gamma, dan pernah ada keramaian untuk menuntut keadilan untuk Gamma dengan tagline: Gamma Dibunuh Polisi. Bayangkan jika tidak ada CCTV waktu itu? Bayangkan pula jika @TirtoID (maaf, saya hanya tahu dari @TirtoID, ya) tidak menyebarkannya? Bayangkan jika yang bersuara hanya polisi saja? Tentu Gamma "dibunuh" dua kali. Pertama, dibunuh oleh Robig yang sempoyongan itu. Kedua, "dibunuh" narasi Polisi. Peristiwanya masih terbilang baru, persis dua tahun lalu, di bulan yang sama, yaitu November 2024. Kalian tahu nasib Kapolrestabes itu? Setahun kemudian, pada akhir 2025, ia naik pangkat menjadi Brigjen dan dipindahkan ke posisi Widyaiswara di Sespim. Jadi, dari Kapolrestabes Semarang yang "menangani" penipuan kasus itu, kariernya justru naik ke jenjang perwira tinggi di lingkungan pendidikan Polri. Maka ,wajar pasca pesantren di Sukoharjo digrebek Polisi (tengah malam dengan laras panjang!), banyak orang akhirnya tidak percaya. Kendati Kapoldanya memberikan keterangan pers bersama wakil gubernur yang tidak lain adalah putra kiai. Saya juga tidak percaya. Lawong dalihnya cuma "tidak terdaftar di Kemenag". Sementara dalih pencarian DPO, yang tahu cuma Polisi. Kasus Gamma juga yang tahu Polisi. Beruntung saja ada CCTV.
117
1,853
27
3,430
82,414
Pernyataan Sikap atas Jumpa Pers Kepala Kepolisian Daerah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Yg saya dan masyarakat tanyakan adalah cara aparat memperlakukan anak-anak perempuan. Yg dijawab justru terorisme dan izin pesantren. Saya telah menyimak jumpa pers Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Mapolda Jateng, Jumat, 30 Oktober 2026. Saya menghargai komitmen Pemerintah Provinsi untuk memberikan pendampingan psikologis dan menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak yg terdampak. Itu langkah yg benar. Namun dengan berat hati saya harus mengatakan: jumpa pers itu tidak menjawab pertanyaan publik. Masyarakat umum, MUI, PBNU, ormas Islam, dan para wakil rakyat tidak sedang mempersoalkan apakah polisi boleh memburu buronan. Yg dipersoalkan adalah mengapa pintu asrama putri didobrak pukul 03.20 dini hari? Mengapa anak-anak ditodong laras panjang sebelum sempat menutup aurat? Dan mengapa mereka diperiksa tanpa didampingi wali? Pertanyaan itu malah dijawab dengan dua topik lain: terorisme dan administrasi pesantren. Bagaimana pun, masa lalu tersangka bukan dosa para santriwati! Dalam jumpa pers disebutkan bahwa tersangka dan buronan kasus pembakaran warung adalah mantan narapidana terorisme. Saya tidak membantah informasi itu, dan saya mendukung penuh perburuan terhadap pelaku. Tetapi rekam jejak dua orang dewasa tidak boleh ditempelkan pada belasan anak perempuan yg sedang tidur di asramanya. Polda Jateng sendiri menyatakan belum menyimpulkan adanya kaitan kedua lokasi dengan jaringan terorisme. Buronan yg dicari tidak ditemukan di sana. Para santriwati yg dibawa berstatus saksi, bukan tersangka. Maka, mengaitkan peristiwa ini dengan terorisme di hadapan kamera, sebelum ada kesimpulan apa pun, hanya akan melahirkan stigma yg menempel pada anak-anak itu seumur hidup. Saya juga menyesalkan penyebutan bahwa para perempuan dan anak di lokasi mengenakan cadar. Pakaian adalah pilihan keyakinan yg dilindungi konstitusi, bukan petunjuk kejahatan. Menyebutnya dalam konteks penggeledahan buronan sama dengan mengajak publik mencurigai jutaan muslimah yg berpakaian serupa. Jumpa pers juga menekankan bahwa lokasi di Mojolaban tidak terdaftar di Kementerian Agama, diduga merupakan rumah tahfidz mandiri tanpa izin operasional, dan tidak terkait dengan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Jombang. Pemerintah Provinsi bahkan menyatakan akan melakukan penertiban. Soal izin adalah urusan administrasi, dan itu bisa dibenahi bersama Kementerian Agama dengan cara yg baik. Tetapi status izin sebuah lembaga tidak mengurangi satu pun hak anak yg tinggal di dalamnya. Seorang santriwati di rumah tahfidz kecil di desa memiliki martabat dan perlindungan hukum yg sama dengan santri di pesantren besar mana pun. Mengangkat isu perizinan setelah publik mempersoalkan prosedur penggeledahan memberi kesan bahwa korban sedang dicari-cari kesalahannya. Saya berharap kesan itu keliru. Saya juga berharap penertiban tidak dilakukan dengan menutup tempat belajar anak-anak ini sebelum seluruh fakta tentang malam itu diungkap. Jangan sampai mereka kehilangan dua kali: rasa aman, lalu kemudian tempat belajarnya. Kapolda menyatakan penggeledahan dilakukan dengan izin pengadilan. Saya menghormati itu. Namun izin pengadilan memberi wewenang untuk menggeledah, bukan cek kosong untuk menggeledah dengan cara apa saja. Pertanyaan-pertanyaan berikut belum dan wajib untuk dijawab: 1. Mengapa penggeledahan asrama putri harus dilakukan pukul 03.20 dini hari dengan mendobrak pintu? 2. Apakah ada polisi wanita yg menangani para santriwati sejak awal, saat mereka belum mengenakan jilbab? 3. Mengapa anak-anak di bawah umur yg berstatus saksi diperiksa di Polsek tanpa didampingi wali, kuasa hukum, atau pendamping anak? 4. Bagaimana seorang balita berusia 5 tahun bisa terpisah dan baru ditemukan oleh warga? 5. Di mana berita acara penyitaan atas uang, emas, sepeda motor, dan barang pribadi lain yg menurut pengurus belum diterima hingga kini? Sikap dan tuntutan saya: 1. Mendesak Kapolri memerintahkan Propam Polri memeriksa prosedur penggeledahan secara terbuka, terpisah dari penyidikan kasus pembakaran warung. 2. Meminta Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan KPAI turun langsung mengumpulkan keterangan para santriwati, ustadzah, dan orang tua/wali santriwati. 3. Meminta Polda Jateng memperlihatkan penetapan pengadilan dan berita acara penyitaan kepada pengurus, serta mengembalikan barang yg tidak terkait perkara. 4. Meminta Pemerintah Provinsi dan Kementerian Agama tidak menutup tempat belajar anak-anak ini sebelum hasil pemeriksaan keluar, dan memfasilitasi pengurusan izin bila diperlukan. 5. Mengajak media dan publik tidak melabeli para santriwati dengan stigma terorisme selama tidak ada kesimpulan hukum apa pun. Mengusut pembakaran warung dan melindungi anak-anak perempuan bukanlah dua hal yg harus dipilih salah satunya. Negara yg kuat sanggup melakukan keduanya sekaligus. Polri hari ini mengusung semangat "Polisi Bersama Masyarakat". Semangat itu akan diuji bukan oleh jumpa pers, melainkan oleh keberanian memeriksa diri sendiri. Saya akan terus mengawal kasus ini sampai para santriwati mendapat kejelasan, keadilan, dan pemulihan. Hormat saya, Azzam Mujahid Izzulhaq, Warga Negara Indonesia. Tembusan: 1. Presiden Republik Indonesia @prabowo 2. Kapolri @SuyudiArioSeto 3. Ketua Komisi III DPR RI @habiburokhman 4. Ketua Kompolnas @kompolnas_ri 5. Ketua Komnas HAM @KomnasHAM 6. Ketua Komnas Perempuan @KomnasPerempuan 7. Ketua KPAI @KPAI_official 8. Kapolda Jawa Tengah @poldajateng_ 9. Pengurus Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban
421
2,909
99
5,098
221,002
Achmad Hisyam retweeted
betul.. p-value kecil jangan langsung bangga. itu cuma hasil utak atik data sampai ketemu significant. wkwkwkwk kenalan dulu sama p-hacking.
Kesalahan umum kedua: menjadikan p < 0,05 sebagai tujuan. Tujuannya memahami fenomena. P-value hanya salah satu alat bantu, dan bukan angka suci.
2
3
149
Achmad Hisyam retweeted
Temen2 yg murah hati. Aku minta tolong banget kalo postingan daganganku lewat minta sedekah like, rt sama replynya ya biar jangkauannya lebih luas dan ketemu pelanggan baru. Kebetulan aku ga gajian dr elon jadi pemasukanku cuma dr dimsum. Aku masih blm nyerah jualan dimsum di era prabonomics ini. Bantuin aku ya biar daganganku ga gulung tikar krn di real life aku tulang punggung. Umur 36th nyari kerjaan susah banget. Mau banget kalo ada info WO gitu atau kerjaan sampingan yg lain 🥺🙏
66
1,002
13
2,145
46,391
Achmad Hisyam retweeted
Kasus Saudi: Bohong vs Fakta - Ketahui Seluruh Kebenarannya! Di media sosial, kebohongan disebarkan bahwa mereka adalah suami-istri, mereka punya anak perempuan berusia 8 tahun, mereka adalah jamaah haji... Semua itu rumor belaka! Apa fakta sebenarnya? Pada 14 Oktober 2026, dua orang yang dijatuhi hukuman mati di Makkah, Arab Saudi, adalah *Nazrul Islam Abdul Basir dan Siti Akhtar* dari Bangladesh, dan mereka bahkan bukan suami-istri. Menurut media Bangladesh, Nazrul pergi ke Saudi pada 2022 sebagai pekerja pembersih dan Siti bekerja di sana. Pada Mei 2023, sekitar 1 bulan sebelum haji, keduanya diduga tertangkap oleh pasukan keamanan Saudi di dalam sebuah masjid di Makkah sedang melakukan perbuatan tidak senonoh. Setelah itu, mereka dipenjara lebih dari 3 tahun, persidangan berlangsung di pengadilan Jeddah, dan setelah dinyatakan bersalah, berdasarkan dekret kerajaan, mereka digantung di Makkah pada 14 Oktober 2026. Jenazah dikirim ke Bangladesh pada 18 Oktober. Mengapa hukumannya begitu berat? Setiap masjid di Makkah memiliki kehormatannya sendiri, yang terkait dengan Nabi kita ﷺ. Dalam "Undang-Undang Kesopanan Umum" Saudi, perbuatan seperti itu di masjid sangat dilarang keras, dan melanggar kesucian masjid di Makkah membuat kasus tersebut menjadi sangat serius di bawah kategori "ta'zir", yang bisa dihukum hingga mati. Menurut Kementerian Dalam Negeri Saudi, keduanya terbukti bersalah atas tuduhan melakukan "fi'al al-fahisyah" di dalam masjid, yaitu perbuatan asusila/zinah berat yang bersifat seksual. Menteri Luar Negeri Bangladesh, Shama Obaid Islam, sendiri mengonfirmasi hal ini pada 17 Oktober. Jadi pertanyaannya bukan dari mana asal mereka, tapi - apakah Anda akan menjaga kesucian rumah Allah atau tidak? Masjid adalah tempat ibadah, bukan tempat kemusyrikan! Siapa pun yang melakukan hal seperti itu di tanah suci Makkah, pasti akan dihukum. Hentikan penyebaran rumor, pahami kebenarannya.
238
576
67
2,543
457,410
Achmad Hisyam retweeted
Habis pulang ngantor Nemu harta karun di Bundaran HI! 📍 Bapak penjual kaligrafi di depan halte jual karya sebagus ini dengan harga cuman 250k untuk ukuran besar. Worth it banget! Aku udah borong satu, kalian kalau mau beli juga bisa cek nomor kontaknya di fotoi ya! 🎥
4
843
2
2,411
18,627
Achmad Hisyam retweeted
Kangen ama Championship Manager. Sebuah situs unofficial menghidupkannya lagi untuk Anda dengan update season 26/27. Bisa langsung dimainkan di browser bahkan via HP. Cek tautan berikut: champman2627.co.uk/
8
41
3,329
Achmad Hisyam retweeted
Dituduh Curi Amplop Hajatan, Perempuan Di Kalibata Dianiaya, CCTV Ungkap Pelaku Sebenarnya ‼ Seorang perempuan menjadi korban salah tuduh dan penganiayaan setelah dituding mencuri amplop hajatan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (27/9/2026). Peristiwa bermula ketika perempuan tersebut, yang baru selesai berolahraga dan mengenakan pakaian berwarna hitam serta jilbab, melintas di depan lokasi hajatan. Ia kemudian dituduh sebagai pelaku pencurian amplop dan diamankan oleh sejumlah orang. Dalam kejadian tersebut, korban disebut mengalami tindakan kekerasan. Ia ditarik-tarik hingga jilbabnya terlepas dan diduga mengalami penganiayaan. Namun, setelah rekaman kamera CCTV diperiksa, diketahui perempuan tersebut bukan pelaku pencurian. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku disebut merupakan kerabat dari pihak yang menggelar hajatan. Pihak yang punya hajat kemudian menyampaikan klarifikasi terkait kejadian tersebut melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Peristiwa ini menjadi sorotan lantaran korban telah diamankan dan mengalami kekerasan sebelum identitas pelaku sebenarnya diketahui. Dugaan penganiayaan tersebut juga menjadi persoalan yang terpisah dari kasus pencurian dan perlu diklarifikasi berdasarkan fakta serta proses hukum yang berlaku. 🎥@imam_m_arif #elshintaviral
207
422
29
662
58,840
Di saat banyak yg bangga melakukan pernikahan dgn disaksikan oleh pejabat, atau bahkan presiden. Tapi banyak yg belum tahu bahwa kriteria seorang saksi dlm pernikahan untuk bisa mencapai keabsahan sebuah akad nikah itu cukup ketat. Satu yg paling mencolok adalah "Al-'Adalah". Ada banyak batasan definitif terkait "Al-'Adalah". Salah duanya adalah: 1. مَنْ تَكُونُ حَسَنَاتُهُ غَالِبَةً عَلَى سَيِّئَاتِهِ (Orang yang kebaikannya lebih dominan dari keburukannya.) 2. هُوَ ذُو الْمُرُوءَةِ غَيْرُ الْمُتَّهَمِ Orang yang punya muru’ah dan tidak dalam keadaan tertuduh. Dari sini saya selalu bilang ke murid-murid saya, "Nanti kalo kalian nikah, lebih baik disaksikan oleh kiai-kiai kampung yg gak neko-neko. Itu lebih aman."
🚨 DARI HUTAN KALIMANTAN LANGSUNG KE JCC! ✈️ Tinggalkan urusan Karhutla di Kalimantan, Presiden Prabowo hadiri akad nikah Rizky Irmansyah hari ini di JCC. Ke nikahan kok cepet yah, tapi kalo ke Kalimantan dan NTT. Harus rakyat bahkan Malaysia complain berbusa dulu? 🤡
16
512
25
1,852
100,524
Achmad Hisyam retweeted
Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur'an ditukar sama Miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!
484
2,882
230
5,749
412,978
Replying to @NYCMayor
@prabowo this is what we can call kopdes. Learn from him instead of Netanyahu.
1
37
Achmad Hisyam retweeted
1
10
Achmad Hisyam retweeted
Download katalog datalytics.indo pada link berikut : short-url.cc/1uqMb
1
26
Achmad Hisyam retweeted
🤖 Made with AI
1
35
Achmad Hisyam retweeted
1
22
Benjamin Netanyahu is a war criminal.
45,757
296,789
19,775
1,395,786
105,522,765
Achmad Hisyam retweeted
Replying to @kumparan
Masyarakat sengaja dibikin kurang cerdas, tidak kritis dan hanya peduli urusan perut. Sehingga saat suaranya diperlukan, yakni 5 tahun sekali, gampang buat dibeli. Pemimpinannya gila kekuasaan, mayoritas rakyatnya senang dibodohi. Cocok ...
1
11
516
Achmad Hisyam retweeted
Bagaimana Budidaya Kurma di Indonesia itu Mungkin? Ada yang pernah menanam kurma dan berhasil berbuah? Saat kecil, sering saya lihat biji kurma tumbuh sampai besar, tapi tidak berbuah. Sehingga saya beranggapan bahwa kurma memang hanya bisa berbuah di tanah Arab. Baru ketika besar saya lihat sendiri di depan salah satu rumah pinggir jalan, lho ternyata bisa toh? Di berbagai berita atau di internet ternyata ada beberapa yang berhasil membudidayakan. Di situlah saya berkesimpulan ternyata benar2 bisa. Sebab itulah, saya sendiri juga sempat ingin punya kebun kurma di sini. Hehe.. Mungkin banyak yg seperti saya, shg beberapa tahun lalu sempat ramai kasus penipuan perumahan berkedok syariah dg "kebun kurma" dalam kompleksnya. Namun saya tak mau bahas yg nyrempet jualan agama begitu ya. Kita bahas saja, bagaimana membudidayakan kurma di Indonesia itu mungkin? Ini dia.
17
21
1
90
6,020
Achmad Hisyam retweeted
Masih mencari mutualan baru... Yg mau mutualan senggol aja ya
14
2
1
10
761